Malam Regsosek, BPS Batang Berhasil Mendata 15 Orang Tidak Bertempat Tinggal

Minggu, 30 Oktober 2022 Jumadi Dibaca 1.096 kali Sosial
Malam Regsosek, BPS Batang Berhasil Mendata 15 Orang Tidak Bertempat Tinggal
Batang - Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) telah dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Batang sejak 15 Oktober lalu dan akan berakhir 14 November 2022. Ratusan ribu petugas telah diterjunkan ke seluruh wilayah Indonesia.

Batang - Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) telah dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Batang sejak 15 Oktober lalu dan akan berakhir 14 November 2022. Ratusan ribu petugas telah diterjunkan ke seluruh wilayah Indonesia.

Pendataan Awal Regsosek tidak hanya dilaksanakan siang hari, tapi juga malam hari. Tugas penuh tantangan itu dinamakan Malam Regsosek. Malam Regsosek dilaksanakan pada 29 Oktober 2022 pukul 21.00 WIB hingga 30 Oktober 2022 pukul.06.00 WIB.

Sasaran Malam Regsosek adalah tunawisma, yaitu penduduk yang tidak memiliki tempat tinggal. Antara lain penduduk yang tinggal di kolong jembatan, pasar, terminal, stasiun, emperan toko, taman umum atau berbagai fasilitas umum lainnya.

“Malam ini kita melaksanakan pendataan penduduk yang tidak punya tempat tinggal yang bisa disebut Malam Regsosek,” kata Kepala BPS Kabupaten Batang, Eddy Prawoto saat ditemui usai pendataan Malam Regsosek di Kantor BPS Kabupaten Batang, Sabtu (29/10/2022) malam.

BPS Batang mengupayakan penduduk yang berada di daerah sini semuanya bisa terdata sehingga, orang yang tidak bertempat tinggal pun mempunyai hak untuk didata.

“Dalam pendataan memilih malam hari biasanya orang tidak punya tempat tinggal beristirahat atau bersantai pada malam hari disuatu lokasi yang mereka nyaman,” tuturnya.

Apalagi kalau masih sore hari, mereka masih melakukan aktivitas lalu lalang sehingga tidak bisa diberi seputar pertanyaan.

“Hasil malam yang penuh tatangan kita berhasil mendata 15 orang tidak bertempat tinggal dan yang didata adalah seputar nama, asal serta aktivitas apa saja. Jadi simpel yang ditanyakan tidak seperti penduduk pada umumnya yang kita tanyakan semuanya,” jelasnya.

Kendala pendataan yang ada di lapangan sendiri dari segi pendekatan kepada mereka, maka kita menggunakan cara santai mengobrol dengan mereka agar mendapatkan suasana rileks dan tidak menakut-nakutinya.

“Bisa dilihat tadi kita menyisir dari Alun-Alun Kabupaten Batang ke arah perbatasan Kota Pekalongan disana melihat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ),” terangnya.

Setelah Kita dekati dengan santai orang itu malahan kaget dan lari, inilah menjadi tantangan yang tidak didapat jika mendata penduduk seperti biasanya.

“Titik pendataan penduduk yang tidak punya tempat tinggal seluruh wilayah Kabupaten Batang terutama teman-teman BPS Kabupaten Batang yang berada di Kecamatan mereka ditargetkan mencari di pasar dan bangunan-bangunan kosong yang sering kali mereka tempati,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Disdukcapil Batang Jemput Bola, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan Disdukcapil Batang Jemput Bola, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan
Disdukcapil Batang Jemput Bola, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kembali menghadirkan layanan jemput bola administrasi kependudukan (adminduk) bagi Masyarakat, sebagai upaya mendekatkan akses layanan sekaligus memastikan seluruh warga dapat memperoleh dokumen kependudukan secara mudah, cepat, dan gratis. Kali ini pelayanan digelar di Kantor Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Rabu (1762026).
17 Jun 2026 Jumadi 36
Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang
Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang
Batang - Tradisi "Mubeng Benteng" atau mengelilingi tembok luar area Kantor Bupati Batang kembali mengemuka, setelah beberapa tahun menggelar kirab Malam Satu Suro hanya di dalam komplek. Hal ini menjadi wacana dari keluarga besar ahli waris Kyai Tombak Abirawa, sebagai upaya mengembalikan tradisi leluhur sekaligus menjadikan ikon destinasi wisata budaya Kabupaten Batang.
17 Jun 2026 Jumadi 179
Pertamax Naik, Harga Buah Impor ikut Meroket Pertamax Naik, Harga Buah Impor ikut Meroket
Pertamax Naik, Harga Buah Impor ikut Meroket
Batang - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax pun ternyata berdampak terhadap harga buah impor. Terbukti dengan naiknya jenis buah-buahan impor yang turut mengalami kenaikan hingga lima persen. Kenaikan tersebut dikarenakan biaya angkut yang turut mengalami kenaikan, sehingga berdampak pada penurunan jumlah pembelian buah impor.
17 Jun 2026 Jumadi 54
Dies Natalis Ke-34, SMPN 2 Tersono Ajak Warga Sekolah Biasakan Olahraga Dies Natalis Ke-34, SMPN 2 Tersono Ajak Warga Sekolah Biasakan Olahraga
Dies Natalis Ke-34, SMPN 2 Tersono Ajak Warga Sekolah Biasakan Olahraga
Batang - SMPN 2 Tersono, mengadakan dies natalis yang Ke-34, dengan kegiatan fun run, sebagai motivasi warga sekolah untuk membiasakan diri berolahraga, agar tetap prima selama proses belajar mengajar. Kegiatan tersebut diikuti siswa-siswi SD dan MI sebagai ajang olahraga sekaligus sarana untuk menanamkan pola hidup sehat sejak dini.
17 Jun 2026 Jumadi 48
Disdukcapil Batang Jemput Warga Lewat Program "Bulan Lintang" Disdukcapil Batang Jemput Warga Lewat Program "Bulan Lintang"
Disdukcapil Batang Jemput Warga Lewat Program "Bulan Lintang"
Batang - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang kembali menggelar aksi jemput bola melalui inovasi "Bulan Lintang" (Bus Layanan Adminduk Keliling Batang). Kali ini, layanan keliling tersebut hadir di Kecamatan Bandar untuk mempermudah warga mengurus berbagai dokumen kependudukan secara cepat dan gratis.
17 Jun 2026 Jumadi 32
Ketan Budaya, Jurus Disdikbud Batang Lestarikan Budaya Lokal Dolanan Anak Ketan Budaya, Jurus Disdikbud Batang Lestarikan Budaya Lokal Dolanan Anak
Ketan Budaya, Jurus Disdikbud Batang Lestarikan Budaya Lokal Dolanan Anak
Batang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, menggagas program inovatif berjudul KETAN BUDAYA (Kolaborasi Pelestarian Budaya) sebagai upaya mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran Sekolah Dasar (SD).
17 Jun 2026 Jumadi 52