Batik Rifaiyah Batang Salah Satu Budaya Yang Tercatat di Dunia

Selasa, 11 Oktober 2022 Jumadi Dibaca 6.693 kali Seni dan Budaya
Batik Rifaiyah Batang Salah Satu Budaya Yang Tercatat di Dunia
Batang - Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Desa kalipucang wetan menggelar festival merayakan batik rifaiyah untuk memperkenalkan.

Batang - Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Desa kalipucang wetan menggelar festival untuk memperkenalkan batik rifaiyah.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Batang Willopo mengatakan, budaya batik rifaiyah khas Kabupaten Batang termasuk ke dalam warisan budaya Indonesia yang diakui oleh UNESCO.

“Kegiatan merayakan hari rifaiyah bertujuan untuk mengenalkan batik khas Kabupaten Batang ke kancah nasional maupun internasional. Ini bagian dari kekayaan khasanah seni dan budaya serta kreatifitas masyarakat, yang harus kita dukung untuk dapat dikembangkan,” katanya saat ditemui di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Senin (10/10/2022) malam.

Batik memang identik dengan Indonesia, tetapi tidak menutup kemungkinan negara lain juga membuat batik seperti Malaysia dan Vietnam. Makanya agar tidak memudarkan batik sebagai salah satu budaya Negara Indonesia harus tetap dijaga. Seperti yang tercatat di dunia saat ini satu-satunya adalah batik tulisnya.

“Batik Rifaiyah sendiri dibuat dengan cara ditulis secara tradisional menggunakan canting yang diawali dengan membuat motif, corak, hingga pewarnaan yang memerlukan proses cukup lama,” terangnya.

Proses pembuatan batik ini sebagai media untuk syiar agama Islam pada zaman dahulu. Ada ritual yang biasa dijalankan sebelum membatik, yakni dengan salat Duha terlebih dahulu. Tidak cukup disitu pengrajin juga harus membaca syair kidung berbahasa jawa berisi ajaran Islam saat menorehkan malam ke selembar batik.

“Ciri khas batik Rifaiyah tiga negeri, yakni larangan penggambaran motif hewan secara utuh pada lembaran kain. Alasannya, mereka meyakini menggambar makhluk hidup itu berdosa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalipucang Wetan Mundakir menambahkan, adapun proses pembuatannya membutuhkan waktu minimal tiga minggu, ada yang dua bulan, bahkan enam bulan untuk sehelai kain. Atas kerja keras pembatik, kain batik Rifaiyah termurah dihargai  Rp350 ribu, itu pun untuk batik kasar.

“Untuk batik sedang mencapai Rp4 juta, batik halus dijual Rp6,5 juta, dengan pemasaran di berbagai Negara yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, India, Korea, Jepang, Yunani, Amerika dan Swedia,” tuturnya.

Menurut dia, batik Rifaiyah murni merupakan batik tulis. Warga tidak mau mengubahnya menggunakan mesin karena demi mempertahankan tradisi, sehingga hanya melayani pesananan terbatas.

“Kami membatik bukan menjadi bagian hidup, karena kalau secara ekonomi tidak memungkinkannya. Semangatnya hanya mempertahankan tradisi dan warisan leluhur,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 65
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 119
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 118
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 68
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 31
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 36