Kembalikan Kesuburan Tanah, Petani Optimalkan Pemanfaatan Mikrobakteri

Selasa, 25 Januari 2022 Jumadi Dibaca 5.168 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Kembalikan Kesuburan Tanah, Petani Optimalkan Pemanfaatan Mikrobakteri
Batang Banyaknya petani yang menggunakan pupuk kimia ternyata berdampak pada kesuburan tanah yang kian menurun. Maka salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kesuburan tanah yaitu memanfaatkan mikrobakteri secara optimal.

Batang Banyaknya petani yang menggunakan pupuk kimia ternyata berdampak pada kesuburan tanah yang kian menurun. Maka salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kesuburan tanah yaitu memanfaatkan mikrobakteri secara optimal.

Konsultan Pertanian dari Yogyakarta Joned Biantara mengatakan, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan mengakibatkan kondisi tanah makin kritis.

“Tanah petani menjadi tandus karena tidak diimbangi dengan perawatan. Jadi langkah pertama kembalikan kesuburan tanah dulu, imunitas tanah meningkat, kebutuhan terhadap pupuk kimia perlahan akan menurun dan mengurangi serangan dari hama,” katanya, usai menyampaikan materi kepada para petani di Gedung Pramuka, Kabupaten Batang, Selasa (25/1/2022).

Ia mengimbau, para petani pangan maupun hortikultura sebaiknya menggunakan teknologi tersebut karena dapat meminimalkan penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen.

“Nanti bertahap bisa berkurang 20-30 persen dulu. Kalau kondisi tanah sehat penggunaan pupuk kimia dikurangi sampai 50 persen tidak masalah,” jelasnya.

Ada pula teknologi mikrobakteri untuk menyuburkan tanaman. Penggunaannya dapat mengombinasikan antara pupuk alami dengan kimia.

“Keuntungannya dalam penggunaan kedua jenis pupuk itu bisa lebih irit, tapi maksimal hasilnya. Dan bisa menetralisir residunya,” terangnya.

Petani organik dari Desa Sidorejo Kecamatan Gringsing Suraji menyampaikan, selama bertahun-tahun untuk menghasil tanaman yang maksimal ketika masa panen memanfaatkan pupuk kimia. Namun setelah melihat kualitas panen yang tidak optimal secara bertahap mulai beralih menjadi petani organik.

Sebelumnya memakai fungisida sintetis, tapi mulai tahun 2015 mulai menggunakan mikrobakteri untuk meningkatkan nutrisi tanah.

“Saya pakai bahan-bahan alami seperti gadung, cabai dan dicampur sama tembakau sebagai insektisida alami untuk membasmi hama. Takarannya gadung satu kilogram, cabai rawit merah setengah kilogram  dan tembakau setengah ons, direndam dan fermentasi dengan M21 selama tujuh hari lalu disemprotkan ke tanaman,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahan-bahan alami itu bisa membasmi hama ulat, belalang, wereng dan berbagai jenis kutu.

“Dulu waktu pakai pupuk kimia bisa mengeluarkan biaya Rp1 juta, tapi ketika pakai organik Cuma Rp500 ribu. Omsetnya bisa meningkat lahan saya 850 m² menjadi Rp3,5 juta dibandingkan pakai pupuk kimia yang hanya Rp2 juta ketika hasil panen padi dijual,” tuturnya.

Ia memastikan, ada perbedaan yang mencolok ketika mengonsumsi nasi dari beras organik, yang cenderung lebih pulen, dibandingkan dengan nasi dari hasil pupuk kimia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 29
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 57
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 68
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan penghargaan kepada pelajar berprestasi dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Kamis (842026).
09 Apr 2026 Jumadi 97
Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menargetkan pembangunan Jembatan Kalibelo dapat selesai pada 2026. Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses tender ulang setelah lelang sebelumnya belum menghasilkan penyedia yang memenuhi syarat.
09 Apr 2026 Jumadi 506
Strategi Disdikbud Batang Wujudkan TKA 2026 yang Jujur dan Menyenangkan Strategi Disdikbud Batang Wujudkan TKA 2026 yang Jujur dan Menyenangkan
Strategi Disdikbud Batang Wujudkan TKA 2026 yang Jujur dan Menyenangkan
Batang Suasana ruang kelas di berbagai SMP di Kabupaten Batang tampak berbeda pekan ini. Bukan sekadar rutinitas belajar biasa, para siswa kini tengah menempuh Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.
09 Apr 2026 Jumadi 68