Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang menggelar rapat tentang Penyampaian Jawaban Bupati atas pemandangan umum Fraksi-fraksi tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang tahun anggaran 2023 dan Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
Batang Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (DPRD) Batang menggelar rapat tentang Penyampaian Jawaban Bupati
atas pemandangan umum Fraksi-fraksi tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) Kabupaten Batang tahun anggaran 2023 dan Raperda tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah.
Penjabat (Pj) Bupati
Batang Lani Dwi Rejeki berhalangan hadir dan diwakilkan Pj Sekda Ari Yudianto.
Ketidak hadiran Pj Bupati karena mengikuti rapat pengarahan KPK di Semarang.
Rapat paripurna
tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD
Nur Waizin dan dihadiri oleh para anggota dewan dan kepala Organisasi Perangkat
Daerah (OPD).
Ari Yudianto yang
membacakan tanggapan jawaban serta penjelasan atas beberapa pertanyaan, saran
dan masukan dari anggota dewan mengatakan, menanggapi pertanyaan dari Fraksi
PPP terkait adanya kenaikan Belanja sebesar 1,54% dari tahun lalu, bahwa
kenaikan belanja ini terjadi pada pos belanja operasi, belanja tidak terduga
dan belanja transfer.
“Adapun terkait
penataan wilayah di Kecamatan Bandar, Pemkab Batang telah melakukan perencanaan
ke depan, diantaranya di pertigaan Pondok pesantren Tazakka, pelebaran jalan
Bandar-Gerlang dan penataan kawasan dan penggunaan lahan agar sesuai dengan
tata ruang,†katanya saat ditemui di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (27/9/2022).
Terkait pembangunan
trotoar dari Kantor Camat Bandar sampai dengan SMPN 1 Bandar merupakan
kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, akan segera kami koordinasikan.
Menanggapi masukan dari
Fraksi Demokrat-PAN terkait pendataan tenaga Non Aparatur Sipil Negara (ASN)
tahun 2022 di Pemerintah Kabupaten Batang.
“Kami sampaikan bahwa
semua tenaga Non ASN yang memenuhi syarat usia dan masa kerja diikutsertakan
dalam pendataan Non ASN tersebut, termasuk tenaga Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),
tenaga satpam, petugas kebersihan dan pengemudi, disamping koordinasi dan
konsultasi dengan Pemerintah Pusat terus kami lakukan,†jelasnya.
Menjawab pertanyaan
dari dari Fraksi Hanura-Nasdem terkait penurunan pendapatan dari sektor Pajak
MBLB dan PBB-P2 .
“Saat ini objek pajak Mineral
Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang berizin dan dikenai pajakhanya sejumlah 5
(lima) titik, selebihnya tidak berizin sehingga tidak ditarik pajaknya,†ujar
dia.
Adapun penurunan
pendapatan di sektor PBB-P2 disebabkan belum selesainya proses pengalihan lahan
PTPN di KITB dari PBB-P3 menjadi PBB-P2, sehingga diperkirakan pada tahun 2023
belum ada realisasi pendapatan. (MC Batang, JAteng/Edo/Jumadi)