Dirut Holding PT PN: Ini Hari Bersejarah di Batang Menuju Swasembada Gula

Jumat, 01 April 2022 Jumadi Dibaca 982 kali Pemerintahan
Dirut Holding PT PN: Ini Hari Bersejarah di Batang Menuju Swasembada Gula
Batang - Hari ini merupakan hari bersejarah bagi industri gula di Indonesia. Pasalnya, di Desa Kuripan, Kecamatan Subah Kabupaten Batang Jawa Tengah, mulai penanaman bibit tebu untuk memenuhi gula konsumsi.

Batang - Hari ini merupakan hari bersejarah bagi industri gula di Indonesia. Pasalnya, di Desa Kuripan, Kecamatan Subah Kabupaten Batang Jawa Tengah, mulai penanaman bibit tebu untuk memenuhi gula konsumsi. 

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Abdul Ghani, usai menanam bibit tebu di Desa Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jumat (1/4/2022). 

“Kita memulai pertama kick off kolaborasi antara PTPN dengan seluruh Stakeholder yang diinisiasi dan didukung Bupati Batang, dan ini akan kita buat pola yang kita bawa ke daerah-daerah lain,” katanya. 

Ia menyatakan, kolaborasi sebagai upaya rencana jangka panjang  Pemerintah Indonesia untuk swasembada gula konsumsi di tahun 2025. 

“Kami PTPN grup atasan arahan bapak menteri BUMN ke depan industri gula BUMN menjadi tulang punggung bagi ketahanan gula nasional,” jelasnya. 

Abdul Ghani menjelaskan, kolaborasi ini bukan semata-mata untuk kepentingan perusahaan, tapi untuk mengurangi ketergantungan dari impor gula. Dengan kolaborasi selain untuk swasembada gula tapi kita akan meningkatkan kesejahteraan petani. 

“Program tersebut juga menjadi role model bagi kolaborasi antara BUMN, PTPN dan perbankan. Seluruh kegiatan swasembada gula  akan di backup pupuk dari pupuk Indonesia, pendanaan dari perbankan bahkan ada asuransi pertaniannya,” ungkapnya. 

Tahun ini, lanjut dia, untuk wilayah Jawa Tengah bagian Utara, Batang, ada 700 hektare, kalau pak Bupati bisa lebih dari itu akan kita tingkatkan, antara Pemerintah daerah di bawahnya lagi Pemerintah desa.

PT PN juga menyiapkan bibit berkualitas secara gratis dan juga selama penggarapannya akan ada pendampingan. 

“Tahun ini target kita produksi gula mencapai 1,1 juta ton. Sehingga pada tahun 2025 bisa tercapai 1,8 juta ton.  Kebutuhan gula nasional 3,5 juta ton. Jadi tahun 2025, PTPN akan memproduksi 60 persen kebutuhan gula. Adapun 40 persennya kebutuhan gula impor,” terangnya. 

Untuk swasembada gula, lahan perkebunan tebu hanya butuh 250 ribu hektate, saat ini baru mencapai 150 ribu hektare. 

“Penambahan lahan kita kolaborasi dengan tanah- tanah bengkok, tanah-tanah petani, kolaborasi dengan petani, kemudian dengan perhutani juga,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, perluasan lahan baru akan dilakukan di Sumatera Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

“Gula itu sembilan bahan pokok. Jadi ketahanan gula adalah ketahanan nasional,” tandasnya. 

Sementara itu, Bupati Batang, Wihaji mengapresiasi kolaborasi antar lembaga BUMN dalam berupaya swasembada gula. 

“Saya punya keyakinan petani tebu passti lebih untung, lebih baik dan sejahtera serta program swasembada gula tercapi,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, jika petani mendapat manfaat dari menanam tebu. Bisa dipastikan petani lain juga akan ikut menanamnya tanpa ada paksaan. 

“Yang penting cari lahan lahan tidak yang merugikan. Hukum alam kalau petani lebih untung pasti laris,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Disnaker Batang Bekali Peserta Pelatihan Kelistrikan, Siapkan SDM Siap Kerja dan Berwirausaha Disnaker Batang Bekali Peserta Pelatihan Kelistrikan, Siapkan SDM Siap Kerja dan Berwirausaha
Disnaker Batang Bekali Peserta Pelatihan Kelistrikan, Siapkan SDM Siap Kerja dan Berwirausaha
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan berbasis kompetensi. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Keterampilan Berdasarkan Unit Kompetensi bidang Teknik Kelistrikan yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026.
22 Jun 2026 Jumadi 73
Dishub Genjot PAD dari Sektor Parkir di Kabupaten Batang Dishub Genjot PAD dari Sektor Parkir di Kabupaten Batang
Dishub Genjot PAD dari Sektor Parkir di Kabupaten Batang
Batang - Upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir harus membentur tembok tebal. Bagaimana tidak, hingga pertengahan tahun 2026, setoran retribusi parkir tepi jalan umum baru menyentuh angka 26 persen. Salah satu pemicu utamanya, masih ada empat kecamatan yang sama sekali belum tersentuh potensi parkir.
22 Jun 2026 Jumadi 40
Harga Daging Merangkak, Pengusaha Bakso Terpaksa Kurangi Takaran Harga Daging Merangkak, Pengusaha Bakso Terpaksa Kurangi Takaran
Harga Daging Merangkak, Pengusaha Bakso Terpaksa Kurangi Takaran
Batang - Harga daging sapi di pasar tradisional Kabupaten Batang mengalami kenaikan sebesar Rp3 ribu, sejak 15 Juni 2026. Hal tersebut dikarenakan harga sapi hidup yang terus merangkak naik, sehingga mengakibatkan konsumen terutama pengusaha olahan daging, terdampak langsung dari kenaikan tersebut.
22 Jun 2026 Jumadi 31
Upayakan Kemaslahatan Umat, MUI Batang Jaga Sinergi bersama Umara Upayakan Kemaslahatan Umat, MUI Batang Jaga Sinergi bersama Umara
Upayakan Kemaslahatan Umat, MUI Batang Jaga Sinergi bersama Umara
Batang - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batang menggelar diskusi dengan menghadirkan perwakilan anggota dari tiap kecamatan, untuk mempertegas perannya bagi kemaslahatan umat. Peran strategis MUI sangat dibutuhkan, baik sebagai pembimbing maupun penyambung lidah antara umat dengan umara atau pemimpin.
20 Jun 2026 Jumadi 58
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
Batang - Penerapan metode non-klasikal dalam program Batang Corporate University (Batang Corpu) diklaim mampu memangkas anggaran pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang hingga empat kali lipat dibandingkan metode konvensional. Langkah ini diambil sebagai solusi atas terbatasnya anggaran daerah yang selama ini membuat mayoritas ASN belum mendapatkan hak pengembangan kompetensi mereka secara maksimal.
19 Jun 2026 Jumadi 112
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028 5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
Batang - Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang tengah bersiap mengambil peran besar dalam mendukung operasional Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Melalui usulan panjang yang akhirnya diakomodasi oleh pemerintah pusat, pasokan air bersih bagi masyarakat di wilayah penyangga kawasan industri tersebut kini mulai menemui titik terang.
19 Jun 2026 Jumadi 112