Batang - Tangisan ibu muda dua orang anak tak bisa dibendung ketika rumahnya disambangi Bupati Batang Wihaji bersama rombongan untuk menjenguk Dwi Fajar Ramadhan (2) yang terbakar air spirtus.
Batang - Tangisan ibu
muda dua orang anak tak bisa dibendung ketika rumahnya disambangi Bupati
Batang Wihaji bersama rombongan untuk menjenguk Dwi Fajar Ramadhan (2) yang
terbakar air spirtus.
Anak kedua pasangan
Krista (26) dengan Rukun Slamet (31) warga Dukuh Gedangan, Desa Ujungnegoro,
Kecamatan Kandeman itu, badannya 70 persen terbakar.
“Ketika itu saya lagi
kerja di warung tempat saudara, tanpa sepengetahuan saya Dwi Fajar masih
bermain spirtus dengan kakaknya yang lagi bermain korek api. Tak selang
beberapa lama tahu-tahu badan adiknya sudah terbakar,†kata sang Ibu Krista
(26) saat ditemui di Rumahnya Dukuh Gedangan, Desa Ujungnegoro, Kecamatan
Kandeman, Kabupaten Batang, Senin (10/1/2022).
Ia pun berharap dengan
hadirnya Bupati Batang bisa memberikan solusi agar luka bakar anaknya bisa
pulih seperti semula.
“Sudah saya bawa ke
Rumah Sakit QIM, Alhamdulillah
lukanya sudah mendingan tapi jari sebelah kanan belum bisa diluruskan. Saat ini
masih harus menjalani fisioterapi seminggu dua kali,†katanya.
Sementara, Bupati
Batang Wihaji mengatakan, dalam kunjungan kerja program tilik warga biasa
dilakukan setiap Selasa, tapi kemarin Minggu (9/1/2022) sore ada laporan warga
di Curhat Wihaji ada anak terbakar air spirtus.
“Saya kira karena
terjadi pada anak harus ada perhatian serius untuk masa depan anak. Makanya
tadi malam saya kirim pesan melalui WA Pak Camat untuk analisa dulu. Kalau
memang membutuhkan, kita akan tolong. Tapi kalau ekonominya ok biasanya sudah
tertangani,†jelasnya.
Rumahnya cukup layak, lanjut
dia, tapi ayahnya nelayan yang sampai sekarang aja belum tahu kalau anaknya
luka terbakar. Dalam tiga bulan ini butuh makan dan pengobatan. Alhamdulilah Bu lurah, Pak Camat juga
sudah bantu. Pemkab Batang juga wajib hadir membantu warganya.
Ia juga meminta, orang
tuanya untuk bersabar, ikuti saran dari dokter yang menanganinya. Karena teknologi
kedokteran sudah canggih, jadi luka bakarnya bisa pulih walaupun tidak 100
persen.
“Pemerintah daerah
wajib hadir membantu yang bisa dilaksanakan, tentunya sesuai saran-saran dokter
termasuk fisioterapi dan sabar. Nanti kalau sudah cukup umurnya bisa operasi
bedah plastik,†terangnya.
Bupati juga menyarankan
agar BPJS Kesehatan mandiri bisa dialihkan ke BPJS Pemerintah, agar uang untuk
membayar bisa dialihkan yang lain.
“Sementara kita bantu Rp4
juta untuk biaya operasional fisioterapi ke rumah sakit. Ini butuh penanganan
khusus dan sabar agar bisa pulih,†ungkapnya.
Dalam kesempaatan yang
sama Bupati Batang Wihaji juga tilik warga di Desa Tegalsari, Kecamatan
Kandeman, Kabupaten Batang yang terkena kanker rahim.
Ibu Temu (45) janda
satu anak itu, divonis dokter kanker rahim sudah sejak lima tahun lalu. Karena
keterbatasan ekonomi, selain kontrol dokter dengan menggunakan BPJS Kesehatan
dari Pemkab Batang. Ia juga menjalani pengobatan herbal dan alternatif.
“Ibu Temu kita bantu Rp3
juta untuk operasional pengobatan. Sambil kondisinya fit untuk operasi atau pun
fisioterapi yang dibiayai oleh Pemkab Batang melalui BPJS Kesehatan,†ujar dia.
(MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)