Tradisi Unik Nelayan Klidang Lor Batang Adakan Lomba Dayung

Selasa, 03 Mei 2022 Jumadi Dibaca 1.694 kali Pemerintahan
Tradisi Unik Nelayan Klidang Lor Batang Adakan Lomba Dayung
Batang - Momen Idulfitri memang menjadi momen sakral untuk menyambung tali silaturahmi. Momen lebaran ini juga dimanfaatkan para nelayan Batang khususnya yang bermukim di Klidang Lor bersilaturahmi dengan menggelar lomba dayung tradisional.

Batang - Momen Idulfitri memang menjadi momen sakral untuk menyambung tali silaturahmi. Momen lebaran ini juga dimanfaatkan para nelayan Batang khususnya yang bermukim di Klidang Lor bersilaturahmi dengan menggelar lomba dayung tradisional.

Bahkan tradisi ini sudah dimulai sejak 43 tahun yang lalu. Pada tahun 1977 tradisi mulai berkembang lebih maju dengan dipertemukan dua tim setiap pertandingannya.

Pada tahun 2022 ini kembali menggeliat lagi lomba dayung tradisional, karena dua tahun kemarin adanya Pandemi Covid-19 kegiatannya ditiadakan.

"Sejarah lomba dayung tradisional Kabupaten Batang menjadi salah satu kalender wisata yang sudah saya tetapkan," kata Bupati Batang Wihaji usai membuka lomba dayung tradisional di Sungai Klidang Lor Kecamatan Batang Kabupaten Batang, Selasa (3/5/2022).

Tahun ini inisiatif dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk memperlonggar kegiatan masyarakat setelah dua tahun Pandemi Covid-19 yang membuat aktivitas masyarakat dibatasi, maka saya putuskan jalan saja tradisi nelayan ini yang penting jaga protokol kesehatannya.

"Mereka para pemuda nelayan sudah rindu dengan tradisi ini karena agenda lomba dayung tradisional sudah menjadi tradisi turun temurun di Klidang Lor," jelasnya.

Apalagi, lanjut dia, kegiatan ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Klidang Lor. Bisa dilihat dipinggir-pinggir sungai banyak yang berjualan baik minuman dan makanan dan juga dari penghasilan parkir yang bisa mendapatkan keuntungan banyak.

Mudah-mudahan dengan digelarnya lomba dayung tradisional bisa menumbuhkan perekonomian Kabupaten Batang yang menjadi rutinan setiap tahunnya.

"Tahun depan Pemkab Batang akan memberikan dua perahu naga untuk pembaruan perahu soalnya ada beberapa perahu yang kurang layak," ungkapnya.

Sementara, Sesepuh Panitia Lomba Dayung Tradisional Nur Untung Slamet mengatakan, awalnya adanya lomba dayung tradisional dari 43 tahun yang lalu Dimana selama satu tahun ini mereka akhirnya bisa saling berkumpul, setelah sehari-harinya melaut bersama kelompoknya masing-masing.

"Kemudian, momen ini mereka bisa saling bersilaturahmi dengan cara khas mereka sebagai seorang nelayan. Yakni dengan lomba dayung tapi dahulu belum seperti sekarang, belum terorganisir," tuturnya.

Baru adanya lomba dayung tradisional mulai tahun 1977 sampai sekarang yang penyelenggaraan lebih matang dengan adanya organisasi dan ketentuan lombanya.

Lomba dayung tradisional tahun 2022 peserta ada 318 tim yang bertanding lokal sini saja. Sesuai arahan Bupati Batang Wihaji supaya dibatasi dulu karena masih masa Pandemi Covid-19.

"Total hadiah lomba dayung tradisional yang diperebutkan sebesar Rp60.000.000,00 dan piala. Dengan penyelenggaraan selama 5 hari," ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Pengumpulan Minyak Jelantah di Batang Raih Rekor MURI, Hasilkan Cuan Rp90 Juta Untuk Bioavtur Pengumpulan Minyak Jelantah di Batang Raih Rekor MURI, Hasilkan Cuan Rp90 Juta Untuk Bioavtur
Pengumpulan Minyak Jelantah di Batang Raih Rekor MURI, Hasilkan Cuan Rp90 Juta Untuk Bioavtur
Batang Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setda Batang M Fathoni menegaskan bahwa aksi pengumpulan minyak goreng bekas atau jelantah di lingkungan Sekretariat Daerah bukan sekadar mengejar angka. Gerakan ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Batang dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan.
13 Apr 2026 Jumadi 27
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Batang - Kabupaten Batang bersiap menghelat pesta rakyat yang tak biasa. Memperingati hari jadinya Ke-60, tradisi Kirab Budaya tahun ini tampil lebih kolosal dan sakral, membawa atmosfer keagungan Kasultanan Yogyakarta ke tanah Batang.
12 Apr 2026 Jumadi 81
Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Batang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan dalam rangka Ziarah Kebangsaan sekaligus pembinaan Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PPRT) di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 131
Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah
Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 dengan mengusung tema Kesultanan Yogyakarta, di Pendopo Kabupaten Batang Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 109
Berbusana Ala Jogja, Bupati Faiz Wacanakan Batang Kembali ke Era Mataraman Berbusana Ala Jogja, Bupati Faiz Wacanakan Batang Kembali ke Era Mataraman
Berbusana Ala Jogja, Bupati Faiz Wacanakan Batang Kembali ke Era Mataraman
Batang - Peringatan Kembalinya Kabupaten Batang Ke-60, makin semarak karena diliputi nuansa Keraton Yogyakarta yang begitu kental. Dimulai dari busana beskap dan blangkon yang dikenakan Bupati M Faiz Kurniawan bernuansakan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, saat menggelar kirab budaya di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 43
Kesakralan Tombak Kyai Abirawa di Tiap Gelaran Budaya Batang Kesakralan Tombak Kyai Abirawa di Tiap Gelaran Budaya Batang
Kesakralan Tombak Kyai Abirawa di Tiap Gelaran Budaya Batang
Batang - Peringatan Hari Kembalinya Kabupaten Batang Ke-60 digelar meriah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk ahli waris Tombak Pusaka Kyai Abirawa beserta pengiringnya. Keberadaannya tak bisa dilepaskan dari kelanggengan pemerintahan Kadipaten Batang sejak era Mataram Islam, bahkan saat gelaran Malam Satu Sura yang penuh Kesakralan.
12 Apr 2026 Jumadi 13