Meroketnya Harga Kedelai, Pengusaha Tahu Batang Tetap Produksi Dengan Mengurangi Jumlahnya

Senin, 21 Februari 2022 Jumadi Dibaca 1.596 kali Ekonomi
Meroketnya Harga Kedelai, Pengusaha Tahu Batang Tetap Produksi Dengan Mengurangi Jumlahnya
Batang - Salah pengusaha tahu rumahan di Kabupaten Batang, Amang Adiwiyoto, masih tetap memproduksi tahu meskipun harga kedelai meroket.

Batang - Salah pengusaha tahu rumahan di Kabupaten Batang, Amang Adiwiyoto, masih tetap memproduksi tahu meskipun harga kedelai meroket.

Saat ditemui di lokasi produksi tahu miliknya, Kebonan Kelurahan Proyonanggan Utara Kecamatan Batang, Amang mengatakan bahwa harus mengurangi produksi untuk mensiasati tingginya harga kedelai import yang saat ini sudah mencapai Rp11.000,00 per kg.

“Kalau kenaikan ini memang cukup lumayan terasa banget. Apalagi di masa pandemi begini. Kita serba salah, mau naik harga juga susah, kalau enggak naik harga juga kita kesusahan. Mau tidak mau dinaikkan,” katanya saat ditemui di rumahnya Dukuh Kebonan, Kelurahan Proyonanggan Utara, Kabupaten Batang, Senin (21/2/2022).

Harga kenaikan kedelai sendiri secara bertahap tidak langsung naik tinggi mulai dari sebelum lebaran sampai sekarang yang mengalami kenaikan tertinggi.

Pengurangan jumlah produksi tahu dilakukan sejak harga kedelai bertahap mengalami kenaikan sejak beberapa bulan lalu, yang saat itu mulai dari Rp7.500,00 hingga saat ini Rp11.000,00.

“Naiknya itu bertahap, dulu itu dari Rp7.500,00  terus naik ke Rp9.000,00, sekarang kok malah Rp11.000,00, kita sebagai pelaku UMKM jujur saja kelimpungan, harus pintar-pintar mensiasatinya agar produksi tetap berjalan,” ungkapnya.

Amang menyampaikan, sebelumnya setiap hari ia memproduksi tahu hampir 200 kwintal saat ini dikurangi menjadi 150 kwintal perharinya.

“Ini dari saya dijual Rp420,00 per potong, kalau sebelumnya Rp400,00 naik perlahan sedikit sedikit ya walaupun kadang ada yang protes, memang kalau harganya yang dinaikkan agak berat ke konsumennya,” terangnya.

Terkait banyaknya pengrajin tahu dan tempe yang mogok produksi imbas kenaikan harga kedelai, dia memilih tetap bertahan produksi lantaran melihat karyawannya yang menyandarkan pemasukan dari produksi tahu miliknya.

“Ya kalau yang lainnya mogok silahkan itu pilihan mereka, tapi kalau saya yang terpenting usaha masih bisa jalan meskipun keuntungan sedikit, karyawan masih bisa bekerja,” jelasnya.

Saya sendiri memiliki 6 orang karyawan dan mereka semua punya keluarga. Jadi saya harus menggaji mereka setiap hari perorang Rp100.000,00 belum juga ditambah biaya operasional seperti solar dan kayu.

“Makanya tidak melakukan mogok, karena kasihan kepada karyawan yang menggantungkan ekonomi pada pekerjaannya membuat tahu. Cukup ekonomi saya yang merosot tapi jangan karyawan,” tegasnya.

Sebagai pengusaha kecil, ia berharap pemerintah bisa berupaya untuk menekan harga kedelai dan juga minyak goreng.

“Tentu naiknya kedelai ini berdampak sekali bagi kami, minyak goreng belum stabil ini ditambah bahan baku utamanya yang naik, apalagi situasi masih pandemi ekonomi juga belum stabil bagi pelaku UMKM seperti kami,” ujar dia.

Ia berharap. Pemerintah bisa berupaya menekan dan menurunkan kenaikan harga tersebut agar pengusaha kecil bisa tetap berjalan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
Batang Badai efisiensi anggaran yang sedang melanda keuangan daerah dipastikan tidak akan menjadi penghalang bagi apresiasi para pahlawan olahraga Kabupaten Batang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang memasang badan dan menegaskan bahwa bonus bagi atlet serta pelatih yang sukses menyumbang medali pada Porprov 2026 Semarang Raya adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
13 Jun 2026 Jumadi 32
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Batang - SMA Negeri 1 Wonotunggal terus berupaya menyosialisasikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 20262027, agar sesuai dengan prinsip yang dianut, No Titip, No Jastip. Pihak sekolah bersama komite dan perwakilan desa, telah menggelar sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat.
13 Jun 2026 Jumadi 32
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Batang Pemerintah Kabupaten Batang memasang target ambisius dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026 di Semarang Raya. Tidak main-main, kontingen Batang dibidik untuk menembus jajaran 10 besar. Demi membakar semangat para pejuang olahraga tersebut, suntikan motivasi berupa bonus bagi atlet dan pelatih kini tengah dimatangkan.
13 Jun 2026 Jumadi 35
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Batang Langkah Kabupaten Batang untuk menembus jajaran 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Semarang Raya dipastikan tidak akan mudah. Lompatan jauh dari peringkat ke-19 pada Porprov 2023 lalu menuju sepuluh besar diprediksi bakal menemui jalan berliku dan penuh tantangan berat. Tantangan nyata ini diulas secara mendalam dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (1362026).
13 Jun 2026 Jumadi 46
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Batang - Bagi Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, sekadar tumbuh saja tidak pernah cukup. Di tengah ketatnya persaingan antar daerah di Jawa Tengah, ia menyadari bahwa Kabupaten Batang harus berani mengambil langkah ekstrem.
12 Jun 2026 Jumadi 111
Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh
Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Batang mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui Apel Siaga di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (1262026). Kegiatan tersebut ditandai dengan penyematan rompi dan tanda pengenal petugas sensus oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan.
12 Jun 2026 Jumadi 137