Batang - Kiprah Kampung Hijrah Kabupaten Batang terus berkembang, kali ini membantu ekonomi yang kurang mampu yaitu seorang bapak bernama Ahmad Tofani (50) warga Dukuh Bogoran, Kelurahan Kauman, Kecamatan Batang Kabupaten Batang yang bekerja sebagai tukang sol sepatu.
Batang - Kiprah Kampung
Hijrah Kabupaten Batang terus berkembang, kali ini membantu ekonomi yang kurang
mampu yaitu seorang bapak bernama Ahmad Tofani (50) warga Dukuh Bogoran, Kelurahan
Kauman, Kecamatan Batang Kabupaten Batang yang bekerja sebagai tukang sol
sepatu.
“Pada awalnya kita
Kampung Hijrah ingin membantu Bapak Ahmad dengan memberikan bantuan berupa uang,
tetapi beliau menolaknya. Akhirnya kita memutar otak bagaimana cara membantu
beliau, kemudian kita putuskan untuk memberikan beliau kerjaan dan mengumpulkan
sepatu yang ingin diperbaiki,†kata Salah satu pengurus Kampung Hijrah Batang
Casrameko saat ditemui di Jalan Gajah Mada Kecamatan Batang, Kabupaten Batang,
Rabu (25/8/2021).
Sejarahnya bapak Ahmad
dulunya berjualan kemudian mengalami stroke akhirnya beliau membuka jasa sol
sandal atau sepatu. Beliau juga dulu pernah dikunjungi Bupati Batang Wihaji
dalam program “tilik warga†pada saat itu memang anaknya yang menderita
penyakit gagal ginjal yang sekarang sudah meninggal dunia.
Kampung Hijrah, Lanjut
dia, memikirkan untuk membantu beliau karena kita melihat pada masa Pandemi
Covid-19 seperti ini orang yang sehat dan bekerja saja berdampak sekali apalagi
beliau yang hanya mengandalkan pemasukan buat keluarganya lewat jasa sol
sepatunya.
“Kita membantu juga
tidak ada jangka waktu harus sampai kapan, jika melihat kondisi beliau sendiri
dan yang donasi kita sudah tidak ada baru kita berhenti kalau masih bisa kita
pasti bantu terus,†jelasnya.
Apalagi kita membantu
dengan memberikan pekerjaan kepada beliau, bisa dilihat juga kondisi beliau
yang sudah sepuh kita memberikan pekerjaannya tidak banyak-banyak kemarin hanya
memperbaiki tujuh sepatu dan hari ini kita bawa hanya empat sepatu.
“Monggo untuk
masyarakat Kabupaten Batang jika ada sepatu yang ingin diperbaiki secara gratis
sebagai bentuk kepedulian kita terhadap bapak Ahmad ini dengan memberikan
pekerjaan agar bisa mencukupi kebutuhan keluarganya,†tandasnya.
Sementara, Tukang Sol
Sepatu Ahmad Tofani (50) mengatakan, bahwa saya belajar sol sepatu ini secara
otodidak menjahit akhirnya diaplikasikan dan dikembangkan dalam memperbaiki
sepatu.
“Sehari untuk sekarang
ini sepi yang ingin memperbaiki sepatunya apalagi pada masa Pandemi Covid-19. Paling
banyak sehari ini ada tiga orang yang ingin memperbaiki sepatunya,†ungkapnya.
Ia dapat memperbaiki
sepatu setiap harinya hanya dua sepatu saja dengan biaya setiap satu sepatu
yang sudah diperbaiki membayar dengan harga Rp15.000,00. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)