Kampung Jamune Bu’e Mengenalkan Kepada Anak-Anak Bahwa Jamu Tidak Pahit

Selasa, 26 Oktober 2021 Jumadi Dibaca 1.647 kali Kesehatan
Kampung Jamune Bu’e Mengenalkan Kepada Anak-Anak Bahwa Jamu Tidak Pahit
Batang - Kampung Jamune Bu’e mengenalkan tanaman herbal jamu kepada anak-anak usia dini, agar mereka mengetahui jenis dan manfaat tanaman herbal yang dapat diolah menjadi jamu untuk menjaga kesehatan. Selain itu Kampung Jamune Bu’e juga mengedukasi ke anak-anak yang selama ini menganggap bahwa jamu itu pahit.

Batang - Kampung Jamune Bu’e mengenalkan tanaman herbal jamu kepada anak-anak usia dini, agar mereka mengetahui jenis dan manfaat tanaman herbal yang dapat diolah menjadi jamu untuk menjaga kesehatan. Selain itu Kampung Jamune Bu’e juga mengedukasi ke anak-anak yang selama ini menganggap bahwa jamu itu pahit.

Mengenalkan jamu ini bertujuan untuk mengedukasi anak-anak supaya minat anak untuk mencintai jamu, karena manfaat khasiatnya untuk meningkatkan imunitas dan menjaga kesehatannya.

Saat ini Kampung Jamune Bu’e mengundang anak-anak dari TK PGRI dan setelah ini dilanjutkan dengan TK Kasepuhan.

“Pengenalan jamu ini untuk mengedukasi kepada anak-anak bahwa presepsi mereka mengenai jamu yang rasanya pait itu salah  dan adanya seperti itu justru membuat tantangan untuk kami agar bisa mengenalkan lebih dini kepada anak-anak sehingga mereka bisa mengkonsumsinya,” Kata Penanggungjawab Kampung Jamune Bu’e, Sukoningsih saat ditemui di Kampung Jamune Bu’e, Jalan Gajah Mada, Kabupaten Batang, Selasa (26/10/2021).

Dijelaskannya, kalau untuk kalangan orang remaja bahkan orang tua, jamu sudah dikenal familiar untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh, namun bagi anak-anak mereka belum mengetahuinya, maka dengan itu kita perlu mengedukasi khasiat dan manfaat jamu.

“Ternyata edukasi mengenai jamu di Kampung Jamune Bu’e dari Guru dan Siswa lumayan tinggi, karena tanaman obat juga ada dalam pelajaran Muatan lokal (MULOK) di TK masing-masing

Ia berharap, anak-anak tidak menganggap lagi bahwa jamu itu pahit tetapi menyenangkan bagi anak-anak ketika dikonsumsi. Selain itu, ia juga mengharapkan Kampung Jamune Bu’e bisa menjadi tempat destinasi wisata edukasi tentang tanaman herbal baik anak usia dini dan masyarakat umum.

Kepala Sekolah TK PGRI, Maisanah mengatakan, memperkenalkan jenis dan khasiat jamu sangat berguna bagi anak.

“Mereka perlu mengetahui bahwa obat itu kan bukan hanya dari medis saja, padahal pengobatan bisa didapat melalui herbal seperti jamu tradisional,” ungkapnya.

Pendidikan mengenai tanaman herbal ini sangat penting karena mendukung pembelajaran untuk menunjang materi pelajaran muatan lokal, dengan mempraktikkan langsung kepada anak.

Harapannya, dengan memperkenalkan jamu ke anak-anak dapat mengetahui proses pembuatannya dan mereka juga mengetahui bahwa pembuatan obat tidak hanya secara kimia saja, namun juga ada obat-obatan tradisional seperti jamu.

“Disini Anak-anak lebih suka minum jamu kunyit asam yang rasanya tidak pahit. Jamu itu penting sekali untuk anak, apalagi di masa Pandemi Covid-19 bisa menjaga imunitas anak. (MC Batang, Jateng/Mifta/Jumadi)

Berita Lainnya

Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Batang - SMA Negeri 1 Bandar bersama Puskesmas Bandar 1 menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini diikuti oleh siswa dan para guru, dengan tujuan memastikan kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit tidak menular.
06 Okt 2026 Jumadi 158
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 199
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Batang - Keluarga Muhammad Raeza Afkarian (3), bocah asal Desa Kemesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, akhirnya meluruskan simpang siur informasi yang viral di media sosial terkait dugaan penanganan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
06 Okt 2026 Jumadi 210
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 203
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Batang - Roda keberuntungan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Batang resmi berputar per 1 Oktober 2026. Dari total 2.824 pegawai yang diangkat pada 2025 lalu, kini tersisa 2.752 orang yang masuk dalam usulan perpanjangan kontrak. Sebanyak 72 posisi resmi tereliminasi dari daftar. Penyusutan jumlah ini bukan semata-mata karena sanksi atau hasil evaluasi kinerja yang buruk.
06 Okt 2026 Jumadi 154
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
Batang  - Atlet bulu tangkis di eks-Karesidenan Pekalongan kembali mendapat panggung untuk unjuk kebolehan dengan berkompetisi di ajang Kejuaraan DPRD Cup 2026, yang diinisiasi oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Batang. Potensi atlet terus dioptimalkan oleh PBSI Batang dengan memberikan ruang bagi pebulu tangkis pra dini hingga remaja, mengingat kesempatan yang masih terbuka lebar nantinya untuk mengikuti ajang di tingkat provinsi maupun nasional.
05 Okt 2026 Jumadi 220