Sekolah Diminta Cermati Cemaran pada Pangan

Selasa, 13 September 2022 Jumadi Dibaca 1.323 kali Kesehatan
Sekolah Diminta Cermati Cemaran pada Pangan
Batang - Banyaknya pedagang makanan kecil di lingkungan sekolah khususnya Sekolah Dasar (SD), mayoritas mengandung pewarna makanan yang dilarang penggunaannya karena berdampak buruk bagi kesehatan siswa.

Batang - Banyaknya pedagang makanan kecil di lingkungan sekolah khususnya Sekolah Dasar (SD), mayoritas mengandung pewarna makanan yang dilarang penggunaannya karena berdampak buruk bagi kesehatan siswa.

Penyuluh Keamanan Pangan  Puskesmas Warungasem, Rusita Wijayanti mengatakan, keamanan pangan diupayakan oleh Dinas Kesehatan bersama pihak sekolah, yakni bebas dari tiga cemaran.

“Cemaran fisik seperti staples, rambut atau benda asing lainnya. Cemaran kimia berupa Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang tidak direkomendasikan dan cemaran biologis berupa higienitas makanan yang tidak terjaga,” katanya, saat menjadi narasumber Bimtek Kader Keamanan Pangan di Hotel Sendang Sari, Kabupaten Batang, Selasa (13/9/2022).

Ia menerangkan, BTP yang tidak diizinkan antara lain pewarna pakaian karena berbahaya bagi kesehatan.

“Kalau pun menggunakan BTP yang diizinkan tetap harus menggunakan takaran tertentu,” tegasnya.

Terkait dengan Monosodium Glutamate (MSG), ia menanggapi tetap aman dikonsumsi selama menerapkan takaran yang tepat.

“Jumlah MSG yang boleh dikonsumsi tiap harinya 1,7 gram,” terangnya.

Dari pihak Dinas Kesehatan secara berkala melakukan pemantauan terhadap makanan ringan yang dijual di luar lingkungan sekolah.

Beberapa langkah yang dilakukan dengan memeriksa sampel makanan yang dijual jika ditemukan penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai aturan, tahap awal akan dilakukan pembinaan terlebih dahulu. Namun jika ada peristiwa berulang bukan tidak mungkin akan diberikan sanksi pidana.

Sementara itu dari unsur institusi pendidikan selama ini hanya bisa memberikan pemahaman agar anak didik tidak membeli makanan ringan dari pedagang di luar sekolah, karena dikhawatirkan menggunakan bahan tambahan pangan yang belum tentu baik untuk kesehatan.

Salah satu guru, SDN Simpar Bandar, Rozikin mengatakan, pihak sekolah tidak dapat bertindak semena-mena terhadap pedagang makanan yang menjajakan dagangannya di sekitar lingkungan sekolah.

“Mereka juga mencari rezeki, makanya kami cuma bisa mewanti-wanti anak supaya mengomsumsi makanan sehat,” jelasnya.

Ia memastikan di lingkungan sekolah sudah ada kantin sehat, meskipun jenis makanannya belum begitu variatif.

“Semua tergantung dana, sementara baru ada buah-buahan, jus buah dan makanan sehat lainnya,” tuturnya.

Pihak sekolah sangat menganjurkan agar orang tua murid ikut berpartisipasi dalam pemenuhan makanan bergizi bagi putra-putrinya.

“Waktu ada Covid-19, orang tua murid membawakan makanan dari rumah. Sayangnya setelah pandemi mereda, kebiasaan itu tidak dirutinkan lagi,” ujar dia.

Seluruh elemen diharap bisa bersinergi mulai orang tua , pendidik dan Pemda yang mendukung dengan menerbitkan Perda agar ada kejelasan peraturan tentang makanan yang boleh dijual oleh pedagang. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Meminta Maaf, Wapres Gibran Temui Orang Tua Korban Keracunan MBG di Batang Meminta Maaf, Wapres Gibran Temui Orang Tua Korban Keracunan MBG di Batang
Meminta Maaf, Wapres Gibran Temui Orang Tua Korban Keracunan MBG di Batang
Batang Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menemui orang tua siswa yang anaknya terdampak dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Pasusukan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (2892026).
28 Sep 2026 Jumadi 479
Wapres Gibran Tinjau Korban Dugaan Keracunan MBG di RSUD Limpung Batang Wapres Gibran Tinjau Korban Dugaan Keracunan MBG di RSUD Limpung Batang
Wapres Gibran Tinjau Korban Dugaan Keracunan MBG di RSUD Limpung Batang
Batang - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan langsung untuk menjenguk para korban kasus dugaan keracunan makanan pasca-konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
28 Sep 2026 Jumadi 795
Atasi Sampah Liar yang Dikeluhkan Warga, Plt Camat Tulis Apresiasi Gerak Cepat DLH Batang Atasi Sampah Liar yang Dikeluhkan Warga, Plt Camat Tulis Apresiasi Gerak Cepat DLH Batang
Atasi Sampah Liar yang Dikeluhkan Warga, Plt Camat Tulis Apresiasi Gerak Cepat DLH Batang
Batang - Kepulan asap dari pembakaran sampah liar yang kian mengganggu kenyamanan warga akhirnya memantik respons tegas dari pihak aparat setempat. Tak ingin masalah ini kian berlarut dan merusak lingkungan, Pemerintah Kecamatan Tulis langsung turun tangan mengambil langkah konkret di lapangan.
28 Sep 2026 Jumadi 164
Tinjau Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Segera Dituntaskan Tinjau Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Segera Dituntaskan
Tinjau Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Segera Dituntaskan
Batang Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau penanganan korban dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSUD Limpung, Kabupaten Batang, Senin (2892026).
28 Sep 2026 Jumadi 627
Wapres Pastikan Penanganan Optimal Bagi Korban Keracunan Makanan di Batang Wapres Pastikan Penanganan Optimal Bagi Korban Keracunan Makanan di Batang
Wapres Pastikan Penanganan Optimal Bagi Korban Keracunan Makanan di Batang
Batang - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menemui orang tua siswa yang anak-anaknya terdampak dugaan keracunan makanan di Sekolah Dasar Negeri Pasusukan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (28092026). Dalam pertemuan tersebut, Wapres menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan pemerintah menindaklanjuti keluhan keluarga dan mengoptimalkan penanganan para korban.
28 Sep 2026 Jumadi 215
Wapres Pastikan Pasien Dugaan Keracunan Makanan di Batang Tertangani hingga Pulih Wapres Pastikan Pasien Dugaan Keracunan Makanan di Batang Tertangani hingga Pulih
Wapres Pastikan Pasien Dugaan Keracunan Makanan di Batang Tertangani hingga Pulih
Batang - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyampaikan permohonan maaf kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak dugaan keracunan makanan di Kabupaten Batang. Wapres memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal hingga pulih serta tidak terbebani biaya pengobatan.
28 Sep 2026 Jumadi 257