Pertamax Naik, Harga Buah Impor ikut Meroket

Rabu, 17 Juni 2026 Jumadi Dibaca 450 kali IKM UKM UMKM
Pertamax Naik, Harga Buah Impor ikut Meroket
Pedagang buah (kanan), melayani pembeli membeli buah di kios sepanjang Jalan Dr. Wahidin Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax pun ternyata berdampak terhadap harga buah impor. Terbukti dengan naiknya jenis buah-buahan impor yang turut mengalami kenaikan hingga lima persen. Kenaikan tersebut dikarenakan biaya angkut yang turut mengalami kenaikan, sehingga berdampak pada penurunan jumlah pembelian buah impor.

Batang - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax pun ternyata berdampak terhadap harga buah impor. Terbukti dengan naiknya jenis buah-buahan impor yang turut mengalami kenaikan hingga lima persen. Kenaikan tersebut dikarenakan biaya angkut yang turut mengalami kenaikan, sehingga berdampak pada penurunan jumlah pembelian buah impor.

Pengelola kios buah, Alex membenarkan terjadi kenaikan harga buah-buahan impor hingga 5 persen, yang berpengaruh pada berkurangnya pemesanan parsel yang seringkali didominasi buah impor.

“Yang sekarang naik buah impor jenis kelengkeng dari semula Rp40 ribu jadi Rp70 ribu, anggur semula Rp50 ribu jadi Rp80 ribu per kilogram. Pengaruhnya pembeli berkurang,” katanya, saat ditemui di kios sepanjang Jalan Dr. Wahidin Batang, Kabupaten Batang, Rabu (17/6/2026).

Konsumen yang memesan parsel pun mengalami penurunan karena kenaikan harga. Paket parsel ukuran kecil semula Rp100 ribu kini menjadi Rp120 ribu, sedangkan ukuran besar semula Rp250 ribu kini seharga Rp400 ribu.

“Banyak yang beralih ke buah lokal karena tidak terjadi kenaikan. Seperti semangka jambu dan buah lokal lainnya, harganya tetap stabil,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pembeli, Septi mengaku saat ini buah lokal belum terjadi kenaikan, terlebih konsumsi buah memang tidak terlalu banyak. Hanya saja yang ia sayangkan harga Pertamax yang mengalami kenaikan, sedangkan tiap hari harus menggunakan sepeda motor dengan bahan bakar tersebut.

“Ya sangat terasa kenaikannya tiap hari antar anak sekolah, dan motonya nggak bisa ganti Pertalite karena alasan ketahanan mesin sehingga harus tetap pakai Pertamax. Kalau harga melon sih sementara nggak naik, tapi semoga ke depan harga BBM-nya bisa diturunin,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak para bupati dan wali kota menjadi mitra promosi investasi untuk menarik investor ke kawasan industri di Jawa Tengah dengan menjamin keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta infrastruktur yang memadai. Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong agar 70 persen tenaga kerja di KEK Industropolis berasal dari warga Batang, disertai transfer teknologi dan keterlibatan UMKM lokal. Pangdam IVDiponegoro juga memastikan keamanan wilayah demi menciptakan iklim investasi yang kondusif.
23 Okt 2026 Jumadi 123
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Batang Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mengembangkan gerakan penghijauan melalui penanaman pohon aren di kawasan Reservoir Timur Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 149
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih penghargaan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan. Penghargaan tersebut diserahkan di Ballroom Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 130
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Batang - Ancaman abrasi dan terjangan banjir rob bukan lagi cerita baru bagi masyarakat di kawasan pesisir Jawa Tengah. Di Kabupaten Batang saja, tamparan gelombang air laut kini telah merambah dan merendam lebih dari 400 hektare lahan pesisir. Menghadapi tantangan alam yang kian mengkhawatirkan ini, penanganan tidak lagi bisa mengandalkan satu pihak semata.
23 Okt 2026 Jumadi 125
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Batang - Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar kegiatan Ngaji Bandongan yang menghadirkan ratusan pelajar dari jenjang SMP dan SMASMK sederajat, di Serambi Masjid Agung Darul Muttaqin, Kabupaten Batang, Jumat (23102026). Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemda untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta keilmuan melalui kajian kitab Adabul Alimul Wal Muta'alim karangan KH Hasyim Asy'ari.
23 Okt 2026 Jumadi 85
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan dari detikjateng-jogja. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemkab Batang mendorong realisasi investasi hingga Rp8,5 triliun, melampaui target RPJMD, melalui kemudahan perizinan dan pemberian insentif bagi investor. Pemkab Batang juga berupaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal melalui program Dapat Kerja (Daker), yang turut mendukung penurunan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8,29 pada kuartal II 2026.
23 Okt 2026 Jumadi 104