Batang Pasca dilantik, pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Nasional (SPN) diminta untuk menjadi wadah, agar mampu menyeimbangkan antara hak dan kewajiban para pekerja di Kabupaten Batang.
Batang Pasca dilantik, pengurus Dewan
Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Nasional (SPN) diminta untuk menjadi
wadah, agar mampu menyeimbangkan antara hak dan kewajiban para pekerja di
Kabupaten Batang.
Para pengurus DPC SPN Batang dilantik
langsung oleh Ketua DPD SPN Jawa Tengah Sutarjo, di Pondok Pesantren Manba’ul
Athfal Desa Botolambat, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Minggu
(30/1/2022).
Wakil Bupati Batang Suyono menyampaikan,
setalah resmi didirikan di Kabupaten Batang, diharapkan ke depan segera dapat
berkolaborasi dengan pimpinan perusahaan. Jika kolaborasi antara SPN
dan perusahaan itu terjalin kuat, kaum pekerja bisa sejahtera.
“Jangan sampai pekerja ini hanya
memikirkan haknya saja, tapi kewajibannya harus dijalankan sepenuhnya, sehingga
keduanya bisa seimbang,” tegasnya.
Ia mengharapkan, ketika perusahaan tempat
mereka bekerja itu berkembang pesat, otomatis akan diikuti kesejahteraan yang
meningkat.
“Para pekerja juga tetap harus bersikap
santun dalam menyampaikan aspirasinya. Jangan pakai demonstrasi, tapi
menggunakan cara-cara yang lebih sopan, misalnya dengan menggelar diskusi,” jelasnya.
Suyono mengapresiasi pelantikan pengurus
DPC SPN digelar di Ponpes Manba’ul Athfal.
“Anggota SPN di pabrik-pabrik perlu
menggelar pengajian, yang rutin tiap bulannya, untuk mengisi jiwanya agar
selalu berpikir positif, sehingga akan lebih tenang dalam setiap menyikapi
sebuah permasalahan, bukan dengan emosi,” harapnya.
Ketua DPD SPN Jawa Tengah Sutarjo
membenarkan, dengan dilantiknya para pengurus di lingkungan Ponpes, nantinya
setiap menyelesaikan permasalahan dapat dilakukan secara santun.
“SPN di Batang berupaya membaca situasi
masyarakat yang mayoritas petani. Sebab kaum pekerja tidak bisa lepas dari para
petani, maka SPN akan mengupayakan upah yang layak bagi putra-putri petani yang
menjadi buruh,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kaum buruh menjadi
komponen penting bagi bangsa Indonesia. Sebab tanpa buruh perusahaan tidak akan
berjalan lancar.
“Jadi kedatangan investor atau pengusaha
itu harus kita sambut baik, namun tidak boleh melupakan tradisi para petani.
Maka sangat tepat Omah Tani bersama para ulama memberikan ruang bagi SPN untuk
memperjuangkan kesejahteraan kaum buruh,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPC SPN Batang Edi Susilo
mengatakan, hadirnya investor ke Kabupaten Batang tentu mendapat dukungan dari
kaum buruh. Namun untuk mencapai kesejahteraan bersama harus ada sinergi yang
baik antara Pemda dan masyarakat, sehingga tujuan tersebut dapat terwujud.
“Semoga pemerintah bersama rakyat bisa
melindungi buruh. Namun untuk mewujudkan cita-cita penciptaan lapangan kerja,
harus dilakukan pengawasan ketenagakerjaan,” ujar dia.
Ia menerangkan, untuk mendukung Batang
menjadi kota industri, Pemkab juga harus memfasilitasi kaum buruh agar kompetensinya
mumpuni.
“Balai Latihan Kerja (BLK) harus
disiapkan untuk menyiapkan tenaga kerja yang ahli dan tersertifikasi sesuai
keinginan perusahaan. Jadi masyarakat Batang yang berkompeten itulah yang
bekerja di peusahaan-perusahaan yang akan bermunculan, bukan malah memanggil tenaga
asing,” imbuhnya.
Ia berharap, besar agar Pemkab Batang segera mencerdaskan
masyarakat Batang.
“Berikan pelatihan atau pendidikan
teknik, yang nantinya dibutuhkan perusahaan besar,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)