Batang Keberadaan Monumen Perjuangan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Korps Marinir TNI AL yang baru saja diresmikan oleh Dankormar Mayjen (Mar) Suhartono, dipastikan tidak akan mengurangi kekhidmatan tradisi Kliwonan masyarakat Kabupaten Batang.
Batang Keberadaan Monumen
Perjuangan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Korps Marinir TNI AL yang
baru saja diresmikan oleh Dankormar Mayjen (Mar) Suhartono, dipastikan tidak
akan mengurangi kekhidmatan tradisi Kliwonan masyarakat Kabupaten Batang.
Pernyataan itu disampaikan
oleh Bupati Batang Wihaji, usai menyaksikan peresmian hibah tiga Alutsista berupa satu unit Tank PT 76 buatan
Rusia dan dua unit Meriam Howitzer 122 MM buatan Cekoslowakia, di Alun-alun
Kabupaten Batang, Jumat (28/1/2022).
“Saya pastikan warga Batang,
Jumat Kliwon tetap jalan. Jadi Insyaallah tidak akan mengurangi
marwah dari Jumat Kliwon,†jelasnya.
Dijelaskannya, di Kabupaten Batang tiap Malam Jumat
Kliwon, menjadi tempat berkumpulnya ribuan warga lokal maupun luar daerah,
untuk menggelar dagangannya.
“Yang penting jualan, insyaallah
mereka meyakini jualannya makin laris,†ungkapnya.
Orang nomor satu di Batang
itu, memastikan, tradisi Kliwonan tetap berjalan.
“Cuma memang karena masih Pandemi Covid-19, sementara kami tutup. Tapi semangat
yang diusung alun-alun adalah terbuka dan untuk rakyat, maka keberadaan
Alutsista bisa dinikmati tidak hanya warga Batang, namun dari luar daerah yang
berkunjung bisa berwisata sekaligus belajar sejarah,†ungkapnya.
Ditemui secara terpisah, senada
Kepala Disparpora Batang, Yarsono pun membenarkan, bahwa untuk sementara ini
Alun-alun Batang belum dapat dibuka untuk Kliwonan.
Sampai sekarang belum ada
izin pembukaan alun-alun terkait Jumat Kliwon.
“Sudah setahun lebih memang belum
diizinkan buka, karena di Jumat Kliwon itu orang akan berkerumun jadi satu,
tidak hanya Batang tapi dari berbagai daerah akan memadati alun-alun, baik
pedagang, pembeli maupun mereka yang sekadar menikmati suasana atau bahkan ada
sebagian warga yang melakukan ritual di Malam Jumat Kliwon,†terangnya.
Jika kerumunan itu terjadi,
dikhawatirkan rawan terhadap penyebaran Covid-19. Sehingga untuk sementara
belum dibuka.
“Nanti kalau pandemi sudah mereda, kami segera berkoordinasi dengan Satgas
Covid-19, untuk pembukaan kembali tradisi Kliwonan di Alun-alun Batang,†ujar
dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)