Wujud Syukur Kepada Sang Pencipta, Masyarakat Desa Silurah Batang Gelar Tradisi Budaya Nyadran

Jumat, 10 Desember 2021 Jumadi Dibaca 3.157 kali Seni dan Budaya
Wujud Syukur Kepada Sang Pencipta, Masyarakat Desa Silurah Batang Gelar Tradisi Budaya Nyadran
Batang - Nyadran Desa Silurah merupakan tradisi budaya unggulan di Kabupaten Batang. Tradisi ini selalu di peringati warga Desa Silurah setiap tanggal 10 Desember 2021 yang berlokasi di Hutan Larangan.

Batang - Nyadran Desa Silurah merupakan tradisi budaya unggulan di Kabupaten Batang. Tradisi ini selalu di peringati warga Desa Silurah setiap tanggal 10 Desember 2021 yang berlokasi di Hutan Larangan.

“Bahwa tradisi Nyadran Desa Silurah pada tahun ini sedikit berbeda, tidak ada tamu dari luar desa atau luar kota yang datang karena masih masa Pandemi Covid-19 jadi yang mengikuti hanya warga setempat saja,” kata Kepala Desa Silurah Suroto saat ditemui usai acara tradisi Nyadran di Hutan Larangan Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jumat (10/12/2021).

Biasanya tradisi Nyadran Desa Silurah menjadi event budaya yang masuk pada program Visit Batang Year 2022 dan masuk kalender event tahunan yang berisi semua kegiatan dari komunitas dan masyarakat Kabupaten Batang.

Dijelaskannya, kegiatan Nyadran Desa Silurah pada tahun ini mengambil yang penting dan syakral saja seperti ider-ider malam hari yang merupakan kegiatan kepala desa dan perangkatnya keliling desa pada malam hari dengan membaca doa yang sudah ditentukan para sesepuh, tujuannya agar menolak balak dan ditekatkan rahmatnya Allah.

Kemudian, lanjut dia, pada paginya ada pemotongan kambing kendit yang bentuknya kambing hitam, tetapi di tengahnya ada warna putih dan kalau sudah matang nantinya dinikmati oleh para warga dengan iringan gending atau tembang jawa.

Makna tradisi Nyadran Desa Silurah sangat luar biasa, maka kita harus menjaga tradisi dan budaya yang ada di Desa Silurah.

“Makanya kita usahakan adakan terus setiap tahun meskipun masa Pandemi Covid-19 ini dan kita terus mengimbau para generasi Desa Silurah berikutnya agar tidak menghilangkan tradisi Nyadran Desa Silurah dengan perkembangan zaman sekarang,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pegiat budaya dari Komunitas Batang Heritage MJA Nashir mengatakan, tradisi Nyadran Gunung Silurah ini memang harus terus dilestarikan sebagai kultur budaya yang dipegang teguh masyarakat Desa Silurah.

“Tradisi ini sudah dilakukan leluhur sejak Hindu, Budha kemudian Islam bisa dilihat juga dari peninggalan-peninggalan yang ada di Desa Silurah salah satunya Punden Perundak yang menjadi tembat ibadah lokal saat itu,” terangnya.

Desa Silurah memiliki beragam bukti sejarah dengan peninggalan arkeologis seperti prasasti, arca, dan struktur bangunan.

“Beberapa peninggalan memang belum di eskavasi dan sebenarnya itu luas sekali membuktikan ketika Agama Hindu, Budha berusaha menyesuaikan kepercayaan masyarakat setempat, waktu diteliti masih murni dan artinya ketika ada agama yang baru masuk menghormati yang masih ada dan ini bentuk spiritual kaitannya dengan gunung,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 24
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 87
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 140
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 63
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 88
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 60