Pemerhati Cemaskan Perajin Batik Rifaiyah Makin Berkurang

Senin, 10 Oktober 2022 Jumadi Dibaca 1.073 kali Seni dan Budaya
Pemerhati Cemaskan Perajin Batik Rifaiyah Makin Berkurang
Batang Kekhawatiran terhadap perajin muda Batik Rifaiyah di Desa Kalipucang Wetan, yang terus berkurang karena tergerus oleh modernisasi, menjadikan para pemerhati industri batik di Kabupaten Batang berupaya meregenerasi dengan mengenalkan keterampilan yang telah turun menurun dari leluhur.

Batang Kekhawatiran terhadap perajin muda Batik Rifaiyah di Desa Kalipucang Wetan, yang terus berkurang karena tergerus oleh modernisasi, menjadikan para pemerhati industri batik di Kabupaten Batang berupaya meregenerasi dengan mengenalkan keterampilan yang telah turun menurun dari leluhur.

Upaya itu diwujudkan dengan menggelar Art & Dialog Indonesia bersama Portland Textile Month tentang Batik Rifaiyah secara virtual.

Pendiri Rumah Budaya Babaran Segara Gunung (BSG) Yogyakarta, Agus Ismoyo menyampaikan, kegiatan ini dikolaborasikan dengan event yang digelar di Kota Portland Amerika Serikat.

“Saya pilih Batik Rifaiyah karena masih memiliki nilai tangible atau aset fisik nilai moneternya terbatas maupun intangible atau aset non fisik di era industrialisasi, agar bisa berkembang dan bisa membawa dampak positif dari sudut pandang ekonomi bagi perajinnya,” katanya, saat ditemui, di Kampung Batik Rifaiyah, Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang, Senin (10/10/2022).

Cara membatik Rifaiyah yang dinilai unik pun diupayakan agar terus lestari.

“Membatik dengan cara melantunkan syair-syair pujian terhadap Allah SWT harus terus didengungkan oleh generasi muda, agar tetap lestari,” jelasnya.

Dialog akan digelar hingga beberapa sesi. Di antaranya membagikan pengalaman bersama generasi muda  bersama pemerhati seni membatik dari Institut Seni Indonesia (ISI) hingga Amerika Serikat.

Pembatik Rifaiyah, Maslikha menuturkan kemampuannya menorehkan goresan-goresan motif batik di selembar kain, didapatnya dari leluhurnya.

“Saya sering mengamati nenek dan ibu membatik. Akhirnya timbul rasa senang, dan mau meneruskan keterampilan seni membatik Rifaiyah agar tidak punah,” ungkapnya.

Ia mengakui, dari tahun ke tahun memang jumlah perajin batik di Kampung Batik Rifaiyah makin berkurang.

“Dulu waktu saya kecil sampai 80 pembatik, sekarang tinggal 60 perajin,” tuturnya.

Ia mengharapkan, ada pelatihan secara berkelanjutan untuk generasi muda, supaya seni membatik Rifaiyah tidak punah.

“Alasannya sangat klasik, generasi muda tidak mau membatik karena dari sisi ekonomi kurang menguntungkan. Untuk menghasilkan satu karya saja harus menunggu 4 bulan, mereka tidak sabar, akhirnya lebih memilih ke industri konveksi yang lebih cepat mendatangkan pundi-pundi rupiah,” terangnya.

Beberapa motif juga sempat ia tunjukkan dalam event Art & Dialog Indonesia bersama Portland Textile Month.

“Ada 24 motif yang diturunkan antara lain : Lancur, Banji, Tambal, Kotak Kitir, Gemblong Sak Iris, Romo Gendong, Pelo Ati dan lainnya,” ungkapnya.

Ke-24 motif tersebut membutuhkan waktu pembuatan yang cukup lama. Maka untuk mengatasi agar sisi ekonomi keluarga perajin tetap terjaga, maka muncullah motif lain yang dibuat dalam waktu singkat.

“Ada motif Bangbiron Kasaran yang dibuat hanya tiga minggu dengan harga jual Rp500 ribu sampai Rp700 ribu. Sedangkan khusus motif yang sesuai pakem Rifaiyah dibuat hingga 4-5 bulan dengan harga jual Rp3,5 juta,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 68
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 120
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 120
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 70
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 32
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 37