Batang - Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 09 Tahun 2022 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali yang diterbitkan, Senin 7 Februari 2022.
Batang - Sesuai Instruksi
Menteri Dalam Negeri Nomor 09 Tahun 2022 tentang Pemberlakukan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali yang diterbitkan,
Senin 7 Februari 2022.
Kabupaten Batang masuk Level
I bersama Kabupaten Temanggung, Kendal, Semarang, Jepara Grobogan, Blora,
Demak, Kudus, Kota Semarang dan Kota Salatiga.
“Perubahan Level I,
kebijakan masih tetap sama seperti Level II. Karena kita antisipasi penyebaran
varian Omicron,†kata Bupati Batang Wihaji saat ditemui di kantornya, Selasa (8/2/2022).
Ia juga menyebutkan
indikator Batang masuk Level I, karena tidak ada orang yang terpapar Covid-19
yang dirawat di rumah sakit.
Namun demikian, lanjut
dia, jika PPKM Level I tidak bisa berupaya menaikkan capaian vaksinasi umum 50
persen, vaksinasi Lanjut usia (Lansia) 40 persen. Bisa dipastikan satu minggu
kedepan bakal masuk PPKM Level II.
Sasaran vaksinasi
Kabupaten Batang sebanyak 622 ribu orang dan untuk Lansia sebanyak
68.888.
“Vaksinasi umum kita baru
capai 49 persen dan Lansia mencapai 49 persen. Saya yakin minggu depan capaian
yang dipersyaratkan bakal terpenuhi,†jelasnya.
Bupati juga menegaskan
turunnya PPKM Level II ke Level I tidak merubah kebijakanya di Kabupaten Batang.
Masyarakat tetap harus menghindari kerumunan dan disiplin memakai
masker.
Hal itu untuk mencegah
penyebaran peningkatan orang terpapar. Karena ada potensi penambahan kasus dan
mencegah varian Omicron masuk di Batang.
“Per hari ini ada 34
orang terkonfirmasi positif yang lagi menjalani Isolasi mandiri (Isoman).
Alhamdulilah satu orang propable Omicron di Batang sudah sembuh,†ungkapnya.
Ia pun meminta, kepada
satgas Covid-19 Kabupaten Batang untuk kembali intens melalukan operasi yustisi
masker dan mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin Prokes.
“Sebenarnya saya sudah
tidak lagi mikir Level. Saat ini masih fokus vaksinasi, karena rata-rata yang
terpapar dengan kondisi berat belum mendapatkan vaksin,†ujar dia. (MC Batang,
Jateng/Edo/Jumadi)