Menengok Pelaku Ekraf di Kabupaten Batang, Jamu dan Teh Naik Kelas

Rabu, 25 Mei 2022 Jumadi Dibaca 1.320 kali IKM UKM UMKM
Menengok Pelaku Ekraf di Kabupaten Batang, Jamu dan Teh Naik Kelas
Batang - Batang Expo 2022 menjadikan angin segar bagi masyarakat Kabupaten Batang, sudah dua tahun ditiadakan dan tahun 2022 kini ini hadir kembali.

Batang - Batang Expo 2022 menjadikan angin segar bagi masyarakat Kabupaten Batang, sudah dua tahun ditiadakan dan tahun 2022 kini ini hadir kembali.

Hal ini membuat dampak positif tetapi para pelaku usaha juga terdampak mereka bisa mempromosikan produknya di stan milik daerah kecamatannya masing-masing untuk dipamerkan.

Begitu pula yang dilakukan oleh Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Batang turut membranding berbagai produk Ekraf pada Batang Expo ini.

“Pada stan Ekraf ini kami ingin mengenalkan bahwa di Kabupaten Batang ini sudah ada KEK. Kami ingin menjadi wadah bagi pelaku Ekraf untuk mempromosikan produknya,” kata Sekretaris KEK Batang, Eka Panca Wijaya saat ditemui di Disparpora, Kabupaten Batang, Rabu (25/5/2022).

Produk yang ditawarkan yakni rata-rata yang sudah masuk di Katalog Ekraf yang launching bulan lalu.

“Produk utama yang kami branding kali ini Jae Ale dan Nala Indonesian Tea. Kemudian untuk produk pendukung di sini yakni Tasus Salimah, Landax, Martabak Ireng, Batang Coffee, wayang golek, Kioni, BJO Furface, kupu-kupu daun, tenun gendong, komunitas miniatur kapal kayu, The Rayap dan sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, animo pengunjung di stan Ekraf luar biasa, hampir semua produk Ekraf di sini laris manis diburu pengunjung. Selain promosi, KEK juga memamerkan agenda-agenda dan program KEK, serta sertifikat apresiasi kreasi Indonesia dari Kementerian Pariwisata kepada BJO Furface, Bakoel Jamu dan Kioni.

Sementara itu, Owner Bakoel Jamu, Ginanjar Saputra mengatakan, produk jae ale yang tengah dibranding Ekraf. Jae ale ini minuman fermentasi jahe dan lemon yang dikemas dengan botol kaca unik. Jae ale dengan sensasi soda rasa lemon ini mulai digandrungi kaum milenial.

“Usaha ini bermula dari keinginan untuk mengajak masyarakat mengonsumsi jamu yang saat ini mulai ditinggalkan. Sejak kecil saya familiar dengan jamu. Saya mencoba meracik jamu dan mengemasnya agar jamu naik kelas, sehingga para kawula muda tak sungkan minum jamu seperti minum kopi atau teh,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemilik Nala Indonesian Tea, Ratih Anggun Perdhani mengungkapkan, bahwa Nala Indonesian Tea mendukung gaya hidup sehat yang sekarang ini sudah mulai banyak dilakukan oleh masyarakat.

“Kami mengemas produk teh premium lokal terbaik yaitu petikan pucuk +2 daun di bawahnya, hand plucking, homemade, serta membuat aneka varian teh artisan yaitu natural blend, berbahan dasar teh, tisane, dried fruits, dan aneka rempah tanpa bahan tambahan essence ataupun bahan kimia dengan harga terjangkau dan kualitas terbaik,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 65
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 119
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 118
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 68
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 31
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 36