Batang - BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan bekerja sama dengan Puskesmas Batang 3 menggelar cek kesehatan gratis sekaligus pemantauan gizi bagi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), di SMA Negeri 2 Batang, Kabupaten Batang, Kamis (1862026). Pantauan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana nilai kemanfaatan program tersebut bagi penerima, dengan memperhatikan Indeks Masa Tubuh (IMT).
Batang - BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan bekerja sama dengan Puskesmas Batang 3 menggelar cek kesehatan gratis sekaligus pemantauan gizi bagi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), di SMA Negeri 2 Batang, Kabupaten Batang, Kamis (18/6/2026). Pantauan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana nilai kemanfaatan program tersebut bagi penerima, dengan memperhatikan Indeks Masa Tubuh (IMT).
Pengecekan dilakukan untuk mengetahui para siswa apakah termasuk dalam kategori baik, kurang gizi atau bahkan gizi buruk. Dalam pantauannya, Kepala BPJS Kesehatan Batang Lisa Septiana mengambil sampel kepada 100 pelajar SMAN 2 Batang.
“Memang tidak semua siswa diambil sampel, yang terpenting nantinya agar terjadi kesesuaian antara kebutuhan gizi siswa dengan angka kecukupan gizi di tiap menu MBG yang disajikan. Ke depan kemungkinan akan dilakukan hal serupa di sekolah lain, agar diketahui IMT antara sebelum dan setelah menerima MBG,” jelasnya.
Para siswa juga diminta melakukan skrining riwayat kesehatan diri melalui sebuah aplikasi, untuk mengetahui kondisi tubuhnya. Apabila nanti berisiko suatu penyakit, segera melakukan pemeriksaan intensif ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 100 anak, Perawat Puskesmas Batang 3 Andre Prasetyo membenarkan dua di antaranya terindikasi mengidap tekanan darah tinggi. Hal ini dikarenakan memiliki tekanan darah yang dinilai cukup tinggi bagi kalangan pelajar.
“Setelah diperiksa tensinya di atas 140, itu dianggap tinggi apalagi masih pelajar. Ini juga erat kaitannya dengan pola makan setiap harinya, serta seringnya begadang, maka perlu diperbaiki pola hidup seperti ini, agar semuanya kembali normal,” terangnya.
Salah satu siswa, Yuni dan Rafael diminta mengikuti pemeriksaan kesehatan karena dirasa penting untuk mengetahui IMT dari pola hidup keseharian.
“Tadi yang dicek itu tinggi dan berat badan, alhamdulillah kondisi tubuh baik, cuma memang disarankan sama perawat untuk lebih banyak mengonsumsi air putih,” tuturnya.
Sementara itu, Pembina Palang Merah Remaja, SMAN 2 Batang Ferawati mengapresiasi inisiatif dari BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan yang melakukan pantauan terhadap anak didiknya.
“Tentunya ketika ada siswa yang berisiko suatu penyakit, BPJS Kesehatan bisa mengarahkan langkah tepat apa yang harus dilakukan untuk menanganinya,” ujar dia.
Ia berharap, program pantauan gizi dapat dilakukan secara berkelanjutan, agar masalah seputar pemenuhan gizi siswa dapat teratasi dengan tepat. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)