Karya Lukis Dekoratif Lebih Diminati Warga Batang

Jumat, 10 September 2021 Jumadi Dibaca 1.254 kali Seni dan Budaya
Karya Lukis Dekoratif Lebih Diminati Warga Batang
Batang - Pasca turunnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke Level 2, membuat geliat berekspresi para perupa muda Kabupaten Batang perlahan mulai bermunculan dengan menggelar pameran lukisan bernuansakan dekoratif karena lebih diminati warga.

Batang - Pasca turunnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke Level 2, membuat geliat berekspresi para perupa muda Kabupaten Batang perlahan mulai bermunculan dengan menggelar pameran lukisan bernuansakan dekoratif karena lebih diminati warga.

Pameran bertajuk “Art Exhibition Symphony 9”, mayoritas diikuti oleh 9 perupa milenial dari Batang, yang digelar mulai 9-15 September mendatang.

Ketua panitia Sigit Purnomo megatakan, berawal dari terlalu lamanya para perupa muda vakum dari kegiatan mengekspresikan karyanya secara langsung, akhirnya muncul ide untuk menggelar pameran tersebut, dengan jumlah peserta terbatas.

Dengan pameran ini seni rupa bisa diterima di daerah yang minim pengetahuan seninya.

“Apresiasi terhadap sebuah karya seni di kota kecil pasti kurang. Tetapi justru ini menjadi penyemangat buat kami untuk menghasilkan karya dekoratif yang lebih disukai khalayak, bukan yang terlalu murni, yang pasti tidak laku,”  katanya saat ditemui di Omah Bento, Kalisalak, Kabupaten Batang, (9/9/2021).

Dijelaskannya, karya dekoratif artinya layak tampil di rumahnya. Masyarakat akan lebih menyukai lukisan bunga daripada yang bertema abstrak.

“Seniman itu butuh tempat untuk meluapkan karyanya. Terkait seniman dan karya yang ditampilkan hanya berjumlah 9, itu sebetulnya jumlah seniman seluruhnya ada 25, cuma karena waktu berdiskusi yang datang hanya 9, akhirnya diputuskanlah karya yang ditampilkan sejumlah tersebut,” jelasnya.

Alasan terkuatnya, lanjut dia, karena keterbatasan tempat yang akhirnya membuat para anggota memutuskan di pameran perdana ditengah PPKM Level 2 ini, hanya mengikutkan 9 karya perupa.

“Ini baru tahap awal, nantinya di bulan Oktober teman-teman “Serbuk Pensil” mau pameran di Solo, tentunya dengan karya yang lebih beragam dan lebih dari 9 karya,” tuturnya.

Pameran ini juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk meregenerasi seniman lukis di Batang.

“Sarasehan malam ini kami gunakan untuk menyerahkan tongkat estafet kepada seniman lukis muda yang benar-benar mencintai dunia seni rupa,” harapnya.

Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang Tri Bakdo menyampaikan, pameran ditengah PPKM ini merupakan bentuk luapan kegelisahan para perupa muda, yang selama ini berhenti berekspresi.

“Sebenarnya mereka sudah punya karya, tetapi tidak punya tempat karena dipenjara, diikat atau dibatasi oleh pandemi. Semua seniman itu ingin eksistensinya terlihat dan diakui oleh penikmatnya,” ungkapnya.

Ketika ada tanda-tanda, bahwa intensitas pandemi ini mulai menurun, dari level 4, 3 dan sekarang 2, itu membuat para seniman berpikir, sekarang saatnya harus muncul ke permukaan.

“Ini adalah sebuah proses awal mereka yang mungkin ingin meniti karir sebagai seniman lukis, mungkin ingin menyalurkan hobi. Lukisan yang ditampilkan masih sebuah proses, belum mencapai pada titik kulminasi atau puncak tertinggi,” tegasnya.

Ia berkeyakinan, apabila para perupa muda Batang ini memiliki intensitas yang tinggi, kedepan akan menghasilkan karya yang makin baik.

