Wujud Syukur Kepada Sang Pencipta, Masyarakat Desa Silurah Batang Gelar Tradisi Budaya Nyadran

Jumat, 10 Desember 2021 Jumadi Dibaca 3.049 kali Seni dan Budaya
Wujud Syukur Kepada Sang Pencipta, Masyarakat Desa Silurah Batang Gelar Tradisi Budaya Nyadran
Batang - Nyadran Desa Silurah merupakan tradisi budaya unggulan di Kabupaten Batang. Tradisi ini selalu di peringati warga Desa Silurah setiap tanggal 10 Desember 2021 yang berlokasi di Hutan Larangan.

Batang - Nyadran Desa Silurah merupakan tradisi budaya unggulan di Kabupaten Batang. Tradisi ini selalu di peringati warga Desa Silurah setiap tanggal 10 Desember 2021 yang berlokasi di Hutan Larangan.

“Bahwa tradisi Nyadran Desa Silurah pada tahun ini sedikit berbeda, tidak ada tamu dari luar desa atau luar kota yang datang karena masih masa Pandemi Covid-19 jadi yang mengikuti hanya warga setempat saja,” kata Kepala Desa Silurah Suroto saat ditemui usai acara tradisi Nyadran di Hutan Larangan Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jumat (10/12/2021).

Biasanya tradisi Nyadran Desa Silurah menjadi event budaya yang masuk pada program Visit Batang Year 2022 dan masuk kalender event tahunan yang berisi semua kegiatan dari komunitas dan masyarakat Kabupaten Batang.

Dijelaskannya, kegiatan Nyadran Desa Silurah pada tahun ini mengambil yang penting dan syakral saja seperti ider-ider malam hari yang merupakan kegiatan kepala desa dan perangkatnya keliling desa pada malam hari dengan membaca doa yang sudah ditentukan para sesepuh, tujuannya agar menolak balak dan ditekatkan rahmatnya Allah.

Kemudian, lanjut dia, pada paginya ada pemotongan kambing kendit yang bentuknya kambing hitam, tetapi di tengahnya ada warna putih dan kalau sudah matang nantinya dinikmati oleh para warga dengan iringan gending atau tembang jawa.

Makna tradisi Nyadran Desa Silurah sangat luar biasa, maka kita harus menjaga tradisi dan budaya yang ada di Desa Silurah.

“Makanya kita usahakan adakan terus setiap tahun meskipun masa Pandemi Covid-19 ini dan kita terus mengimbau para generasi Desa Silurah berikutnya agar tidak menghilangkan tradisi Nyadran Desa Silurah dengan perkembangan zaman sekarang,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pegiat budaya dari Komunitas Batang Heritage MJA Nashir mengatakan, tradisi Nyadran Gunung Silurah ini memang harus terus dilestarikan sebagai kultur budaya yang dipegang teguh masyarakat Desa Silurah.

“Tradisi ini sudah dilakukan leluhur sejak Hindu, Budha kemudian Islam bisa dilihat juga dari peninggalan-peninggalan yang ada di Desa Silurah salah satunya Punden Perundak yang menjadi tembat ibadah lokal saat itu,” terangnya.

Desa Silurah memiliki beragam bukti sejarah dengan peninggalan arkeologis seperti prasasti, arca, dan struktur bangunan.

“Beberapa peninggalan memang belum di eskavasi dan sebenarnya itu luas sekali membuktikan ketika Agama Hindu, Budha berusaha menyesuaikan kepercayaan masyarakat setempat, waktu diteliti masih murni dan artinya ketika ada agama yang baru masuk menghormati yang masih ada dan ini bentuk spiritual kaitannya dengan gunung,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 45
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 131
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 138
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 84
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 43
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 53