Pemerhati Cemaskan Perajin Batik Rifaiyah Makin Berkurang

Senin, 10 Oktober 2022 Jumadi Dibaca 1.083 kali Seni dan Budaya
Pemerhati Cemaskan Perajin Batik Rifaiyah Makin Berkurang
Batang Kekhawatiran terhadap perajin muda Batik Rifaiyah di Desa Kalipucang Wetan, yang terus berkurang karena tergerus oleh modernisasi, menjadikan para pemerhati industri batik di Kabupaten Batang berupaya meregenerasi dengan mengenalkan keterampilan yang telah turun menurun dari leluhur.

Batang Kekhawatiran terhadap perajin muda Batik Rifaiyah di Desa Kalipucang Wetan, yang terus berkurang karena tergerus oleh modernisasi, menjadikan para pemerhati industri batik di Kabupaten Batang berupaya meregenerasi dengan mengenalkan keterampilan yang telah turun menurun dari leluhur.

Upaya itu diwujudkan dengan menggelar Art & Dialog Indonesia bersama Portland Textile Month tentang Batik Rifaiyah secara virtual.

Pendiri Rumah Budaya Babaran Segara Gunung (BSG) Yogyakarta, Agus Ismoyo menyampaikan, kegiatan ini dikolaborasikan dengan event yang digelar di Kota Portland Amerika Serikat.

“Saya pilih Batik Rifaiyah karena masih memiliki nilai tangible atau aset fisik nilai moneternya terbatas maupun intangible atau aset non fisik di era industrialisasi, agar bisa berkembang dan bisa membawa dampak positif dari sudut pandang ekonomi bagi perajinnya,” katanya, saat ditemui, di Kampung Batik Rifaiyah, Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang, Senin (10/10/2022).

Cara membatik Rifaiyah yang dinilai unik pun diupayakan agar terus lestari.

“Membatik dengan cara melantunkan syair-syair pujian terhadap Allah SWT harus terus didengungkan oleh generasi muda, agar tetap lestari,” jelasnya.

Dialog akan digelar hingga beberapa sesi. Di antaranya membagikan pengalaman bersama generasi muda  bersama pemerhati seni membatik dari Institut Seni Indonesia (ISI) hingga Amerika Serikat.

Pembatik Rifaiyah, Maslikha menuturkan kemampuannya menorehkan goresan-goresan motif batik di selembar kain, didapatnya dari leluhurnya.

“Saya sering mengamati nenek dan ibu membatik. Akhirnya timbul rasa senang, dan mau meneruskan keterampilan seni membatik Rifaiyah agar tidak punah,” ungkapnya.

Ia mengakui, dari tahun ke tahun memang jumlah perajin batik di Kampung Batik Rifaiyah makin berkurang.

“Dulu waktu saya kecil sampai 80 pembatik, sekarang tinggal 60 perajin,” tuturnya.

Ia mengharapkan, ada pelatihan secara berkelanjutan untuk generasi muda, supaya seni membatik Rifaiyah tidak punah.

“Alasannya sangat klasik, generasi muda tidak mau membatik karena dari sisi ekonomi kurang menguntungkan. Untuk menghasilkan satu karya saja harus menunggu 4 bulan, mereka tidak sabar, akhirnya lebih memilih ke industri konveksi yang lebih cepat mendatangkan pundi-pundi rupiah,” terangnya.

Beberapa motif juga sempat ia tunjukkan dalam event Art & Dialog Indonesia bersama Portland Textile Month.

“Ada 24 motif yang diturunkan antara lain : Lancur, Banji, Tambal, Kotak Kitir, Gemblong Sak Iris, Romo Gendong, Pelo Ati dan lainnya,” ungkapnya.

Ke-24 motif tersebut membutuhkan waktu pembuatan yang cukup lama. Maka untuk mengatasi agar sisi ekonomi keluarga perajin tetap terjaga, maka muncullah motif lain yang dibuat dalam waktu singkat.

“Ada motif Bangbiron Kasaran yang dibuat hanya tiga minggu dengan harga jual Rp500 ribu sampai Rp700 ribu. Sedangkan khusus motif yang sesuai pakem Rifaiyah dibuat hingga 4-5 bulan dengan harga jual Rp3,5 juta,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
Batang Badai efisiensi anggaran yang sedang melanda keuangan daerah dipastikan tidak akan menjadi penghalang bagi apresiasi para pahlawan olahraga Kabupaten Batang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang memasang badan dan menegaskan bahwa bonus bagi atlet serta pelatih yang sukses menyumbang medali pada Porprov 2026 Semarang Raya adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
13 Jun 2026 Jumadi 78
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Batang - SMA Negeri 1 Wonotunggal terus berupaya menyosialisasikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 20262027, agar sesuai dengan prinsip yang dianut, No Titip, No Jastip. Pihak sekolah bersama komite dan perwakilan desa, telah menggelar sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat.
13 Jun 2026 Jumadi 56
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Batang Pemerintah Kabupaten Batang memasang target ambisius dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026 di Semarang Raya. Tidak main-main, kontingen Batang dibidik untuk menembus jajaran 10 besar. Demi membakar semangat para pejuang olahraga tersebut, suntikan motivasi berupa bonus bagi atlet dan pelatih kini tengah dimatangkan.
13 Jun 2026 Jumadi 68
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Batang Langkah Kabupaten Batang untuk menembus jajaran 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Semarang Raya dipastikan tidak akan mudah. Lompatan jauh dari peringkat ke-19 pada Porprov 2023 lalu menuju sepuluh besar diprediksi bakal menemui jalan berliku dan penuh tantangan berat. Tantangan nyata ini diulas secara mendalam dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (1362026).
13 Jun 2026 Jumadi 87
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Batang - Bagi Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, sekadar tumbuh saja tidak pernah cukup. Di tengah ketatnya persaingan antar daerah di Jawa Tengah, ia menyadari bahwa Kabupaten Batang harus berani mengambil langkah ekstrem.
12 Jun 2026 Jumadi 124
Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh
Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Batang mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui Apel Siaga di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (1262026). Kegiatan tersebut ditandai dengan penyematan rompi dan tanda pengenal petugas sensus oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan.
12 Jun 2026 Jumadi 159