Rumah Kompos Batang, Jadikan Penyumbang Pengurangan Dampak Emisi Rumah Kaca

Kamis, 24 Februari 2022 Jumadi Dibaca 1.768 kali Sosial
Rumah Kompos Batang, Jadikan Penyumbang Pengurangan Dampak Emisi Rumah Kaca
Batang - Berawal dari kondisi Hutan Kota Rajawali (HKR) yang harus selalu bersih setiap harinya. Jadi banyak sampah daun jati yang dikumpulkan menumpuk.

Batang - Berawal dari kondisi Hutan Kota Rajawali (HKR) yang harus selalu bersih setiap harinya sehingga  banyak sampah daun jati yang dikumpulkan menumpuk.

“Pada akhirnya kita punya inisiatif untuk mengelola sampah daun jati menjadi kompos atau pupuk organik,” kata Kepala bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang  Ila Dhiama Warni saat ditemui di Rumah Kompos HKR, Kabupaten Batang, Kamis (24/2/2022).

Baru dua minggu rumah kompos berjalan  dan setiap hari Senin dan Kamis kita melakukan  proses pengelolaannya.

“Kompos atau pupuk dapat digunakan sebagai penyubur pada tanaman. Alhamdulillah, sampah daun jati bisa bermanfaat menjadi pupuk organik padahal tadinya sampah ini hanya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” jelasnya.

Dijelaskannya, pupuk organik ini juga mempunyai manfaat untuk mengurangi dampak emisi gas rumah kaca. Dimana emisi gas rumah kaca menyumbang banyak perubahan iklim di Indonesia.

“Bisa dilihat saat kita membuang makanan dan sampah taman ke dalam tempat sampah, maka sampah-sampah tersebut akan dibawa dan terkubur di tempat-tempat pembuangan sampah,” tuturnya.

Saat sampah yang berada paling bawah mengalami pembusukan, terbentuklah gas metana. Gas metana akan merusak lapisan ozon bumi, karena gas metana termasuk gas-gas rumah kaca yang dapat mengakibatkan perubahan

“Proses pembuatan kompos dimulai dari sampah daun jati utuh dimasukan mesin giling untuk menghasilkan potongan daun yang kecil. Kemudian diproses kembali dimasukan mesin penghalus agar menghasilkan butiran-butiran seperti pasir,” terangnya.

Baru kita pindahkan ke bak untuk kita timbun terlebih dahulu selama sebulan agar menjadi lembut. Kalau sudah lembut baru dicampur dengan kotoran kambing dan E4. Setelah itu kita tunggu sampai seminggu dengan ditutup menggunakan plastik.

Pemasaran pupuk organik sementara di event minggon jatinan dahulu untuk melihat animo masyarakat. Kalau bagus baru kita pasarkan ke petani-petani yang membutuhkan pupuk organik.

“Hasil pupuk sendiri sebagai tambahan rejeki untuk teman-teman yang bekerja disini dari  pagi sampai sore  membersihkan dan menjaga Hutan Kota Rajawali,” ujar dia.

Ia berharap, kedepan hasilnya bagus, ada permintaan dari masyarakat dan bidang pertanian, karena saya rasa pasti akan lebih banyak ada rumah kompos di Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Lolos Verifikasi Faktual, 7 Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Tulis Menanti Langkah Lanjutan Lolos Verifikasi Faktual, 7 Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Tulis Menanti Langkah Lanjutan
Lolos Verifikasi Faktual, 7 Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Tulis Menanti Langkah Lanjutan
Batang - Langkah pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak tujuh KDMP yang telah selesai dibangun kini resmi memasuki tahap pasca-verifikasi faktual (verfal) oleh tim gabungan tingkat kabupaten.
12 Okt 2026 Jumadi 74
Bupati Batang Tekankan PPPK Penuh Waktu Utamakan Pelayanan Publik Bupati Batang Tekankan PPPK Penuh Waktu Utamakan Pelayanan Publik
Bupati Batang Tekankan PPPK Penuh Waktu Utamakan Pelayanan Publik
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menggelar orientasi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penuh Waktu, di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Senin (12102026).
12 Okt 2026 Jumadi 55
Intens Digelar, Cek Kesehatan jadi Upaya Kenali Kerawanan Penyakit Intens Digelar, Cek Kesehatan jadi Upaya Kenali Kerawanan Penyakit
Intens Digelar, Cek Kesehatan jadi Upaya Kenali Kerawanan Penyakit
Batang - Dinas Kesehatan Batang bekerja sama dengan PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) menggelar cek kesehatan gratis bagi warga Desa Ujungnegoro. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan warga setempat dari berbagai kerawanan penyakit yang muncul akibat pola hidup dan makan yang kurang baik.
12 Okt 2026 Jumadi 51
Menatap "Sister City": Ketika Persahabatan Anak Sekolah Dekatkan Batang dan Toyama Jepang Menatap "Sister City": Ketika Persahabatan Anak Sekolah Dekatkan Batang dan Toyama Jepang
Menatap "Sister City": Ketika Persahabatan Anak Sekolah Dekatkan Batang dan Toyama Jepang
Batang - Jarak ribuan kilometer antara Kabupaten Batang dan Kota Toyama, Jepang yang terpisahkan oleh samudera dan perbedaan budaya seolah menguap begitu saja saat wajah-wajah sebaya muncul di balik layar. Rasa canggung sempat menyergap. Bagaimanapun, menyapa teman baru dari belahan dunia lain bukan rutinitas harian anak sekolah dasar.
12 Okt 2026 Jumadi 44
Karnaval SCTV Perdana Digelar di Batang, Bupati Faiz Dorong Dapat Go Nasional Karnaval SCTV Perdana Digelar di Batang, Bupati Faiz Dorong Dapat Go Nasional
Karnaval SCTV Perdana Digelar di Batang, Bupati Faiz Dorong Dapat Go Nasional
Batang Karnaval SCTV untuk pertama kalinya digelar di Alun-Alun Kabupaten Batang selama dua hari, Sabtu hingga Minggu. Pemerintah Kabupaten  Batang berharap kegiatan tersebut mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional.
11 Okt 2026 Jumadi 338
SDN Cepokokuning Batang Gelar MUGUS I, Perkuat Tata Kelola Organisasi Pramuka SDN Cepokokuning Batang Gelar MUGUS I, Perkuat Tata Kelola Organisasi Pramuka
SDN Cepokokuning Batang Gelar MUGUS I, Perkuat Tata Kelola Organisasi Pramuka
Batang Pangkalan SDN Cepokokuning, Kwartir Ranting (Kwarran) Batang, menggelar Musyawarah Gugus Depan (MUGUS) I di SDN Cepokokuning, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Minggu (11102026).
11 Okt 2026 Jumadi 267