Karya Lukis Dekoratif Lebih Diminati Warga Batang

Jumat, 10 September 2021 Jumadi Dibaca 1.237 kali Seni dan Budaya
Karya Lukis Dekoratif Lebih Diminati Warga Batang
Batang - Pasca turunnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke Level 2, membuat geliat berekspresi para perupa muda Kabupaten Batang perlahan mulai bermunculan dengan menggelar pameran lukisan bernuansakan dekoratif karena lebih diminati warga.

Batang - Pasca turunnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke Level 2, membuat geliat berekspresi para perupa muda Kabupaten Batang perlahan mulai bermunculan dengan menggelar pameran lukisan bernuansakan dekoratif karena lebih diminati warga.

Pameran bertajuk “Art Exhibition Symphony 9”, mayoritas diikuti oleh 9 perupa milenial dari Batang, yang digelar mulai 9-15 September mendatang.

Ketua panitia Sigit Purnomo megatakan, berawal dari terlalu lamanya para perupa muda vakum dari kegiatan mengekspresikan karyanya secara langsung, akhirnya muncul ide untuk menggelar pameran tersebut, dengan jumlah peserta terbatas.

Dengan pameran ini seni rupa bisa diterima di daerah yang minim pengetahuan seninya.

“Apresiasi terhadap sebuah karya seni di kota kecil pasti kurang. Tetapi justru ini menjadi penyemangat buat kami untuk menghasilkan karya dekoratif yang lebih disukai khalayak, bukan yang terlalu murni, yang pasti tidak laku,”  katanya saat ditemui di Omah Bento, Kalisalak, Kabupaten Batang, (9/9/2021).

Dijelaskannya, karya dekoratif artinya layak tampil di rumahnya. Masyarakat akan lebih menyukai lukisan bunga daripada yang bertema abstrak.

“Seniman itu butuh tempat untuk meluapkan karyanya. Terkait seniman dan karya yang ditampilkan hanya berjumlah 9, itu sebetulnya jumlah seniman seluruhnya ada 25, cuma karena waktu berdiskusi yang datang hanya 9, akhirnya diputuskanlah karya yang ditampilkan sejumlah tersebut,” jelasnya.

Alasan terkuatnya, lanjut dia, karena keterbatasan tempat yang akhirnya membuat para anggota memutuskan di pameran perdana ditengah PPKM Level 2 ini, hanya mengikutkan 9 karya perupa.

“Ini baru tahap awal, nantinya di bulan Oktober teman-teman “Serbuk Pensil” mau pameran di Solo, tentunya dengan karya yang lebih beragam dan lebih dari 9 karya,” tuturnya.

Pameran ini juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk meregenerasi seniman lukis di Batang.

“Sarasehan malam ini kami gunakan untuk menyerahkan tongkat estafet kepada seniman lukis muda yang benar-benar mencintai dunia seni rupa,” harapnya.

Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang Tri Bakdo menyampaikan, pameran ditengah PPKM ini merupakan bentuk luapan kegelisahan para perupa muda, yang selama ini berhenti berekspresi.

“Sebenarnya mereka sudah punya karya, tetapi tidak punya tempat karena dipenjara, diikat atau dibatasi oleh pandemi. Semua seniman itu ingin eksistensinya terlihat dan diakui oleh penikmatnya,” ungkapnya.

Ketika ada tanda-tanda, bahwa intensitas pandemi ini mulai menurun, dari level 4, 3 dan sekarang 2, itu membuat para seniman berpikir, sekarang saatnya harus muncul ke permukaan.

“Ini adalah sebuah proses awal mereka yang mungkin ingin meniti karir sebagai seniman lukis, mungkin ingin menyalurkan hobi. Lukisan yang ditampilkan masih sebuah proses, belum mencapai pada titik kulminasi atau puncak tertinggi,” tegasnya.

Ia berkeyakinan, apabila para perupa muda Batang ini memiliki intensitas yang tinggi, kedepan akan menghasilkan karya yang makin baik.

“Sementara ini temanya tidak dibatasi, jadi mereka bebas mengalir saja menuangkan perasaannya melalui sebuah media lukis. Tadi ada lukisan yang menceritakan seorang ayah yang meluapkan kebahagiaannya mempunyai seorang anak, ada yang cenderung dengan bunga, itulah karya yang mencerminkan perasaan mereka sendiri,” terangnya.

Ia menyarankan, bagi anak muda yang ingin menjadi perupa yang menghasilkan karya luar biasa, tentu membutuhkan intensitas yang tinggi. Sebab melukis itu membutuhkan proses dan waktu yang lama.

“Untuk menghasilkan karya itu tidak sebentar, tapi bisa bertahun-tahun. Kalau belajar teknis itu mudah paling dua tahun jadi, tapi mengolah rasa menjadi nampak sebuah lukisan itu pakai perasaan yang begitu dalam,” imbuhnya.

Salah satu perupa muda, Rusyid mengaku ada ketertarikan untuk mendalami dunia seni lukis, dengan mengikuti sarasehan.

“Berkesenian itu luas, kita harus beretika dulu, menjalin komunikasi yang baik dengan banyak pihak, tidak menunjukkan egois atau mengutamakan diri sendiri,” ujar dia.

Menurut dia, pameran tersebut merupakan awal yang baik, karena sudh lama di Batang tidak pernah digelar pameran lukis.

“Kedepan teman-teman perupa muda bisa menunjukkan karya terbaik yang lainnya tidak hanya 9 buah saja,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi) 

Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 62
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 136
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 145
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 86
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 46
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 56