Viralnya Temuan Situs Candi Bata, BPK Wilayah X Tinjau Untuk Lihat Gambaran Anomali dalam Tanahnya

Selasa, 01 November 2022 Jumadi Dibaca 1.916 kali Seni dan Budaya
Viralnya Temuan Situs Candi Bata, BPK Wilayah X Tinjau Untuk Lihat Gambaran Anomali dalam Tanahnya
Batang - Viralnya temuan Situs Candi abad 7 di Kabupaten Batang. Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X (Jateng-DIY) meninjau situs candi tertua Jawa Tengah di Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa (1/11/2022).

Batang - Viralnya temuan Situs Candi abad 7 di Kabupaten Batang. Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X (Jateng-DIY) meninjau situs candi tertua Jawa Tengah di Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa (1/11/2022).

Kegiatan ini akan menjadi suatu rumusan langkah ke depan menangani situs candi bata agar bisa dikelola sebagai lokasi konservasi lahan budaya.

Pamong Budaya Ahli Muda dari BPK Wilayah X, Wahyu Broto mengatakan, BPK Wilayah X hadir atas nama pemerintah pusat. Kami ke sini viralnya berita yang muncul ke permukaan penemuan situs candi abad 7 di Kabupaten Batang.

Akhirnya atas perintah pimpinan untuk melihat kondisinya seperti apa dan langkah ke depannya seperti apa.

“Jika dilihat kondisi candi bata dalam kondisi terkubur tanah. Hal ini dilakukan oleh pemerintah daerah agar tetap aman dari masyarakat sekitar,” jelasnya.

Pada sisi pelestarian, penguburan kembali candi merupakan hal yang tepat. Sebab, ketika terpendam dalam tanah, maka candi masih tereservasi atau terawetkan dalam tanah.

Meski, lanjut dia, kondisi lokasi situs candi masih tertutup tanah dan banyak tumbuh tanaman serabut tidak masalah. Terpenting jangan sampai akar rumput tebal yang menghujam ke dalam tanah karena bisa menghancurkan struktur candi.

“Kami disini sementara ini hanya mengambil data secara tepat. Jika proses pengambilan data tidak tepat bisa menyebabkan kerusakan. Sebab, segala hal yang sudah dikeluarkan, maka tidak akan dapat dikembalikan ke dalam tanah,” terangnya.

Mungkin sebelum itu kami akan usulkan menggunakan metode Ground Penetrating Radar (GPR) dulu supaya tidak perlu membuka tanah dulu. Proses dengan GPR menghasilkan gambaran anomali yang ada dalam tanah. Lalu, dari hasil itu, para arkeologi baru melakukan eksavasi di titik tertentu.

“BPK atau yang dulu dikenal sebagai Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) akan mencari batas terluar situs. Kemudian, membuat satu area khusus untuk pelestarian,” tegasnya.

Syukur kalau lahan ini bisa dibebaskan, karena itu kepemilikan masih milik PTPN, untuk itu kami perlu koordinasikan terlebih dahulu atau dengan pengelola Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.

Pihaknya akan mengusulkan untuk membentuk semacam hutan lindung kecil. Fungsinya, yang pertama untuk konservasi air, kedua konservasi lahan, ketiga untuk wisata dan keempat untuk ruang terbuka hijau.

“Kami minta dari Disdikbud Batang sebagai pemangku wilayah bisa menjaga keberadaan situs itu. Mohon jangan sampai ada yang ngambil-ngambil barang pada situs candi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Affy Kusmoyorini menyebut Disdikbud Kabupaten Batang tidak ada anggaran untuk melakukan ekskavasi.

Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran tersebut kurang lebih Rp200 juta. Penggunaannya untuk eksavasi saja.

Maka dari itu, kita melaporkan ke Kementerian PUPR karena saat ini pembiayaan ekskavasi sudah tidak dikelola Kemendikbudristek untuk anggaran fisiknya.

“Saat ini yang kami lakukan untuk perlunya membuat pagar untuk pengamanan lokasi Candi tertua itu. Tinggal menunggu anggarannya saja,” tuturnya.

Penjaga Situs Candi Bata Ali mengatakan, situs candi bata sementara ini masih ditutup tanah kembali menunggu ada tindaklanjut dari Pemerintah Daerah langkahnya bagaimana.

Laporan adanya pengambilan batu situs candi untuk dibangun rumah sama sekali tidak benar. Warga mengambil itu untuk membuat anak tangga jalan saja.

“Tapi saat ini, sudah dikembalikan kembali ke lokasi situs candi sesuai perintah Pemerintah Desa Sawangan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 45
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 117
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 75
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 40
Hadirkan Satlantas, Kokam Batang Dilatih Kecakapan Berlalulintas Hadirkan Satlantas, Kokam Batang Dilatih Kecakapan Berlalulintas
Hadirkan Satlantas, Kokam Batang Dilatih Kecakapan Berlalulintas
Batang -  Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Batang bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) berupaya memperkuat kapasitas anggota dengan menggelar Pelatihan Kokam Berlalulintas. Menghadirkan nara sumber Sofwan Sumadi anggota DPRD Jateng dan Satlantas Polresta Batang, untuk menyiapkan jajaran Kokam yang berkompeten dalam membantu kalancaran lalu lintas.
23 Ags 2026 Jumadi 92
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang resmi membuka Gerakan Pengumpulan Sumbangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang Tahun 2026 pada Jumat 21 Agustus 2026. Penggalangan dana publik yang berlangsung hingga 21 November 2026 ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0736Batang, Letkol Inf. Didik Sudarmawan, selaku Ketua Umum Panitia.
22 Ags 2026 Jumadi 134