Batang - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax pun ternyata berdampak terhadap harga buah impor. Terbukti dengan naiknya jenis buah-buahan impor yang turut mengalami kenaikan hingga lima persen. Kenaikan tersebut dikarenakan biaya angkut yang turut mengalami kenaikan, sehingga berdampak pada penurunan jumlah pembelian buah impor.
Batang - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax pun ternyata berdampak terhadap harga buah impor. Terbukti dengan naiknya jenis buah-buahan impor yang turut mengalami kenaikan hingga lima persen. Kenaikan tersebut dikarenakan biaya angkut yang turut mengalami kenaikan, sehingga berdampak pada penurunan jumlah pembelian buah impor.
Pengelola kios buah, Alex membenarkan terjadi kenaikan harga buah-buahan impor hingga 5 persen, yang berpengaruh pada berkurangnya pemesanan parsel yang seringkali didominasi buah impor.
“Yang sekarang naik buah impor jenis kelengkeng dari semula Rp40 ribu jadi Rp70 ribu, anggur semula Rp50 ribu jadi Rp80 ribu per kilogram. Pengaruhnya pembeli berkurang,” katanya, saat ditemui di kios sepanjang Jalan Dr. Wahidin Batang, Kabupaten Batang, Rabu (17/6/2026).
Konsumen yang memesan parsel pun mengalami penurunan karena kenaikan harga. Paket parsel ukuran kecil semula Rp100 ribu kini menjadi Rp120 ribu, sedangkan ukuran besar semula Rp250 ribu kini seharga Rp400 ribu.
“Banyak yang beralih ke buah lokal karena tidak terjadi kenaikan. Seperti semangka jambu dan buah lokal lainnya, harganya tetap stabil,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pembeli, Septi mengaku saat ini buah lokal belum terjadi kenaikan, terlebih konsumsi buah memang tidak terlalu banyak. Hanya saja yang ia sayangkan harga Pertamax yang mengalami kenaikan, sedangkan tiap hari harus menggunakan sepeda motor dengan bahan bakar tersebut.
“Ya sangat terasa kenaikannya tiap hari antar anak sekolah, dan motonya nggak bisa ganti Pertalite karena alasan ketahanan mesin sehingga harus tetap pakai Pertamax. Kalau harga melon sih sementara nggak naik, tapi semoga ke depan harga BBM-nya bisa diturunin,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)