Batang Tak berkesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) karena faktor usia melebihi batas, ratusan perawat di Kabupaten Batang berharap agar mendapat formasi sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Batang
Tak berkesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) karena faktor usia melebihi
batas, ratusan perawat di Kabupaten Batang berharap agar mendapat formasi sebagai Pegawai
Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Dari
400 perawat non ASN, 108 di antaranya adalah mereka yang telah lebih dari 5
tahun mengabdikan dirinya sebagai salah satu tenaga kesehatan, yang membantu
tugas para tenaga medis melayani pasien, baik di rumah sakit maupun Puskesmas.
Salah
satu perawat Yulianto Setiyawan mengatakan, sebagian dari perawat memahami tidak
bisa masuk dalam formasi ASN, karena faktor usia. Maka P3K menjadi jalan
satu-satunya untuk meraih kesejahteraan yang lebih.
“Kalau
P3K itu kan usianya bisa 50 tahun. Dan selama ini mayoritas P3K diisi oleh
tenaga pendidikan, sedangkan tenaga kesehatan belum diformasikan secara
maksimal, maka hari ini kami menggelar audiensi bersama Bupati, agar ada
formasi di tahun 2022,†katanya,
saat ditemui, di RSUD Kalisari, Kabupaten
Batang, Kamis (17/3/2022).
Para
perawat berharap besar agar menjadi P3K melihat keberadaannya sangat dibutuhkan
di masa pandemi.
“Selama
ini untuk gaji pokok belum UMK, yakni Rp1,5 juta. Sedangkan UMK di Batang Rp2,1
juta,†jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Persatuan
Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Batang, Mohammad
Fajeri, S.Kep menuturkan, di tahun 2022 dan 2023 diperkirakan akan ada
kesempatan bagi para perawat untuk bisa mengikuti tes seleksi P3K.
“Semoga
saja tahun ini rekan-rekan kami terutama 108 perawat itu bisa mengikuti dan
lolos seleksi. Tentunya itu tergantung formasi dan kebijakan pemda,†ungkapnya.
Ia
tetap mengharapkan, para perawat dapat diikutkan dalam sistem afirmasi untuk
menjadi P3K, karena melihat pengabdiannya untuk masyarakat secara terus-menerus.
“Itu
bisa dibuktikan dengan ijazah, Surat Tanda Registrasi (STR) dan kompetensi yang
dimiliki,†ujar dia.
(MC Batang,
Jateng/Heri/Jumadi)