Vaksinasi untuk Anak Tak Jauh Berbeda dengan Dewasa

Selasa, 02 November 2021 Jumadi Dibaca 933 kali Kesehatan
Vaksinasi untuk Anak Tak Jauh Berbeda dengan Dewasa
Batang - Vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun yang diwacanakan akan terealisasi tahun 2022, dipastikan oleh kalangan medis tak jauh berbeda dari segi dosis hingga Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang mungkin terjadi.

Batang - Vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun yang diwacanakan akan terealisasi tahun 2022, dipastikan oleh kalangan medis tak jauh berbeda dari segi dosis hingga Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang mungkin terjadi.

dr. Tan Evi Susanti, Spesialis Anak mengatakan, vaksinasi bagi anak dari tingkat Sekolah Dasar (SD), bahkan Taman Kanak-kanak (TK) perlu diberikan agar saat mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas merasa nyaman.

“Kalau vaksinasi yang kemarin kan baru untuk remaja usia 12-18 tahun, padahal anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK selama ini juga melakukan PTM Terbatas, jadi sebaiknya vaksinasi untuk usia 6-11 tahun dilaksanakan,” katanya, saat dihubungi melalui WhattsApp, Selasa (2/11/2021).

Ia menerangkan, pada dasarnya vaksinasi untuk anak maupun dewasa tidak ada perbedaan.

“Kriterianya sama, kondisi badan harus sehat dulu. Proses skrining juga sama, kalau ada penyakit penyerta juga harus diperhatikan dan dikontrol sebelum divaksin,” jelasnya.

Menurutnya, sepanjang anak mempunyai penyakit penyerta, namun telah dikontrol dan dipastikan sudah sehat, bisa divaksinasi.

“Ukuran dosisnya pun sama seperti orang dewasa, dua kali. Efek samping yang sering muncul pada anak hanya nyeri di tempat yang disuntik dan itu pun tidak terlalu sakit,” terangnya.

Selama ini anak-anak mayoritas berada di dalam rumah, jadi jumlah yang terpapar Covid-19 tidak sebanyak orang dewasa.

“Jumlah anak yang terpapar Covid-19 di Jawa Tengah sebesar 8% artinya setiap orang dewasa yang terkonfirmasi ada 1 anak yang terkena,” ungkapnya.

Ia menambahkan, apabila di usia 12-18 tahun disarankan vaksinasi dengan jenis Pfizer. Sedangkan usia 6-11 tahun diarahkan pada Sinovac.

Kepala Dinas Kesehatan Batang dr. Didiet Wisnuhardanto mengutarakan, vaksinasi untuk anak belum bisa dilakukan.

“Itu kan baru di tingkat internasional, Kabupaten Batang ya belum siap karena harus menunggu arahan dari Pemerintah pusat,” ujar dia.

Ia menambahkan, apabila vaksinasi untuk anak diizinkan oleh pemerintah, dimungkinkan vaksin yang direkomendasikan dari jenis Sinovac.

“Takaran untuk anak sama dengan orang dewasa, tetap dua kali vaksinasi,” imbuhnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Batang - SMA Negeri 1 Bandar bersama Puskesmas Bandar 1 menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini diikuti oleh siswa dan para guru, dengan tujuan memastikan kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit tidak menular.
06 Okt 2026 Jumadi 118
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 139
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Batang - Keluarga Muhammad Raeza Afkarian (3), bocah asal Desa Kemesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, akhirnya meluruskan simpang siur informasi yang viral di media sosial terkait dugaan penanganan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
06 Okt 2026 Jumadi 161
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 156
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Batang - Roda keberuntungan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Batang resmi berputar per 1 Oktober 2026. Dari total 2.824 pegawai yang diangkat pada 2025 lalu, kini tersisa 2.752 orang yang masuk dalam usulan perpanjangan kontrak. Sebanyak 72 posisi resmi tereliminasi dari daftar. Penyusutan jumlah ini bukan semata-mata karena sanksi atau hasil evaluasi kinerja yang buruk.
06 Okt 2026 Jumadi 115
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
Batang  - Atlet bulu tangkis di eks-Karesidenan Pekalongan kembali mendapat panggung untuk unjuk kebolehan dengan berkompetisi di ajang Kejuaraan DPRD Cup 2026, yang diinisiasi oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Batang. Potensi atlet terus dioptimalkan oleh PBSI Batang dengan memberikan ruang bagi pebulu tangkis pra dini hingga remaja, mengingat kesempatan yang masih terbuka lebar nantinya untuk mengikuti ajang di tingkat provinsi maupun nasional.
05 Okt 2026 Jumadi 187