Karya Lukis Dekoratif Lebih Diminati Warga Batang

Jumat, 10 September 2021 Jumadi Dibaca 1.267 kali Seni dan Budaya
Karya Lukis Dekoratif Lebih Diminati Warga Batang
Batang - Pasca turunnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke Level 2, membuat geliat berekspresi para perupa muda Kabupaten Batang perlahan mulai bermunculan dengan menggelar pameran lukisan bernuansakan dekoratif karena lebih diminati warga.

Batang - Pasca turunnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke Level 2, membuat geliat berekspresi para perupa muda Kabupaten Batang perlahan mulai bermunculan dengan menggelar pameran lukisan bernuansakan dekoratif karena lebih diminati warga.

Pameran bertajuk “Art Exhibition Symphony 9”, mayoritas diikuti oleh 9 perupa milenial dari Batang, yang digelar mulai 9-15 September mendatang.

Ketua panitia Sigit Purnomo megatakan, berawal dari terlalu lamanya para perupa muda vakum dari kegiatan mengekspresikan karyanya secara langsung, akhirnya muncul ide untuk menggelar pameran tersebut, dengan jumlah peserta terbatas.

Dengan pameran ini seni rupa bisa diterima di daerah yang minim pengetahuan seninya.

“Apresiasi terhadap sebuah karya seni di kota kecil pasti kurang. Tetapi justru ini menjadi penyemangat buat kami untuk menghasilkan karya dekoratif yang lebih disukai khalayak, bukan yang terlalu murni, yang pasti tidak laku,”  katanya saat ditemui di Omah Bento, Kalisalak, Kabupaten Batang, (9/9/2021).

Dijelaskannya, karya dekoratif artinya layak tampil di rumahnya. Masyarakat akan lebih menyukai lukisan bunga daripada yang bertema abstrak.

“Seniman itu butuh tempat untuk meluapkan karyanya. Terkait seniman dan karya yang ditampilkan hanya berjumlah 9, itu sebetulnya jumlah seniman seluruhnya ada 25, cuma karena waktu berdiskusi yang datang hanya 9, akhirnya diputuskanlah karya yang ditampilkan sejumlah tersebut,” jelasnya.

Alasan terkuatnya, lanjut dia, karena keterbatasan tempat yang akhirnya membuat para anggota memutuskan di pameran perdana ditengah PPKM Level 2 ini, hanya mengikutkan 9 karya perupa.

“Ini baru tahap awal, nantinya di bulan Oktober teman-teman “Serbuk Pensil” mau pameran di Solo, tentunya dengan karya yang lebih beragam dan lebih dari 9 karya,” tuturnya.

Pameran ini juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk meregenerasi seniman lukis di Batang.

“Sarasehan malam ini kami gunakan untuk menyerahkan tongkat estafet kepada seniman lukis muda yang benar-benar mencintai dunia seni rupa,” harapnya.

Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang Tri Bakdo menyampaikan, pameran ditengah PPKM ini merupakan bentuk luapan kegelisahan para perupa muda, yang selama ini berhenti berekspresi.

“Sebenarnya mereka sudah punya karya, tetapi tidak punya tempat karena dipenjara, diikat atau dibatasi oleh pandemi. Semua seniman itu ingin eksistensinya terlihat dan diakui oleh penikmatnya,” ungkapnya.

Ketika ada tanda-tanda, bahwa intensitas pandemi ini mulai menurun, dari level 4, 3 dan sekarang 2, itu membuat para seniman berpikir, sekarang saatnya harus muncul ke permukaan.

“Ini adalah sebuah proses awal mereka yang mungkin ingin meniti karir sebagai seniman lukis, mungkin ingin menyalurkan hobi. Lukisan yang ditampilkan masih sebuah proses, belum mencapai pada titik kulminasi atau puncak tertinggi,” tegasnya.

Ia berkeyakinan, apabila para perupa muda Batang ini memiliki intensitas yang tinggi, kedepan akan menghasilkan karya yang makin baik.

“Sementara ini temanya tidak dibatasi, jadi mereka bebas mengalir saja menuangkan perasaannya melalui sebuah media lukis. Tadi ada lukisan yang menceritakan seorang ayah yang meluapkan kebahagiaannya mempunyai seorang anak, ada yang cenderung dengan bunga, itulah karya yang mencerminkan perasaan mereka sendiri,” terangnya.

Ia menyarankan, bagi anak muda yang ingin menjadi perupa yang menghasilkan karya luar biasa, tentu membutuhkan intensitas yang tinggi. Sebab melukis itu membutuhkan proses dan waktu yang lama.

“Untuk menghasilkan karya itu tidak sebentar, tapi bisa bertahun-tahun. Kalau belajar teknis itu mudah paling dua tahun jadi, tapi mengolah rasa menjadi nampak sebuah lukisan itu pakai perasaan yang begitu dalam,” imbuhnya.

Salah satu perupa muda, Rusyid mengaku ada ketertarikan untuk mendalami dunia seni lukis, dengan mengikuti sarasehan.

“Berkesenian itu luas, kita harus beretika dulu, menjalin komunikasi yang baik dengan banyak pihak, tidak menunjukkan egois atau mengutamakan diri sendiri,” ujar dia.

Menurut dia, pameran tersebut merupakan awal yang baik, karena sudh lama di Batang tidak pernah digelar pameran lukis.

“Kedepan teman-teman perupa muda bisa menunjukkan karya terbaik yang lainnya tidak hanya 9 buah saja,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi) 

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 30
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 88
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 144
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 68
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 96
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 82