Batang - Jemaat Gereja Katolik Santo Yusup mendapatkan izin dari Takmir Masjid Nurul Huda untuk memarkirkan kendaraannya saat pelaksanaan Misa Malam Natal dan Hari Natal dengan tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan umat muslim yang hendak menjalankan ibadah salat lima waktu.
Batang - Jemaat Gereja Katolik Santo Yusup
mendapatkan izin dari Takmir Masjid Nurul Huda untuk memarkirkan kendaraannya
saat pelaksanaan Misa Malam Natal dan Hari Natal dengan tetap menjaga
ketertiban dan kenyamanan umat muslim yang hendak menjalankan ibadah salat lima
waktu.
Takmir Masjid Nurul Huda Hartisto mengatakan,
beberapa hari yang lalu perwakilan pengurus Gereja Katolik Santo Yusup telah
berkunjung dan memohon bantuan agar diizinkan memarkirkan kendaraannya. Maka
pihak pengurus masjid mengizinkan setelah dipastikan tidak ada larangan dari
Pemerintah Kabupaten Batang.
“Rencananya halaman masjid akan digunakan untuk
parkir kendaraan jemaat hari Jumat (24/12/2021) jam 14.00-22.00 WIB dan Sabtu
(25/12/2021) jam 07.00-22.00 WIB,†katanya, saat ditemui di Masjid Nurul Huda,
Proyonanggan Tengah, Kabupaten Batang, Selasa (21/12/2021).
Ia memastikan, seluruh jamaah masjid tidak
mempermasalahkan hal itu.
“Ya monggo saja, asalkan tolong jemaat gereja yang
memarkirkan kendaraannya di halaman masjid, ikut menjaga kebersihan,†tegasnya.
Ia menegaskan, jemaat gereja tidak perlu khawatir
akan keamanan kendaraannya. Sebab seluruh area masjid telah terpasang kamera
CCTV.
Sekretaris Masjid Nurul Huda, Rizal Fahmi
menerangkan, pihak masjid memberikan kemudahan kepada umat non muslim yang
membutuhkan bantuan, seperti permohonan untuk memarkirkan kendaraan di halaman
masjid untuk sementara waktu.
“Catatannya, ketika jamaah masjid butuh waktu untuk
beribadah, ya saling menghargai. Mereka butuh tempat parkir, insyaallah kami fasilitasi dan tidak
dibatasi, walaupun berbeda agama, silahkan gunakan sebagaimana mestinya,†jelasnya.
Dijelaskannya, jumlah kendaraan yang dapat
tertampung di halaman masjid untuk mobil diperkirakan sebanyak 10 unit dan
sepeda motor sebanyak 50 unit.
“Saya pernah ngobrol santai dengan jamaah masjid,
mereka malah mendukung, tidak apa-apa kalau halaman masjid dipakai untuk parkir
kendaraan jemaat gereja,†ungkapnya.
Ia menambahkan, jamaah yang datang ke sini
heterogen, karena mereka yang akan melaksanakan salat berasal dari berbagai
daerah.
“Kalau jamaah lokal yang rutin salat di sini ya
tidak mempermasalahkan karena sudah diberikan penjelasan,†ungkapnya.
Ditemui secara terpisah, Pimpinan Gereja Katolik
Santo Yusup Batang, Romo Joseph Ohoiledwarin mengutarakan, permohonan untuk
meminjam halaman Masjid Nurul Huda untuk parkir kendaraan jemaat gereja,
dikarenakan ada penerapan disiplin protokol kesehatan, yang mewajibakan pengurangan
jumlah jemaat yang beribadah sebesar 50%.
“Ini untuk mengurai kepadatan, karena halaman gereja
akan dipasang tenda bagi jemaat yang ingin beribadah di luar. Sehingga khusus
untuk mobil akan diparkirkan di halaman Masjid Nurul Huda,†ujar dia.
Ia mengapresiasi atas diizinkannya jemaat gereja
memarkirkan kendaraannya di halaman masjid.
“Beberapa hari sebelum pelaksanaan ibadah Misa,
perwakilan kami sudah meminta izin ke pengurus masjid, dan Puji Tuhan
tanggapannya sangat positif yaitu diizinkan. Semoga kedepan ada kerja sama yang
baik, antara Gereja Katolik Santo Yusup dengan Masjid Nurul Huda,†imbuhnya.
(MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)