Sikapi Jogo Tonggo, FKMETRA Batang Tampilkan “Memetik Bintang”

Jumat, 27 Agustus 2021 Jumadi Dibaca 1.131 kali Seni dan Budaya
Sikapi Jogo Tonggo, FKMETRA Batang Tampilkan “Memetik Bintang”
Batang - Forum Komunikasi Media Tradisional (FKMETRA) Kabupaten Batang mementaskan sebuah seni pertunjukan rakyat berjudul “Memetik Bintang”, sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya “Jogo Tonggo” dalam melawan Covid-19.

Batang - Forum Komunikasi Media Tradisional (FKMETRA) Kabupaten Batang mementaskan sebuah seni pertunjukan rakyat berjudul “Memetik Bintang”, sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya “Jogo Tonggo” dalam melawan Covid-19.

Pementasan tersebut rencananya akan diikutkan dalam lomba Pertunjukan Rakyat (Petunra) tingkat Jawa Tengah secara virtual dikarenakan saat ini masih dalam situasi Pandemi Covid-19.

Sutradara pertunjukan, Ahmad Zainuri mengatakan, pertunjukan itu menceritakan tentang polemik yang terjadi antara seorang warga yang merasa ada ketidakadilan karena tidak mendapat bantuan dari program Jogo Tonggo, walaupun belum ada kepastian dirinya positif atau negatif Corona.

“Sebenarnya mendapat bantuan atau tidak itu sudah diatur. Yaitu orang-orang yang memang positif terpapar Corona, maka Pemprov Jateng membuatkan program Jogo Tonggo,” katanya, saat ditemui usai pementasan di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (27/8/2021) malam.

Dalam pementasan tersebut, juga ada pesan moral agar warga pandai menyikapi beredarnya informasi yang belum pasti kebenarannya.

“Hari ini kita berperang dengan Virus Corona dan berita hoaks, walaupun temanya Jogo Tonggo, tapi kita sisipkan pesan agar masyarakat mampu mengantisipasinya,” jelasnya.

Ia berpesan melalui Virus Corona justru warga harus semakin kompak dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama serta terus berdoa.

“Bagaimana pun juga saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi musibah, jadi harus ada kerja sama yang baik antar sesama,” tegasnya.

Dalam pementasan kali ini FKMETRA Batang melibatkan 14 pemain, di antaranya pemain drama 4 orang, penari 4 orang dan penabuh gamelan 6 orang.

“Drama kali ini lebih menonjolkan kesan tradisional dilihat dari gaya dialognya, musik yang ditampilkan dan kostumnya pun tradisi warga setempat,” ungkapnya.

Kepala Diskominfo Batang Triossy Juniarto menerangkan, sosialisasi program Jogo Tonggo melalui pertunjukan rakyat sangat efektif, karena pasca diikutkan perlombaan, nantinya akan disebarkan kepada masyarakat.

“Diskominfo selama dua tahun ini, selalu mendukung penyebaran informasi-informasi tentang pencegahan dan penanganan Covid-19 lewat berbagai media cetak, online maupun radio, serta terkait pengaduan bisa lewat 112,” terangnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, pengaduan yang sering disampaikan masyarakat tidak hanya seputar Covid-19, tapi juga menyangkut vaksinasi dan isolasi mandiri.

“Menanggapi aduan, respons kami diupayakan secepat mugkin melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Sangat efektif bisa terintegrasi dengan Curhat Wihaji, dan rata-rata aduannya seputar Isolasi mandiri dan Isolasi terpusat,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

 

Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 74
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 136
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 147
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 89
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 51
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 61