Batang - Penanganan Covid-19 tak hanya dengan menerapkan protokol kesehatan, namun kekuatan masing-masing Rukun Tetangga, juga berperan penting menentukan sebuah wilayah agar menjadi “Zero Covid-19”, sehingga warganya benar-benar terbebas dari pandemi.
Batang - Penanganan Covid-19 tak hanya dengan
menerapkan protokol kesehatan, namun kekuatan masing-masing Rukun Tetangga,
juga berperan penting menentukan sebuah wilayah agar menjadi “Zero Covid-19”,
sehingga warganya benar-benar terbebas dari pandemi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Batang
Wihaji, usai menyerahkan piala dan hadiah lomba Kampung Zero Covid, dalam
rangka Hari Ulang Tahun Ke-76 Kemerdekaan RI, di halaman Pendopo, Kabupaten
Batang, Jumat (1/10/2021).
“Tujuan lomba ini supaya timbul semangat agar tetap
melakukan pencegahan Covid-19, dari mulai tingkat RT karena menjadi dasar untuk
mewujudkan Kampunh Zero Covid,” ungkapnya.
Kekuatan lokal sangat berperan penting untuk
mengedukasi, melakukan pencegahan dan penanganan.
“Kalau RT ok, insyaallah sampai ke seluruh wilayah
juga ok,” tuturnya.
Lomba tersebut merupakan sebuah apresiasi dan
motivasi karena masing-masing RT dan desa telah berupaya semaksimal mungkin
mencegah maupun menangani pandemi. Yang jelas lomba itu menjadi simbol pertama
yang diapresiasi kepada RT dan desa yang sudah berjuang mencegah Virus Corona.
“Kedepan akan kami lihat perkembangannya. Semoga
pandemi cepat selesai, sehingga semua fokus ke perbaikan ekonomi,” harapnya.
Salah satu pemenang, H. Ahmad Husaini, ketua RT 1 RW
3 Kelurahan Proyonanggan Selatan mengutarakan, prestasi ini dapat terwujud
berkat dukungan dari pihak kelurahan yang membimbing dan mendukung warga.
“Alhamdulillah mendapatkan juara 1, dengan guyub
rukun seluruh warganya,” katanya.
Ia mengatakan, untuk mewujudkan Kampung Zero Covid,
tentu mengalami banyak kendala. Misalnya apabila ada salah satu warga yang
tidak memiliki gawai, agak sedikit lambat dalam memberikan informasi seputar
perkembangan pandemi.
“Meski begitu warga kami tetap bersemangat mengikuti
arahan dari pemerintah,” ujar dia.
Sebagai langkah upaya, warga desa bersatu guyub
rukun sesuai anjuran pemerintah, dengan tetap menerapkan prokes.
“Saat itu ada warga yang kurang mematuhi anjuran
pemerintah, cukup kami beri sanksi administratif dengan melakukan kerja bakti
dan bukan dalam bentuk denda uang karena memberatkan,” imbuhnya.
Ia menerangkan, selain piala, ada pula hadiah uang
tunai sebesar Rp5 juta, yang rencananya akan digunakan untuk mendukung lomba
Inovasi Pemberdayaan Perempuan.
“Rencana untuk membantu Kampung Jamune Bu’e dan
dimasukkan kas RT,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas
Kesehatan Batang, dr. Didiet Wisnuhardanto menambahkan, hingga malam tadi tidak
ada penambahan kasus warga yang terkonfirmasi Covid-19.
“Alhamdulillah tiga orang sudah sembuh dan tujuh
lainnya masih menjalani Isolasi mandiri,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)