Kembalikan Kesuburan Tanah, Petani Optimalkan Pemanfaatan Mikrobakteri

Selasa, 25 Januari 2022 Jumadi Dibaca 5.202 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Kembalikan Kesuburan Tanah, Petani Optimalkan Pemanfaatan Mikrobakteri
Batang Banyaknya petani yang menggunakan pupuk kimia ternyata berdampak pada kesuburan tanah yang kian menurun. Maka salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kesuburan tanah yaitu memanfaatkan mikrobakteri secara optimal.

Batang Banyaknya petani yang menggunakan pupuk kimia ternyata berdampak pada kesuburan tanah yang kian menurun. Maka salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kesuburan tanah yaitu memanfaatkan mikrobakteri secara optimal.

Konsultan Pertanian dari Yogyakarta Joned Biantara mengatakan, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan mengakibatkan kondisi tanah makin kritis.

“Tanah petani menjadi tandus karena tidak diimbangi dengan perawatan. Jadi langkah pertama kembalikan kesuburan tanah dulu, imunitas tanah meningkat, kebutuhan terhadap pupuk kimia perlahan akan menurun dan mengurangi serangan dari hama,” katanya, usai menyampaikan materi kepada para petani di Gedung Pramuka, Kabupaten Batang, Selasa (25/1/2022).

Ia mengimbau, para petani pangan maupun hortikultura sebaiknya menggunakan teknologi tersebut karena dapat meminimalkan penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen.

“Nanti bertahap bisa berkurang 20-30 persen dulu. Kalau kondisi tanah sehat penggunaan pupuk kimia dikurangi sampai 50 persen tidak masalah,” jelasnya.

Ada pula teknologi mikrobakteri untuk menyuburkan tanaman. Penggunaannya dapat mengombinasikan antara pupuk alami dengan kimia.

“Keuntungannya dalam penggunaan kedua jenis pupuk itu bisa lebih irit, tapi maksimal hasilnya. Dan bisa menetralisir residunya,” terangnya.

Petani organik dari Desa Sidorejo Kecamatan Gringsing Suraji menyampaikan, selama bertahun-tahun untuk menghasil tanaman yang maksimal ketika masa panen memanfaatkan pupuk kimia. Namun setelah melihat kualitas panen yang tidak optimal secara bertahap mulai beralih menjadi petani organik.

Sebelumnya memakai fungisida sintetis, tapi mulai tahun 2015 mulai menggunakan mikrobakteri untuk meningkatkan nutrisi tanah.

“Saya pakai bahan-bahan alami seperti gadung, cabai dan dicampur sama tembakau sebagai insektisida alami untuk membasmi hama. Takarannya gadung satu kilogram, cabai rawit merah setengah kilogram  dan tembakau setengah ons, direndam dan fermentasi dengan M21 selama tujuh hari lalu disemprotkan ke tanaman,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahan-bahan alami itu bisa membasmi hama ulat, belalang, wereng dan berbagai jenis kutu.

“Dulu waktu pakai pupuk kimia bisa mengeluarkan biaya Rp1 juta, tapi ketika pakai organik Cuma Rp500 ribu. Omsetnya bisa meningkat lahan saya 850 m² menjadi Rp3,5 juta dibandingkan pakai pupuk kimia yang hanya Rp2 juta ketika hasil panen padi dijual,” tuturnya.

Ia memastikan, ada perbedaan yang mencolok ketika mengonsumsi nasi dari beras organik, yang cenderung lebih pulen, dibandingkan dengan nasi dari hasil pupuk kimia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Wonotunggal Expo Siap jadi Ajang Promo Produk dan Gelaran Seni Wonotunggal Expo Siap jadi Ajang Promo Produk dan Gelaran Seni
Wonotunggal Expo Siap jadi Ajang Promo Produk dan Gelaran Seni
Batang - Kegiatan Wonotunggal Expo yang merupakan rintisan dari Pagelaran Seni Sanggar Merti Desa digelar dalam rangka gelar budaya yang secara rutin setiap tahunnya. Gelaran ini merupakan upaya untuk meningkatkan geliat UMKM Di Kabupaten Batang pada umumnya dan khususnya Kecamatan Wonotunggal.
26 Ags 2026 Jumadi 45
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Batang - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Batang menggelar upacara peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026). Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."
26 Ags 2026 Jumadi 101
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono meminta anggota Pramuka untuk menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan kreatif agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Pesan tersebut disampaikan Suyono saat menjadi pembina upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026).
26 Ags 2026 Jumadi 111
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Batang - Kardus bekas bertuliskan penggalangan donasi memutar pelan di tengah lingkaran ratusan anak. Jemari-jemari kecil bergantian memasukkan lembaran rupiah, bahkan ada yang merelakan celengan yang mereka rawat bertahun-tahun demi meringankan beban korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
26 Ags 2026 Jumadi 58
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Batang - Musim kemarau di Kabupaten Batang tak hanya membawa hawa kering, tetapi juga ancaman nyata bagi para petani: pergerakan hama tikus yang mulai bergerilya di sejumlah sentra pertanian. Kendati demikian, Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan (Dispaperta) Kabupaten Batang memastikan bahwa hingga pertengahan Agustus 2026, kondisi di lapangan masih aman dan belum ada tanaman yang sampai mengalami puso atau gagal panen.
26 Ags 2026 Jumadi 172
Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS
Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS
Batang - Pemandangan barisan truk besar yang parkir berderet di sekitar Exit Tol Kandeman masih jadi pemandangan sehari-hari. Berhentinya armada bongkar muat ini tak sekadar membikin estetika gerbang masuk Kabupaten Batang tampak semrawut, tetapi juga mengancam ketertiban jalan. Rencana Pemkab Batang menyulap kawasan tersebut menjadi kantong parkir resmi pun harus jalan di tempat lantaran terganjal lahan.
26 Ags 2026 Jumadi 59