Batang - Pimpinan Pondok Modern (PM) Tazakka Bandar menggelar acara tasyakuran pasca menyelesaikan studi Doktoral Pengasuh dan Wakil Pengasuh Pondok Modern Tazakka, KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., dan KH. Oyong Shufyan, Lc., M.A., Ph.D., di halaman PM Tazakka, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Minggu (2/1/2022).
Batang - Pimpinan Pondok Modern (PM) Tazakka Bandar
menggelar acara tasyakuran pasca menyelesaikan studi Doktoral Pengasuh dan
Wakil Pengasuh Pondok Modern Tazakka, KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D.,
dan KH. Oyong Shufyan, Lc., M.A., Ph.D., di halaman PM Tazakka, Kecamatan
Bandar, Kabupaten Batang, Minggu (2/1/2022).
H. Anta Masyhadi selaku tuan rumah dan Ketua Yayasan
Tazakka menyatakan bahwa kesyukuran ini bukan lagi milik individu atau
keluarga, akan tetapi menjadi kesyukuran umat, bahwa tokoh-tokoh muda dapat
menimba ilmu yang tinggi.
“Semoga dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh
umat, khususnya di dunia pesantren,†harapnya.
Senada, Prof. Dr. Sangidu Asofa, M. Hum. juga
mengungkapkan kesyukurannya bahwa para Pimpinan PM Tazakka dapat meraih gelar
tertinggi akademik ini, dengan harapan mampu mendorong dan memetakan para kiai
pimpinan pesantren lain untuk melanjutkan studi hingga jenjang Doktoral.
Selain itu beberapa tokoh masyarakat lain juga
menyampaikan testimoni dan harapannya kepada Pondok Modern Tazakka dan kiprah
para pimpinannya baik untuk negara ataupun untuk kemasalakatan umat.
Kiai Anizar dalam sambutannya menyebutkan, bahwa
kaderisasi sumber daya manusia menjadi perhatian utama Ponpes Modern Tazakka.
Menurutnya, Tazakka terus fokus menyiapkan kader-kadernya di berbagai bidang
ilmu dan pengalaman. Kaderisasi di Pondok Modern Tazakka, dilakukan secara
simultan dan by design.
Sementara KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D.
menyampaikan, di Tazakka kaderisasi menjadi komitmen keumatan. Artinya, frame
kaderisasi yang digalakkan bukan saja untuk internal Tazakka, melainkan untuk
umat secara keseluruhan.
“Saat ini, Lazis Tazakka membiayai studi 114 orang,
mulai dari tingkat pesantren, S1, S2 hingga S3. 50% di antaranya adalah kader
lembaga pendidikan dan pesantren lain, termasuk kader-kader utusan dari ormas
Islam dan masjid-masjid,†terangnya.
Ia juga menyampaikan pentingnya pemetaan kaderisasi
di pesantren dan pembidangannya.
Menurutnya, Kandidat Doktor Perekonomian Islam dan
Industri Halal Universitas Gadjah Mada itu, bahwa pembidangannya dikategorikan
menjadi lima, yaitu: kader keulamaan, akademisi, manajerial, kehumasan atau public relation dan kewirausahaan atau
enterpreneur.
Danramil 07/Bandar Kapten Inf Nur Rofiq menambahkan,
bahwa acara tasyakuran dibagi menjadi dua sesi dan keduanya diadakan di depan
Gedung Indonesia II pagi hari, dan di dalam Masjid Az-Zaky pada sore
harinya.
“Sesi pertama tasyakuran bersama para anshar, tokoh
agama dan tokoh masyarakat sekitar Pondok Pesantren Modern Tazakka pada pagi
harinya,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)