Kampung Jamune Bu’e, Sarana Edukasi dan Pemberdayaan Perempuan

Rabu, 06 Oktober 2021 Jumadi Dibaca 1.387 kali IKM UKM UMKM
Kampung Jamune Bu’e, Sarana Edukasi dan Pemberdayaan Perempuan
Batang - Sejak zaman nenek moyang jamu telah dikenal khasiatnya, untuk kesehatan tubuh, namun seiring kemajuan zaman kini jamu pun mulai bertransformasi menjadi lebih modern, seperti Kampung Jamune Bu’e yang berupaya menjadi sarana edukasi dan media pemberdayaan perempuan, melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Batang - Sejak zaman nenek moyang jamu telah dikenal khasiatnya, untuk kesehatan tubuh, namun seiring kemajuan zaman kini jamu pun mulai bertransformasi menjadi lebih modern, seperti Kampung Jamune Bu’e yang berupaya menjadi sarana edukasi dan media pemberdayaan perempuan, melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Kampung Jamune Bu’e yang diinisiasi kaum ibu bersama lima orang penjual jamu gendong yang ingin memodernisasi jamu, agar makin dikenal anak muda, maka sejak awal September lalu mulai membuka kampung wisata dan edukasi bagi masyarakat.

Penanggungjawab KUB Kampung Jamune Bu’e, Sukoningsih mengatakan, ide tersebut muncul bukan hanya karena banyaknya penjual jamu gendong, tapi juga karena kaum ibu yang ingin menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian ramuan tradisional, agar dikenal kaum milenial, serta memberdayakan potensi yang dimiliki lingkungan sekitar.

“Kami memberdayakan para bakul (penjual) jamu gendong dari lingkungan sekitar RT 1 RW 3 Dracik Proyonanggan Selatan. Jamu yang diproduksi ada beras kencur, kunir asem, sirih, manjakani, sehat wanita, sehat pria, lempuyang, temulawak, empon-empon, selama ini yang paling banyak diminati adalah beras kencur dan manjakani,” katanya, saat ditemui di kios Kampung Jamune Bu’e, Jalan Gajah Mada, Kabupaten Batang, Selasa (5/10/2021).

Ia menjelaskan, selama Pandemi Covid-19, omzet yang didapat mencapai Rp200 ribu per hari. Harapannya setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan pandemi berakhir, akan terjadi peningkatan penjualan.

“Ini adalah KUB, jadi untuk pemberdayaan ekonomi kreatif ibu-ibu dan menambah pemasukan serta membantu perekonomian keluarga, karena pelaku UMKM seperti pedagang takoyaki, bakso, nasi bakar, pempek dan lainnya juga banyak dijajakan. Masyarakat jadi punya banyak pilihan,” ungkapnya.

Seiring medernnya cara mempromosikan produk, maka seluruh anggota KUB sepakat memanfaatkan media sosial untuk berpromosi kepada masyarakat milenial.

“Kami promosikan melalui media sosial seperti WhattsApp dan Instagram Kampung Jamune Bu’e,” tuturnya.

Di sisi lain, para kaum ibu juga berupaya mengedukasi generasi muda tentang serba-serbi jamu. Hal ini karena letaknya yang sangat strategis yakni di kawasan pendidikan atau yang dikenal dengan “Dracik Kampus”.

“Rencananya kami akan mengundang Perpustakaan Keliling supaya standby di depan kios. Dan anak-anak mulai dari Taman Kanak-kanak, SD hingga SMP bisa belajar mengetahui langsung manfaat jamu,” terangnya.

KUB ini dibentuk juga berkat dorongan dari Pelaksana Tugas Lurah Proyonanggan Selatan Bambang Pitono untuk mengikuti lomba inovasi pemberdayaan perempuan yang diselenggarakan Bappelitbang Kabupaten Batang.

“Ini bisa menjadi sarana untuk mempromosikan produk unggulan dan potensi lokal menjadi lebih dikenal masyarakat. Kreativitas ibu-ibu juga bisa membantu mewujudkan Kampung Wisata Edukasi, melalui cara mengolah bahan-bahan herbal, sehingga generasi milenial lebih tertarik mempelajarinya,” harapnya.

Ia menambahkan, KUB tersebut juga dapat membantu perekonomian keluarga, karena ada UMKM yang berdampingan dengan para pelaku usaha jamu.

Salah satu warga, Renata mengungkapkan, baginya mengonsumsi jamu sudah menjadi kebiasaan karena selain menyegarkan dapat menjaga kebugaran tubuh.

“Jamu yang baru saya minum kunir asem manfaatnya untuk menjaga kondisi badan jadi lebih fit. Ada beberapa jenis jamu yang sering saya konsumsi yaitu beras kencur dan kunir asem, seminggu bisa 3-4 kali minum jamu,” ujar dia.

Menurutnya, keberadaan para pedagang jamu yang menetap di sini, jadi mempermudah para penikmat jamu mengonsumsinya.

“Untuk generasi muda bisa membiasakan diri menyukai jamu, karena salah satu minuman tradisional yang sudah terkenal sejak dulu. Mereka bisa mengonsumsi jamu dan mempelajari jenis-jenis tanaman herbal yang bisa diramu menjadi minuman berkhasiat,” imbuhnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
Batang Badai efisiensi anggaran yang sedang melanda keuangan daerah dipastikan tidak akan menjadi penghalang bagi apresiasi para pahlawan olahraga Kabupaten Batang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang memasang badan dan menegaskan bahwa bonus bagi atlet serta pelatih yang sukses menyumbang medali pada Porprov 2026 Semarang Raya adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
13 Jun 2026 Jumadi 17
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Batang - SMA Negeri 1 Wonotunggal terus berupaya menyosialisasikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 20262027, agar sesuai dengan prinsip yang dianut, No Titip, No Jastip. Pihak sekolah bersama komite dan perwakilan desa, telah menggelar sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat.
13 Jun 2026 Jumadi 21
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Batang Pemerintah Kabupaten Batang memasang target ambisius dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026 di Semarang Raya. Tidak main-main, kontingen Batang dibidik untuk menembus jajaran 10 besar. Demi membakar semangat para pejuang olahraga tersebut, suntikan motivasi berupa bonus bagi atlet dan pelatih kini tengah dimatangkan.
13 Jun 2026 Jumadi 23
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Batang Langkah Kabupaten Batang untuk menembus jajaran 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Semarang Raya dipastikan tidak akan mudah. Lompatan jauh dari peringkat ke-19 pada Porprov 2023 lalu menuju sepuluh besar diprediksi bakal menemui jalan berliku dan penuh tantangan berat. Tantangan nyata ini diulas secara mendalam dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (1362026).
13 Jun 2026 Jumadi 31
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Batang - Bagi Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, sekadar tumbuh saja tidak pernah cukup. Di tengah ketatnya persaingan antar daerah di Jawa Tengah, ia menyadari bahwa Kabupaten Batang harus berani mengambil langkah ekstrem.
12 Jun 2026 Jumadi 104
Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh
Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Batang mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui Apel Siaga di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (1262026). Kegiatan tersebut ditandai dengan penyematan rompi dan tanda pengenal petugas sensus oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan.
12 Jun 2026 Jumadi 134