Batang - Sekitar 80 ribu hektar lahan kritis di Kabupaten mulai dilakukan penghijauan. Luasan lahan kritis tersebut masuk di wilayah empat Kecamatan yaitu Bawang, Reban, Blado dan Bandar.
Batang - Sekitar 80 ribu
hektar lahan kritis di Kabupaten mulai
dilakukan penghijauan. Luasan lahan kritis tersebut masuk di wilayah empat
Kecamatan yaitu Bawang, Reban, Blado dan Bandar.
“80 ribu hektar masuk
kategori lahan kritis. Penghijauan dengan tanaman tegakan ada sekitar 30 ribu
hektar sudah tertangani. Sementara sisa lahan 50 ribu hektar secara bertahap
dilakukan metode demplot,†kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) A Handy Hakim
usai melakukan penanaman bibit kopi di Desa Deles, Kecamatan Bawang, Kabupaten
Batang, Sabtu (29/1/2022).
Dijelaskanya, penanaman
pohon berkayu keras dan tanaman tegakan untuk mengurangi luasan lahan kritis
yang selama ini terus mengancam daerah atas yang menjadi daerah resapan air.
“Secara bertahap kita
mulai melakukan penanan di lahan-lahan kritis di daerah atas. Ini kita lakukan
karena daerah tangkapan air yang menjadi sumber air bawah tanah kita,â€
jelasnya.
Ia pun menyebutkan dengan
banyaknya kawasan industri dan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan air
mengalami peningkatan yang tidak sedikit.
“Oleh karena itu, kalau
kita tidak segera bergerak melakukan penghijauan dan melestarikan alam dengan
tanaman tegakan di daerah atas. Kita takutkan kedepan anak cucu kita kesulitan
air bersih,†terangnya.
Ia pun menyatakan, sangat
mendukung adanya industrialisasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tapi dengan catatan tidak mengabaikan kelestarian alamnya.
“Perkembangan pesat
industri yang ada di bawah harus kita imbangi dengan penghijauan diatas. Kita
sangat mendukung investasi tapi juga tetap memelihara kelestarian alam,
sehingga semua bisa berjalan seimbang,†ungkapnya.
Ia pun menyebutkan, lahan
kritis di daerah atas seperti Desa Gerlang Kecamatan Blado dan Desa Pranten
Kecamatan Bawang, karena ada paradigma masyarakat yang beralih dari tanaman
keras atau tegakan menjadi tanaman kentang.
“Dari segi ekonomi memang
sangat bagus. Tapi dari sisi lahan sangat mempengaruhi kesuburan dan daya tangkap
tanah terhadap air,†ujar dia. (MC Batang,Jateng/Edo/Jumadi)