Batang - Dalam rangka mendukung program dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, tentang perekrutan anggota TNI AD dari kalangan santri, Kodim 0736/Batang melalui Danramil dan Para Babinsa jajaran telah melakukan sosialisasi di Pondok pesantren yang ada di wilayah binaan.
Batang
- Dalam rangka mendukung program dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad)
Jenderal TNI Dudung Abdurachman, tentang perekrutan anggota TNI AD dari
kalangan santri, Kodim 0736/Batang melalui Danramil dan Para Babinsa jajaran
telah melakukan sosialisasi di Pondok pesantren yang ada di wilayah binaan.
Maka
sebagai tindak lanjut, para santri Pondok Modern (PM) Tazakka dilatih Kesegaran
Jasmani (Garjas), di halaman PM Tazakka, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Selasa
(1/3/2022).
Sebelum
latihan dimulai Kapten Inf Mulyo Hartono memberikan motivasi dan semangat pada
para santri.
“Siapa yang bilang anak
pesantren tidak bisa menjadi TNI, sekarang malah dibuka pendaftaran calon
anggota TNI AD khusus untuk santri,†katanya.
Kegiatan
latihan kesegaran jasmani sangat penting dan menjadi prioritas utama, karena saat
melakukan tes, nilai Garjas sangat menentukan.
“Sebagai
calon anggota TNI harus memiliki fisik dan mental yang bagus selain
kepintaran. Oleh karenanya saya minta
para santri ikuti kegiatan latihan kesegaran jasmani ini dengan penuh semangat,â€
tegasnya.
Untuk
Perekrutan Tamtama PK pendaftaran dimulai tanggal 3 Januari sampai 23 Februari
2022 melalui daring. Sedangkan untuk Bintara PK pendaftaran akan dimulai
tanggal 3 Januari sampai 10 Agustus 2022 untuk putra. Dan untuk putri
pendaftaran dimulai tanggal 3 Januari sampai 10 Juli 2022.
Pimpinan
PM Tazakka KH. Anizar Masyhadi sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Semoga
dengan latihan Garjas ini, para santri bisa lolos menjadi abdi negara melalui TNI
AD. Saya mengharap, nanti apabila
kalian menjadi abdi negara, jadilah abdi negara yang memiliki akhlak yang baik
sesuai ajaran Nabi Besar Muhammad dan jadilah pemimpin yang bijak,†ungkapnya.
Ia
menjelaskan bahwa peradaban Islam pernah berjaya, bahkan tokoh dunia saat itu dikuasai
oleh mayoritas umat Islam.
“Saya
harap kelak lulusan pondok pesantren akan menyebar dan menjadi penentu masa
depan bangsa Indonesia,†ujar dia.
(MC Batang,
Jateng/Heri/Jumadi)