Tanamkan Patriotisme, Pelajar Peragakan Busana Pahlawan Nasional

Jumat, 18 November 2022 Jumadi Dibaca 979 kali Seni dan Budaya
Tanamkan Patriotisme, Pelajar Peragakan Busana Pahlawan Nasional
Batang Puluhan pelajar SMAN 1 Batang berlenggak-lenggok berjalan di atas karpet merah, bak model profesional, memperagakan beragam busana bertema pahlawan nasional.

Batang Puluhan pelajar SMAN 1 Batang berlenggak-lenggok berjalan di atas karpet merah, bak model profesional, memperagakan beragam busana bertema pahlawan nasional.

Peragaan busana tersebut, digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan sekaligus wujud penghormatan terhadap para guru yang telah berjasa dalam dunia pendidikan, yang tidak lama lagi, akan merayakan Hari Guru Nasional.

Panitia lomba, Rerinda mengatakan, lomba ini digelar untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raganya dan jasa para guru, yang telah mencerdaskan anak didiknya.

“Karakter yang dilombakan macam-macam, di antaranya Ir. Soekarno, B.J. Habibie, dan pahlawan-pahlawan lainnya, yang ditampilkan teman-teman,” katanya, saat ditemui di halaman SMAN 1 Kabupaten Batang, Kamis (17/11/2022).

Selain sebagai ajang berekspresi dan melatih kepercayaan diri, peragaan busana ini juga dapat dijadikan media penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Ia menerangkan, persiapan telah dikonsep selama dua pekan. Namun karena kendala cuaca yang kurang bersahabat, membuat acara tidak terlaksana maksimal.

“Ya karena cuacanya hujan cukup deras, dengan sangat terpaksa acara akan ditunda atau dipindahkan ke joglo sekolah. Walaupun teman-teman kecewa karena tidak bisa tampil maksimal, tapi saya yakin mereka tetap semangat,” jelasnya.

Dua perwakilan pelajar, Laurensia yang memperagakan karakter Johanna Petronella Mossel, istri dari Ernest Douwes Dekker dan Muhammad Awalun yang memperagakan karakter Ki Hajar Dewantara menunjukkan semangatnya di hadapan juri.

Laurensia mengutarakan, sempat dilanda kebingungan untuk memilih karakter, namun setelah membaca dalam buku sejarah, maka istri Douwes Dekker lah yang dipilih.

“Pelajaran yang dipetik dari seorang Johanna Petronella Mossel, walaupun  bukan warga Bhumi Putera, tapi dia memiliki semangat untuk membela Indonesia, jadi semangat itu yang harus kita tiru,” terangnya.

Berbeda dengan Muhammad Awalun yang memilih Ki Hajar Dewantara dari hasil diskusi tim kreatif.

“Terus terang saja kami kecewa tidak tampil total. Padahal persiapannya sangat matang, tapi apa boleh buat, ini karena cuaca tidak mendukung, terpaksa pindah tempat,” ujar dia.

Salah satu juri, sekaligus Pelaksana Harian Kepala SMAN 1 Batang, Subagyo menambahkan, lomba peragaan busana ini bertujuan untuk menumbuhkan nilai dan semangat kejuangan dari pahlawan ke dalam diri siswa, sehingga memiliki karakter sebagai generasi penerus bangsa.

“Yang dinilai itu keserasian busana dengan tema dan penjiwaan karakter dengan busana yang dikenakan,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 62
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 114
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 115
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 65
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 27
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 34