Para Petani Batang Mulai Budidayakan Pohon Gaharu

Minggu, 14 November 2021 Jumadi Dibaca 9.941 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Para Petani Batang Mulai Budidayakan Pohon Gaharu
Batang - Permintaan Kayu Gaharu sangat tinggi baik di pasar nasional maupun pasar internasional. Menjadikan populasi pohon gaharu di hutan Indonesia terancam punah. Pohon Gaharu atau Agarwood merupakan salah satu tanaman yang terkenal memiliki nilai ekonomis hingga mencapai ratusan juta.

Batang - Permintaan Kayu Gaharu sangat tinggi baik di pasar nasional maupun pasar internasional. Menjadikan populasi pohon gaharu di hutan Indonesia terancam punah. Pohon Gaharu atau Agarwood merupakan salah satu tanaman yang terkenal memiliki nilai ekonomis hingga mencapai ratusan juta.

Pohon Gaharu memiliki bau wangi dan sudah terkenal manfaatnya untuk obat herbal yang terkenal sejak jaman dulu. Dalam 7 tahun terakhir petani Batang mulai banyak yang membudidayakan Pohon Gaharu.

“Pendampingan atau berbagi keahlian kepada para petani menjadi upaya Indonesia dalam memutus rantai ketergantungan kayu gaharu yang dipanen dari hutan,” kata pendamping sekaligus pegiat Gaharu asal Blitar Jawa Timur, Dewi Fortuna, saat ditemui di Desa Sempu,  Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Sabtu (13/11/2021).

Untuk menjaga kelestarian alam dari kepunahan, salah satunya solusi budidaya dengan metode rekayasa seperti menyuntik pohon dengan cara dibor kemudian diberikan serum untuk merangsang Pohon Gaharu menghasilkan getah.

Namun, lanjut dia, karena salah penanganan, ribuan tanaman bernama latin Aquilaria Malaccensis tersebut tidak banyak produktif sehingga potensi ekonominya kurang maksimal.

Setelah ada upaya pendampingan dari tim ahli dari luar daerah dengan metode yang benar selama 3 bulan, hasilnya mulai dapat dirasakan seperti kembalinya tanaman tersebut memiliki harapan untuk bisa dipanen.

“Seperti metode pendampingan budidaya Pohon Gaharu di Desa Sempu kecamatan Limpung, Batang. Para petani Batang setempat diberikan pelatihan cara penyuntikan Pohon Gaharu dengan serum atau vaksin yang dibuat sendiri, sehingga bisa menghemat biaya dari Rp300.000 hingga Rp1.000.000,00 untuk satu kali suntik,” jelasnya.

Saat ini hampir 5.000 pohon yang dibudidayakan sudah dalam kondisi tersuntik, dan harapan untuk bisa dipanen pun terbuka. 

Dengan adanya metode yang benar dari hasil pelatihan sekaligus pendampingan membuka harapan petani untuk memanfaatkan potensi Kayu Gaharu tanpa melanggar hukum, termasuk kesempatan menghasilkan nilai tambah tanaman gaharu.

“Olahan Kayu Gaharu menjadi produk sangat bernilai jual tinggi seperti teh daun gaharu, kopi gaharu, sabun herbal gaharu, dupa, hiu dan parfum dari ekstrak kayu gaharu yang disuling,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, pangsa pasar produk turunan Kayu Gaharu  tersebut sangat terbuka baik pasar lokal Indonesia, Timur Tengah hingga sampai Eropa.

Sementara itu, petani Gaharu Desa Sempu kecamatan Limpung, Suprapti mengatakan, dengan kegagalan atau salah penanganan kemarin ada sekitar 90 Pohon Gaharu yang dimilikinya hanya teraisa 30 pohon yang masih hidup.

Hal itu menjadi pengalaman agar kedepana dalam merawat dan memilhara Pohon Gaharu harus ditangani para ahli dan profesional dibadang Pohon Gaharu.

Oleh karenanya, ia mengajak petani Gaharu di Kabupaten Batang untuk belajar bersama yang didampingi oleh pegiat Gaharu dari Kabupaten Blitar Jawa Timur yang sudah memiliki catatan sejarah sukses.

“Rencana kami berencana akan membentu kelompok tani yang dikuatkan dengan kelembagaan agar proses menghasilkan produk turunan kayu Gaharu bisa terwujud,” ungkapnya

Diharapkan, ada keberpihakan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mendukung petani Gaharu, karena hasil produksi turunan kayu gaharu nantinya akan ada mata rantai ekonomi yang dapat meningkatkan mensejahteraan masyarakat. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Wonotunggal Expo Siap jadi Ajang Promo Produk dan Gelaran Seni Wonotunggal Expo Siap jadi Ajang Promo Produk dan Gelaran Seni
Wonotunggal Expo Siap jadi Ajang Promo Produk dan Gelaran Seni
Batang - Kegiatan Wonotunggal Expo yang merupakan rintisan dari Pagelaran Seni Sanggar Merti Desa digelar dalam rangka gelar budaya yang secara rutin setiap tahunnya. Gelaran ini merupakan upaya untuk meningkatkan geliat UMKM Di Kabupaten Batang pada umumnya dan khususnya Kecamatan Wonotunggal.
26 Ags 2026 Jumadi 53
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Batang - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Batang menggelar upacara peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026). Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."
26 Ags 2026 Jumadi 116
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono meminta anggota Pramuka untuk menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan kreatif agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Pesan tersebut disampaikan Suyono saat menjadi pembina upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026).
26 Ags 2026 Jumadi 121
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Batang - Kardus bekas bertuliskan penggalangan donasi memutar pelan di tengah lingkaran ratusan anak. Jemari-jemari kecil bergantian memasukkan lembaran rupiah, bahkan ada yang merelakan celengan yang mereka rawat bertahun-tahun demi meringankan beban korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
26 Ags 2026 Jumadi 61
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Batang - Musim kemarau di Kabupaten Batang tak hanya membawa hawa kering, tetapi juga ancaman nyata bagi para petani: pergerakan hama tikus yang mulai bergerilya di sejumlah sentra pertanian. Kendati demikian, Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan (Dispaperta) Kabupaten Batang memastikan bahwa hingga pertengahan Agustus 2026, kondisi di lapangan masih aman dan belum ada tanaman yang sampai mengalami puso atau gagal panen.
26 Ags 2026 Jumadi 192
Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS
Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS
Batang - Pemandangan barisan truk besar yang parkir berderet di sekitar Exit Tol Kandeman masih jadi pemandangan sehari-hari. Berhentinya armada bongkar muat ini tak sekadar membikin estetika gerbang masuk Kabupaten Batang tampak semrawut, tetapi juga mengancam ketertiban jalan. Rencana Pemkab Batang menyulap kawasan tersebut menjadi kantong parkir resmi pun harus jalan di tempat lantaran terganjal lahan.
26 Ags 2026 Jumadi 68