Batang Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), dimungkinkan akan membawa pergeseran nilai budaya bagi warga setempat.
Batang Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT)
Batang yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), dimungkinkan akan
membawa pergeseran nilai budaya bagi warga setempat.
Beberapa nilai yang mungkin terjadi pergeseran
antara lain budaya maupun pola hidup tenaga kerja.
Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ideologi dan
Konstitusi, Irjen Pol. Dr. Agung Makbul menyampaikan, masyarakat harus memiliki
rasa aman di bidang politik, hak asasi manusia, makanan, ekonomi dan lainnya.
“Perlu adanya pengendalian karena nantinya akan
banyak tenaga kerja asing di KIT Batang yang merupakan sebuah tantangan. Jadi
jika kedepan ada kendala, harus dilakukan antisipasi lebih awal,†katanya saat
melakukan kunjungan kerja dalam menyambut KIT Batang, di Aula Kantor Bupati,
Kabupaten Batang, Rabu (29/9/2021).
KIT Batang yang memiliki luas 4.300 hektar,
dijadikan percontohan untuk mengembangkan kawasan industri di daerah lain,
melihat posisinya sangat strategis di berbagai aspek.
“Ada berbagai industri unggulan di dalamnya, seperti
industri kaca terbesar di Asia Tenggara yang terletak di Kabupaten Batang
dengan nilai historisnya,†jelasnya.
Bupati Batang Wihaji menerangkan, infrastruktur
penunjang telah disiapkan seperti jalan, listrik, gas dan lainnya.
Ia memastikan UMKM di Kabupaten Batang juga sangat
kompetitif.
“Perbandingannya jika di daerah lain UMKM Rp4,7
juta, di Batang hanya Rp2,1 juta. Itu sama artinya terjadi efisien hingga Rp15
miliar per bulan dengan 5 ribu karyawan,†terangnya.
Dijelaskannya, sampai saat ini investor yang masuk
didominasi dari Penanam Modal Asing (PMA), yakni Korea, Jerman, Amerika dan
India.
“Yang sudah melakukan peletakan batu pertama KCC
Glass dari Korea, Oktober nanti LG dari Korea juga, dengan luas lebih dari 200
hektar,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)