Rumah Kompos Batang, Jadikan Penyumbang Pengurangan Dampak Emisi Rumah Kaca

Kamis, 24 Februari 2022 Jumadi Dibaca 1.758 kali Sosial
Rumah Kompos Batang, Jadikan Penyumbang Pengurangan Dampak Emisi Rumah Kaca
Batang - Berawal dari kondisi Hutan Kota Rajawali (HKR) yang harus selalu bersih setiap harinya. Jadi banyak sampah daun jati yang dikumpulkan menumpuk.

Batang - Berawal dari kondisi Hutan Kota Rajawali (HKR) yang harus selalu bersih setiap harinya sehingga  banyak sampah daun jati yang dikumpulkan menumpuk.

“Pada akhirnya kita punya inisiatif untuk mengelola sampah daun jati menjadi kompos atau pupuk organik,” kata Kepala bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang  Ila Dhiama Warni saat ditemui di Rumah Kompos HKR, Kabupaten Batang, Kamis (24/2/2022).

Baru dua minggu rumah kompos berjalan  dan setiap hari Senin dan Kamis kita melakukan  proses pengelolaannya.

“Kompos atau pupuk dapat digunakan sebagai penyubur pada tanaman. Alhamdulillah, sampah daun jati bisa bermanfaat menjadi pupuk organik padahal tadinya sampah ini hanya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” jelasnya.

Dijelaskannya, pupuk organik ini juga mempunyai manfaat untuk mengurangi dampak emisi gas rumah kaca. Dimana emisi gas rumah kaca menyumbang banyak perubahan iklim di Indonesia.

“Bisa dilihat saat kita membuang makanan dan sampah taman ke dalam tempat sampah, maka sampah-sampah tersebut akan dibawa dan terkubur di tempat-tempat pembuangan sampah,” tuturnya.

Saat sampah yang berada paling bawah mengalami pembusukan, terbentuklah gas metana. Gas metana akan merusak lapisan ozon bumi, karena gas metana termasuk gas-gas rumah kaca yang dapat mengakibatkan perubahan

“Proses pembuatan kompos dimulai dari sampah daun jati utuh dimasukan mesin giling untuk menghasilkan potongan daun yang kecil. Kemudian diproses kembali dimasukan mesin penghalus agar menghasilkan butiran-butiran seperti pasir,” terangnya.

Baru kita pindahkan ke bak untuk kita timbun terlebih dahulu selama sebulan agar menjadi lembut. Kalau sudah lembut baru dicampur dengan kotoran kambing dan E4. Setelah itu kita tunggu sampai seminggu dengan ditutup menggunakan plastik.

Pemasaran pupuk organik sementara di event minggon jatinan dahulu untuk melihat animo masyarakat. Kalau bagus baru kita pasarkan ke petani-petani yang membutuhkan pupuk organik.

“Hasil pupuk sendiri sebagai tambahan rejeki untuk teman-teman yang bekerja disini dari  pagi sampai sore  membersihkan dan menjaga Hutan Kota Rajawali,” ujar dia.

Ia berharap, kedepan hasilnya bagus, ada permintaan dari masyarakat dan bidang pertanian, karena saya rasa pasti akan lebih banyak ada rumah kompos di Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
Batang - Penerapan metode non-klasikal dalam program Batang Corporate University (Batang Corpu) diklaim mampu memangkas anggaran pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang hingga empat kali lipat dibandingkan metode konvensional. Langkah ini diambil sebagai solusi atas terbatasnya anggaran daerah yang selama ini membuat mayoritas ASN belum mendapatkan hak pengembangan kompetensi mereka secara maksimal.
19 Jun 2026 Jumadi 38
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028 5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
Batang - Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang tengah bersiap mengambil peran besar dalam mendukung operasional Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Melalui usulan panjang yang akhirnya diakomodasi oleh pemerintah pusat, pasokan air bersih bagi masyarakat di wilayah penyangga kawasan industri tersebut kini mulai menemui titik terang.
19 Jun 2026 Jumadi 46
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Batang - Potensi ekonomi Kabupaten Batang tampaknya kian seksi di mata para pelaku usaha nasional. Deretan produk unggulan, pesona wisata yang apik, hingga grafik pertumbuhan ekonomi yang terus mendaki, sukses mencuri perhatian organisasi UKM IKM Nusantara. Mereka kini bersiap pasang badan untuk menjembatani produk-produk asli Batang agar bisa melenggang ke pasar yang jauh lebih luas.
18 Jun 2026 Jumadi 117
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan bahwa seluruh ruang terbuka publik, fasilitas umum (fasum), dan fasilitas sosial (fasos) di Kabupaten Batang tidak boleh digunakan sebagai lokasi berjualan maupun diperjualbelikan sebagai lapak usaha. Penegasan tersebut disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan trotoar dan penataan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Alun-Alun Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (1862026).
18 Jun 2026 Jumadi 82
Pemkab Batang Salurkan BLT DBHCHT 2026, Bantu Ringankan Beban Masyarakat Pemkab Batang Salurkan BLT DBHCHT 2026, Bantu Ringankan Beban Masyarakat
Pemkab Batang Salurkan BLT DBHCHT 2026, Bantu Ringankan Beban Masyarakat
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Sosial (Dinsos), mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 kepada masyarakat penerima manfaat di sejumlah kecamatan. Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan di Aula Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Kamis (1862026).
18 Jun 2026 Jumadi 121
Pantau Kemanfaatan MBG, BPJS Kesehatan Cek Kesehatan Pelajar Batang Pantau Kemanfaatan MBG, BPJS Kesehatan Cek Kesehatan Pelajar Batang
Pantau Kemanfaatan MBG, BPJS Kesehatan Cek Kesehatan Pelajar Batang
Batang - BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan bekerja sama dengan Puskesmas Batang 3 menggelar cek kesehatan gratis sekaligus pemantauan gizi bagi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), di SMA Negeri 2 Batang, Kabupaten Batang, Kamis (1862026). Pantauan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana nilai kemanfaatan program tersebut bagi penerima, dengan memperhatikan Indeks Masa Tubuh (IMT).
18 Jun 2026 Jumadi 137