Pedagang Diminta Beradaptasi dengan Digitalisasi Pasar

Kamis, 23 September 2021 Jumadi Dibaca 1.542 kali Ekonomi
Pedagang Diminta Beradaptasi dengan Digitalisasi Pasar
Batang - Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang Subiyanto meminta agar para pedagang di seluruh pasar tradisional mulai beradaptasi dengan digitalisasi pasar.

Batang - Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang Subiyanto meminta agar para pedagang di seluruh pasar tradisional mulai beradaptasi dengan digitalisasi pasar.

Sejumlah perwakilan pedagang diundang dalam Sekolah Pasar, untuk mendapatkan ilmu manajemen pasar, agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam sistem perdagangan di pasar tradisional, dengan mengundang perwakilan dari Kementerian Perdagangan RI beberapa waktu lalu.

“Materi pokoknya adalah digitalisasi pasar, ternyata program tersebut selaras dengan Disperindagkop Batang, yang sudah mulai melatih para pedagang untuk beralih secara perlahan menuju digitalisasi pasar,” katanya saat ditemui, di ruang kerjanya, Rabu (22/9/2021).

Beberapa program yang telah dilakukan di Pasar Batang antara lain: pasar online “Dotukura”, QRIS yakni sistem pembayaran secara tunai dan nontunai, sebentar lagi akan menerapkan E-Retribusi.

“Ini menunjukkan gayung bersambut karena program kami senada dengan Kementerian Perdagangan,” jelasnya.

Ia menegaskan, dengan menerapkan sistem digitalisasi pasar, para pedagang justru akan semakin dipermudah dalam melayani pembeli.

“Mudah-mudahan setelah diedukasi para pedagang saling mengerti dengan kami, saling menjaga agar pasar selalu dikunjungi pembeli, omset pedagangnya meningkat walaupun masih dalam kondisi pandemi, dengan menerapkan pola jual beli secara online,” tegasnya.

Sedangkan menurut arahan dari perwakilan Kementerian Perdagangan RI, lebih menekankan pada pengelolaan pasar, menjaga kebersihan pasar, penataan pasar berdasarkan zonasi dan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyaraka, Mutmainah menerangkan, pihak Dinas Kesehatan akan memanfaatkan teknologi digitalisasi pasar ini untuk mempromosikan disiplin protokol kesehatan, termasuk Germas agar lebih mudah dipahami dan dipraktikkan pedagang serta warga pasar.

“Kami bisa menitipkan pesan-pesan kesehatan seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pentingnya vaksinasi di aplikasi Dotukura yang sudah mulai dikenal kaum milenial Batang,” terangnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Batang Anwar Rozikin mengatakan, pemanfaatan digitalisasi pasar sudah dimulai sejak 13 Agustus 2020 lalu. Pemanfaatannya sangat memudahkan konsumen, karena cukup menggunakan aplikasi Dotukura.

Saat ini aplikasi tersebut sedang disempurnakan yang nantinya akan berubah menjadi New Dotukura.

“Dalam aplikasi itu semua pengelolaan dilakukan oleh anggota paguyuban pasar, mulai proses transaksi jual beli, kurir hingga pembayaran. Sehingga lebih cepat dan praktis,” terangnya.

Aplikasi ini menadapat dukungan peralatan dari Bank Indonesia Cabang Tegal dan rencananya dalam waktu dekat, New Dotukura dan E-Retribusi akan dilaunching oleh Bupati Batang Wihaji.

“Saya akui memang mayoritas pedagang belum begitu familiar dengan teknologi digital, jadi perlu waktu lebih lama untuk menyosialisasikannya,” ungkapnya.

Ia memastikan, bahwa di era kenormalan baru, digitalisasi dibutuhkan masyarakat, karena untuk mendapatkan suatu barang, konsumen tidak perlu bertatap muka.

“Jika kami tidak membiasakan diri dengan digitalisasi pasar, pasti tertinggal dengan pasar dan toko online yang bisa dipesan melalui sebuah aplikasi. Kami akan berusaha dengan mengedepankan pedagang-pedagang muda yang sudah akrab dengan gawai, supaya bisa melayani kebutuhan konsumen milenial,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 12
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 89
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 96
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 49
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 8
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 11