Pemerhati Cemaskan Perajin Batik Rifaiyah Makin Berkurang

Senin, 10 Oktober 2022 Jumadi Dibaca 1.091 kali Seni dan Budaya
Pemerhati Cemaskan Perajin Batik Rifaiyah Makin Berkurang
Batang Kekhawatiran terhadap perajin muda Batik Rifaiyah di Desa Kalipucang Wetan, yang terus berkurang karena tergerus oleh modernisasi, menjadikan para pemerhati industri batik di Kabupaten Batang berupaya meregenerasi dengan mengenalkan keterampilan yang telah turun menurun dari leluhur.

Batang Kekhawatiran terhadap perajin muda Batik Rifaiyah di Desa Kalipucang Wetan, yang terus berkurang karena tergerus oleh modernisasi, menjadikan para pemerhati industri batik di Kabupaten Batang berupaya meregenerasi dengan mengenalkan keterampilan yang telah turun menurun dari leluhur.

Upaya itu diwujudkan dengan menggelar Art & Dialog Indonesia bersama Portland Textile Month tentang Batik Rifaiyah secara virtual.

Pendiri Rumah Budaya Babaran Segara Gunung (BSG) Yogyakarta, Agus Ismoyo menyampaikan, kegiatan ini dikolaborasikan dengan event yang digelar di Kota Portland Amerika Serikat.

“Saya pilih Batik Rifaiyah karena masih memiliki nilai tangible atau aset fisik nilai moneternya terbatas maupun intangible atau aset non fisik di era industrialisasi, agar bisa berkembang dan bisa membawa dampak positif dari sudut pandang ekonomi bagi perajinnya,” katanya, saat ditemui, di Kampung Batik Rifaiyah, Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang, Senin (10/10/2022).

Cara membatik Rifaiyah yang dinilai unik pun diupayakan agar terus lestari.

“Membatik dengan cara melantunkan syair-syair pujian terhadap Allah SWT harus terus didengungkan oleh generasi muda, agar tetap lestari,” jelasnya.

Dialog akan digelar hingga beberapa sesi. Di antaranya membagikan pengalaman bersama generasi muda  bersama pemerhati seni membatik dari Institut Seni Indonesia (ISI) hingga Amerika Serikat.

Pembatik Rifaiyah, Maslikha menuturkan kemampuannya menorehkan goresan-goresan motif batik di selembar kain, didapatnya dari leluhurnya.

“Saya sering mengamati nenek dan ibu membatik. Akhirnya timbul rasa senang, dan mau meneruskan keterampilan seni membatik Rifaiyah agar tidak punah,” ungkapnya.

Ia mengakui, dari tahun ke tahun memang jumlah perajin batik di Kampung Batik Rifaiyah makin berkurang.

“Dulu waktu saya kecil sampai 80 pembatik, sekarang tinggal 60 perajin,” tuturnya.

Ia mengharapkan, ada pelatihan secara berkelanjutan untuk generasi muda, supaya seni membatik Rifaiyah tidak punah.

“Alasannya sangat klasik, generasi muda tidak mau membatik karena dari sisi ekonomi kurang menguntungkan. Untuk menghasilkan satu karya saja harus menunggu 4 bulan, mereka tidak sabar, akhirnya lebih memilih ke industri konveksi yang lebih cepat mendatangkan pundi-pundi rupiah,” terangnya.

Beberapa motif juga sempat ia tunjukkan dalam event Art & Dialog Indonesia bersama Portland Textile Month.

“Ada 24 motif yang diturunkan antara lain : Lancur, Banji, Tambal, Kotak Kitir, Gemblong Sak Iris, Romo Gendong, Pelo Ati dan lainnya,” ungkapnya.

Ke-24 motif tersebut membutuhkan waktu pembuatan yang cukup lama. Maka untuk mengatasi agar sisi ekonomi keluarga perajin tetap terjaga, maka muncullah motif lain yang dibuat dalam waktu singkat.

“Ada motif Bangbiron Kasaran yang dibuat hanya tiga minggu dengan harga jual Rp500 ribu sampai Rp700 ribu. Sedangkan khusus motif yang sesuai pakem Rifaiyah dibuat hingga 4-5 bulan dengan harga jual Rp3,5 juta,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 52
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 124
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 76
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 47
Hadirkan Satlantas, Kokam Batang Dilatih Kecakapan Berlalulintas Hadirkan Satlantas, Kokam Batang Dilatih Kecakapan Berlalulintas
Hadirkan Satlantas, Kokam Batang Dilatih Kecakapan Berlalulintas
Batang -  Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Batang bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) berupaya memperkuat kapasitas anggota dengan menggelar Pelatihan Kokam Berlalulintas. Menghadirkan nara sumber Sofwan Sumadi anggota DPRD Jateng dan Satlantas Polresta Batang, untuk menyiapkan jajaran Kokam yang berkompeten dalam membantu kalancaran lalu lintas.
23 Ags 2026 Jumadi 97
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang resmi membuka Gerakan Pengumpulan Sumbangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang Tahun 2026 pada Jumat 21 Agustus 2026. Penggalangan dana publik yang berlangsung hingga 21 November 2026 ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0736Batang, Letkol Inf. Didik Sudarmawan, selaku Ketua Umum Panitia.
22 Ags 2026 Jumadi 135