Percepatan Pemenuhan Hak Anak, Tolok Ukur KLA

Selasa, 08 November 2022 Jumadi Dibaca 805 kali Sosial
Percepatan Pemenuhan Hak Anak, Tolok Ukur KLA
Batang - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang menggelar pelatihan pemahaman konvensi hak anak.

Batang - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang menggelar pelatihan pemahaman konvensi hak anak.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Program Yayasan Setara Semarang Yuli Sulistiyanto sebagai nara sumber utama untuk menyampaikan langkah-langkah konkret bagi seluruh tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA).

“Ada dua hal yang harus diberikan untuk hak anak yakni pemenuhan hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang serta perlindungan dari segala macam ancaman bahaya,” katanya usai menjadi pemateri utama dalam Pelatihan Pemahaman Konvensi Hak Anak, di Aula Kantor Bupati, Kabupaten Batang, Selasa (8/11/2022).

Untuk mengetahui sampai seberapa besar takaran Kabupaten Batang menjadi KLA, dapat dilihat kecepatan setiap kali menanggapi persoalan anak.

“Yang terpenting kecepatan penanganannya, karena di mana pun tempatnya, bahkan yang sudah mencapai predikat utama pun masih bisa ditemukan persoalan anak. Tapi yang menjadi tolok ukur adalah seberapa jauh layanan yang diberikan disertai komitmen kuat dari pihak terkait, misalnya di tingkat desa Pemerintah Desa memperkuat dengan membuat Peraturan Desa tentang perlindungan anak sebagai upaya nyata,” jelasnya.

Selain itu tim Gugus Tugas KLA harus memberikan perlindungan khusus bagi anak berkebutuhan khusus. Sehingga menciptakan kabupaten yang nyaman dan aman bagi anak tidak hanya diberikan kepada mereka yang memiliki kondisi fisik normal, namun perlindungan juga diberikan kepada disabilitas.

“Yang tidak kalah penting adalah perlindungan bagi anak terhadap teknologi informasi yang mungkin disalahgunakan hingga menyebabkan anak dewasa sebelum waktunya,” terangnya.

Di bidang sarana prasarana yang menunjang kemudahan dan kenyamanan bagi anak dapat pula pengoptimalan program CSR dari perusahaan sebagai wujud tanggung jawab sosial terhadap lingkungan tempatnya berdirinya sebuah perusahaan.

Ketua Forum Anak Batang Anisa mengatakan, setelah selesainya pelatihan ini para perwakilan instansi terkait jadi lebih memahami segala hak anak yang terpenuhi.

“Semoga pimpinan baik lembaga maupun instansi terkait bisa merealisasikan visi dan misi Konvensi Hak Anak dalam bentuk program kerja pembangunan daerah,” harapnya.

Ia mengharapkan realisasi program berlangsung untuk jangka panjang, bukan hanya demi mengejar KLA atau penghargaan semata.

Beberapa hak anak yang sudah terpenuhi antara lain : taman bermain di Jalan Dr. Sutomo.

“Tapi ada juga yang belum seperti pengadaan bus sekolah, karena banyak juga pelajar yang berusia di bawah 17 tahun sudah berkendara sepeda motor. Kalau pun nanti diadakan bus tersebut juga diperuntukkan bagi pelajar jenjang SD hingga SMA,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Batang Supriyono mengharapkan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera mengoptimalkan pemenuhan hak-hak anak melalui pembangunan infrastruktur penunjang.

Terkadang OPD sudah melakukan tugas pemenuhan hak anak, belum begitu maksimal. Misalnya untuk Dinas Perhubungan berkontribusi pembuatan jalur khusus pelajar di semua sekolah.

“Setelah mendapat penjelasan secara gamblang dari Pak Yuli, seluruh instansi maupun pihak swasta terkait bisa memahami dan menjalankan tugasnya dengan optimal,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 74
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 122
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 127
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 76
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 37
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 44