Intensifkan Pagelaran Seni, RRI Perlu Gandeng Budayawan

Rabu, 08 September 2021 Jumadi Dibaca 820 kali Seni dan Budaya
Intensifkan Pagelaran Seni, RRI Perlu Gandeng Budayawan
Batang - Kesenian tradisional di Indonesia sangat beragam, maka pagelaran seni perlu diintensifkan oleh RRI dengan menggandeng peran seniman maupun budayawan, agar nilai-nilai kearifan lokal makin dikenal generasi muda.

Batang - Kesenian tradisional di Indonesia sangat beragam, maka pagelaran seni perlu diintensifkan oleh RRI dengan menggandeng peran seniman maupun budayawan, agar nilai-nilai kearifan lokal makin dikenal generasi muda.

Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Batang Tri Bakdo mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-76 RRI.

“Selamat ulang tahun untuk RRI, semoga selalu lancar, selalu jaya dan sukses selamanya,” tuturnya.

Menurutnya, sampai saat ini RRI sudah cukup peduli terhadap nilai-nilai budaya di Jawa Tengah khususnya. Namun sedikit masukan untuk RRI, karena Indonesia khususnya Jawa sangat kaya akan budaya.

“Dan saya lihat RRI kurang lengkap dalam menyiarkan kebudayaan asli, contohnya di Jawa Timur ada ludruk, Jawa Tengah ada ketoprak, wayang yang beragam jenisnya. Akan lebih baik lagi ketika kesenian itu intens disiarkan secara bergantian,” katanya, saat ditemui di Pendopo, Kabupaten Batang, Selasa (7/9/2021).

Tujuan utamanya agar seluruh masyarakat mengetahui tentang keberagaman tradisi, seni dan budaya Indonesia.

Di sisi lain, Ia menanggapi positif ketika RRI berusaha untuk mengikuti perkembangan teknologi penyiaran, bersaing dengan radio-radio swasta.

“Tapi harapan saya RRI tetap memiliki ciri khas yaitu berpegang teguh pada budaya kearifan lokal,” tegasnya.

Ia mengresiasi pemberitaan di RRI sudah cukup banyak. Namun akan lebih optimal jika setiap pemberitaan disertai dengan ulasan.

“Ada semacam bincang-bincang atau talkshow untuk membahas seputar ketoprak, wayang dan lainnya, biar masyarakat lebih tahu dan memahami lagi. Dari beberapa juta orang, andai saja ada 10% yang nonton, itu sudah bagus sekali, tidak harus semuanya menonton,” ungkapnya.

Ia mengutarakan, di luar sana masih banyak masyarakat yang secara intensif mendengarkan RRI.

“Termasuk saya masih suka mendengarkan wayang kulit. Jadi silakan bersaing dengan radio lain, tapi jangan lupakan kearifan lokal daerah kita,” imbuhnya.

Salah satu pegiat seni tari, Suprayitno mengutarakan, Pandemi Covid-19 membawa dampak yang luar biasa bagi para seniman, karena tidak dapat berekspresi dan berkarya secara total.

“Tidak berkaya di sini artinya bukan karena kami tidak berkarya secara umum. Kami tetap berkarya tapi terbatas di lingkungan tertentu, jadi diharapkan pihak RRI kalau bisa memberi kesempatan kepada seniman daerah, yang jarang dijangkau supaya bisa tampil secara langsung maupun virtual, ditonton kalangan tertentu,” jelasnya.

Pementasan itu pasti membanggakan para pelaku seni sekaligus tetap bisa menyambung hidup, tanpa harus menjual peralatan seni.

“Mari kita sengkuyung bareng-bareng, melalui ulang tahun RRI ini, kita tingkatkan pementasan kesenian. Mungkin bisa lewat rekaman suara, virtual, atau bahkan bisa disiarkan langsung, dalam menghidupkan kembali seniman yang ingin berkarya,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 63
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 136
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 145
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 86
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 47
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 57