Masyarakat Perlu Tahu Pengolahan Daging Saat PMK

Selasa, 12 Juli 2022 Jumadi Dibaca 1.501 kali Kesehatan
Masyarakat Perlu Tahu Pengolahan Daging Saat PMK
Batang Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang rawan menyerang ternak kambing dan sapi, mengharuskan masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan mengetahui cara mengolah daging kurban, agar terbebas dari penyebaran virus tersebut.

Batang Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang rawan menyerang ternak kambing dan sapi, mengharuskan masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan mengetahui cara mengolah daging kurban, agar terbebas dari penyebaran virus tersebut.

Beberapa kalangan seperti tenaga medis kesehatan hewan maupun ahli gizi berupaya mengedukasi dengan membagikan tips dan trik agar masyarakat makin memahami cara pengolahan daging secara baik dan benar.

Medis Veteriner Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) Batang Drh. Ambar Puspitaningsih menyampaikan, untuk meminimalkan penyebaran PMK pada lingkungan sekitar, setelah mendapat daging, masyarakat tidak perlu mencuci, namun langsung direbus selama 30 menit.

“Untuk manusia aman karena bukan zoonosis,” katanya, saat ditemui, di Kantor Dislutkanak Kabupaten Batang, Selasa (12/7/2022).

Sebaiknya, setelah direbus air rebusan pertama langsung dibuang lalu baru boleh diolah lebih lanjut.

“Untuk sampah pembungkusnya jangan langsung dibuang tapi direndam dengan air deterjen atau air cuka,” imbaunya.

Ia memastikan, andai kata ada daging yang sudah terindikasi PMK dan dikonsumsi tidak akan berbahaya bagi manusia.

“Yang berbahaya justru ketika dagingnya langsung dicuci, dikhawatirkan virus itu ikut mengalir ke saluran pembuangan hingga ke  sungai dan lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ahli Gizi RS QIM Batang, Cyntia Ayu Rohmawati menerangkan, selama cara mengolahnya benar dan sesuai standar, dipastikan bakteri yang melekat pada daging akan ikut hilang, sehingga aman dikonsumsi.

“Pilih daging yang masih berwarna merah segar, jangan yang sudah berlendir dan hindari tekstur daging yang sudah tidak kenyal,” terangnya.

Dalam tahap pengolahan awal, sebaiknya dilakukan perebusan dengan suhu 100⁰ Celsius atau setara dengan 30 menit.

“Kalau mau dikonsumsi pilihlah daging khas dalam tanpa lemak, karena dikhawatirkan menyebabkan timbulnya kolesterol,” ungkapnya.

Ia menyarankan, meskipun mayoritas masyarakat menggemari menu sate, alangkah baiknya sebelum dibakar daging direbus dahulu untuk mematikan bakterinya.

Menu olahan bisa beragam, sesuai selera masing-masing. Hanya saja, bagi penderita Penyakit Tidak Menular (PTM) diupayakan mengurangi konsumsi menu serba dibakar.

“Takaran konsumsi yang masih dalam batas kewajaran 75-100 gram untuk sekali makan. Bagi penderita PTM, masih diizinkan asal pilih daging khas dalam tanpa lemak dan jeroan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 47
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 132
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 141
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 85
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 44
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 54