Buruh Kawal Kawasan Industri Jauh Dari Korupsi

Selasa, 28 Juni 2022 Jumadi Dibaca 1.335 kali Sosial
Buruh Kawal Kawasan Industri Jauh Dari Korupsi
Batang Menyikapi transformasi Kabupaten Batang dari wilayah agraris menjadi kota industri, kaum buruh bersama santri dan petani berupaya membentuk sebuah wadah untuk mengawal Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang jauh dari tindak korupsi.

Batang Menyikapi transformasi Kabupaten Batang dari wilayah agraris menjadi kota industri, kaum buruh bersama santri dan petani berupaya membentuk sebuah wadah untuk mengawal Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang jauh dari tindak korupsi.

Untuk mewujudkannya, kaum buruh akan dibimbing oleh Sekjen Transparency International Indonesia (TII) dan Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam bentuk diskusi ringan yang akan digelar tiap tiga bulan sekali.

Sekretaris Serikat Pekerja Nasional (SPN) Batang, Gotama Bramanti menyampaikan, wadah ini nantinya akan menjadikan ketiga golongan tersebut lebih peduli terhadap kondisi yang rawan terjadi di Kabupaten Batang.

“Pembahasan isu korupsi harus fokus tidak boleh ditumpangi kepentingan politik. Nantinya mereka akan diberikan ruang untuk melapor apabila terjadi tindak korupsi secara independen,” katanya, saat ditemui di Omah Tani, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Senin (27/6/2022).

Ia memastikan, jika di KIT Batang ada banyak pabrik, maka akan ada 500 pekerja, yang akan menimbulkan blok atau kelompok sosial politik baru.

“Transformasi besar ini yang sedang dikawal, yang dimungkinkan rawan terjadinya peningkatan angka kriminalitas, karena perubahan dari daerah agraris ke industri, seperti yang pernah terjadi di Bekasi dan Tangerang,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjut dia, diharapkan setelah ada kerja sama dan pemantauan dari banyak pihak, maka ketika KITB membutuhkan pekerja, maka Disnaker melalui Balai Latihan Kerja (BLK), dapat menyiapkan jumlah dan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.

Sekjen Transparency International Indonesia (TII) Danang Widoyoko mengatakan, perubahan sosial di Kabupaten Batang saat ini sudah mulai terjadi karena dari daerah yang semula agraris segera berubah menjadi pusat industri.

“KIT Batang ini nanti akan jadi pusat industri raksasa, seperti kawasan industri di Bekasi dan Tangerang, pasti akan terjadi perubahan sosial besar-besaran,” tegasnya.

Contohnya, pelayanan publik yang akan mengalami perubahan baik kepada warga baru maupun lama.

“Populasi warga Batang yang mencapai 800 ribu jiwa, jika ditambah 500 ribu warga pedatang, tentu membutuhkan sarana publik baru seperti sekolah, infrastruktur jalan, hingga perumahan baru, tentu akan mempengaruhi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” terangnya.

Dimungkinkan selama 10 tahun ke depan Pemkab Batang akan melakukan belanja besar-besaran untuk meningkatkan pelayanan publik.

“Cara penanganan utama adalah efisiensi anggaran, maka tidak boleh ada kebocoran, yang rawan menimbulkan korupsi. Sekarang mungkin belum, tapi ketika KIT Batang mulai beroperasi pasti tekanan terhadap APBD lebih besar,” ungkapnya.

Diskusi ini diharapkan menyadarkan masyarakat, untuk aktif menuntut pelayanan publik agar layak dan makin mudah. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 58
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 96
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 150
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 75
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 126
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 132