“Sementara ini temanya tidak dibatasi, jadi mereka bebas mengalir saja menuangkan perasaannya melalui sebuah media lukis. Tadi ada lukisan yang menceritakan seorang ayah yang meluapkan kebahagiaannya mempunyai seorang anak, ada yang cenderung dengan bunga, itulah karya yang mencerminkan perasaan mereka sendiri,” terangnya.

Ia menyarankan, bagi anak muda yang ingin menjadi perupa yang menghasilkan karya luar biasa, tentu membutuhkan intensitas yang tinggi. Sebab melukis itu membutuhkan proses dan waktu yang lama.

“Untuk menghasilkan karya itu tidak sebentar, tapi bisa bertahun-tahun. Kalau belajar teknis itu mudah paling dua tahun jadi, tapi mengolah rasa menjadi nampak sebuah lukisan itu pakai perasaan yang begitu dalam,” imbuhnya.

Salah satu perupa muda, Rusyid mengaku ada ketertarikan untuk mendalami dunia seni lukis, dengan mengikuti sarasehan.

“Berkesenian itu luas, kita harus beretika dulu, menjalin komunikasi yang baik dengan banyak pihak, tidak menunjukkan egois atau mengutamakan diri sendiri,” ujar dia.

Menurut dia, pameran tersebut merupakan awal yang baik, karena sudh lama di Batang tidak pernah digelar pameran lukis.

“Kedepan teman-teman perupa muda bisa menunjukkan karya terbaik yang lainnya tidak hanya 9 buah saja,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi) 

Berita Lainnya

Batang Coffee Gelar Manual Brew Competition, Dorong Kebangkitan Tren Kopi Seduh Manual Batang Coffee Gelar Manual Brew Competition, Dorong Kebangkitan Tren Kopi Seduh Manual
Batang Coffee Gelar Manual Brew Competition, Dorong Kebangkitan Tren Kopi Seduh Manual
Batang - Komunitas Batang Coffee menggelar Manual Brew Competition di kafe Hingga, Limpung, Kabupaten Batang, Minggu (1462026). Kompetisi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi kopi sekaligus membangkitkan kembali minat terhadap metode seduh manual (manual brew) di kalangan penggiat kopi.
14 Jun 2026 Jumadi 45
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Batang Langkah Kabupaten Batang untuk menembus jajaran 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Semarang Raya dipastikan tidak akan mudah. Lompatan jauh dari peringkat ke-19 pada Porprov 2023 lalu menuju sepuluh besar diprediksi bakal menemui jalan berliku dan penuh tantangan berat. Tantangan nyata ini diulas secara mendalam dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (1362026).
13 Jun 2026 Jumadi 109
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Batang - SMA Negeri 1 Wonotunggal terus berupaya menyosialisasikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 20262027, agar sesuai dengan prinsip yang dianut, No Titip, No Jastip. Pihak sekolah bersama komite dan perwakilan desa, telah menggelar sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat.
13 Jun 2026 Jumadi 71
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Batang Pemerintah Kabupaten Batang memasang target ambisius dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026 di Semarang Raya. Tidak main-main, kontingen Batang dibidik untuk menembus jajaran 10 besar. Demi membakar semangat para pejuang olahraga tersebut, suntikan motivasi berupa bonus bagi atlet dan pelatih kini tengah dimatangkan.
13 Jun 2026 Jumadi 90
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
Batang Badai efisiensi anggaran yang sedang melanda keuangan daerah dipastikan tidak akan menjadi penghalang bagi apresiasi para pahlawan olahraga Kabupaten Batang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang memasang badan dan menegaskan bahwa bonus bagi atlet serta pelatih yang sukses menyumbang medali pada Porprov 2026 Semarang Raya adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
13 Jun 2026 Jumadi 103
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Batang - Bagi Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, sekadar tumbuh saja tidak pernah cukup. Di tengah ketatnya persaingan antar daerah di Jawa Tengah, ia menyadari bahwa Kabupaten Batang harus berani mengambil langkah ekstrem.
12 Jun 2026 Jumadi 135