Batang - Sebanyak 7 ribu lebih saldo kosong, sehingga tidak dapat diambil Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hal itu membuat Wakil Ketua Komisi VIII, Ace Hasan Syadzily meminta agar dilakukan penelusuran hingga ke akar permasalahannya.
Batang - Sebanyak 7 ribu lebih saldo kosong,
sehingga tidak dapat diambil Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hal itu membuat
Wakil Ketua Komisi VIII, Ace Hasan Syadzily meminta agar dilakukan penelusuran
hingga ke akar permasalahannya.
“Itu dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun
Kartu Sembako. Kami ingin telusuri letak masalahnya di mana, sehingga segera
bisa diselesaikan,†katanya, saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik, di Aula
Kantor Bupati, Kabupaten Batang, Kamis (9/9/2021).
Selain itu, masih pula ditemukan Bantuan Sosial
Tunai (BST) yang gagal disalurkan sebanyak 2.500. Salah satu penyebab utamanya
adalah data yang masih bermasalah.
“Ada 900 lebih yang sudah meninggal, tetapi masih
tercatat sebagai penerima bantuan sosial, ada yang pindah alamat, menerima
bantuan lebih dari satu dan lain sebagainya,†katanya.
Ia menegaskan, permasalahan ini harus segera
disalurkan, karena menyangkut kebutuhan masyarakat ditengah pandemi. Selain
menjalin sinergi antara Kementerian Sosial dan Pemda, juga ingin memastikan
penanganannya bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yakni BRI.
“Kami ingin memastikan kenapa kok masih ada saldo
yang nol, kenapa buku tabungan belum didistribusikan, Kartu Kesejahteraan
Sosial (KkS) belum diberikan kepada penerima bantuan. Kami juga ingin
memastikan kepada PT.Pos, kenapa proses distribusi tidak langsung kepada KPM,†jelasnya.
Hal itu sesuai arahan dari Menteri Sosial, Tri
Rismaharini yang menyampaikan agar bantuan sosial itu disalurkan ke rumah KPM.
“Bukan dikumpulkan, karena akan menimbulkan
kerumunan, itu yang harus kita hindari,†tegasnya.
Setelah dilakukan diskusi, lanjut dia, ditemukan ada
yang bermasalah. Maka harus segera dilakukan perbaikan, sebab tidak ingin
timbul saling menyalahkan.
“Kita cari solusi, akar persoalannya jelas. Ada
proses pendataan yang belum tuntas, pendistribusian belum dibenahi secara
sungguh-sungguh dan keterlambatan pendistribusian. Itu semua harus diselesaikan,
karena masyarakat harus diutamakan,†terangnya.
Ia memastikan, langkah penyelesaiannya detik ini
juga bersama Bank yang tergabung dalam Himbara. Misalnya, jika belum ada
saldonya segera selesaikan, jika belum ada buku tabungan tolong segera
terbitkan bukunya.
“Kalau penerima bantuan tidak ditemukan sehingg buku
tabungan belum didistribusikan, segera dialihkan kepada pihak-pihak yang
membutuhkan,†imbaunya.
Ia menegaskan, tidak boleh ada potongan sedikit pun
terhadap berbagai jenis bantuan. Apabila ada indikasi tersebut, segera
menghubungi Bank yang bersangkutan.
“Karena Bank-nya sendiri sudah mendapatkan
keuntungan dari penyimpanan uang itu. Uang itu bukan untuk ditabung, tapi
digunakan untuk kebutuhan dasar,†tandasnya.
Bupati Batang Wihaji menyampaikan Pemda berupaya
melaksanakan kewajiban sesuai perintah pemerintah pusat, tapi tetap
berkoordinasi dengan baik.
“Tadi saya minta data penerimanya, karena jika ada
pengaduan ke Pemda agar cepat teratasi,†tegasnya.
ada enam permasalahan yang sering muncul saat proses
pendistribusian bantuan sosial.
“Tadi Wakil Ketua Komisi VIII berjanji, akan
menyelesaikan permasakahan dalam satu minggu, tentu secara bertahap,†ujar dia.
Dijelaskannya, enam masalah itu meliputi, saldo KPM
nol, NIK yang tidak sinkron, KKS yang belum terkirim ke KPM dan data-data lain
yang belum sinkron. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)