Batang - Masifnya penyebaran Covid-19 di Indonesia sejak Maret 2020 lalu, mengakibatkan ratusan ribu korban jiwa meregang nyawa. Hal tersebut menyita keprihatinan banyak pihak, salah satunya Ustaz Yasir.
Batang - Masifnya penyebaran Covid-19 di Indonesia
sejak Maret 2020 lalu, mengakibatkan ratusan ribu korban jiwa meregang nyawa.
Hal tersebut menyita keprihatinan banyak pihak, salah satunya Ustaz Yasir.
Pria kelahiran 42 tahun silam itu terpanggil untuk
bergabung dengan tim pemakaman jenazah korban Covid-19, di bawah arahan Satuan
Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Kabupaten Batang.
Sebelumnya, ayah dengan 4 orang anak ini telah
bergabung dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang sebagai relawan
sebelum pandemi Covid-19.
“Sudah 200 lebih saya ikut memakamkan jenazah akibat
terkonfimasi Covid-19 sejak awal Mei tahun lalu saya ikut bergabung, baik pagi
hari maupun malam hari, saya siap turun gunung kalau ada pemakaman,†kata pria yang
akrab disapa Pak Ustaz itu, saat dihubungi melalui Whatsapp, Senin (16/8/21).
Ia mengatakan, dunia relawan tak pernah menjanjikan
kekayaan ataupun pundi-pundi harta, mereka bekerja ikhlas atas nama kemanusiaan
tanpa tendensi apa pun.
“Apalagi para relawan yang bertugas di garda
terakhir, mereka tak pernah terkenal, jauh dari hiruk pikuk media, wajahnya pun
tersembunyi di balik hasmat dan Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap yang
menempel, hanya ketulusan dan harapan agar negeri ini segera membaik dan
terbebas dari pandemi,†jelasnya.
Dihubungi secara terpisah, anggota Hubungan
Masyarakat (Humas) PMI Kabupaten Batang M. Iqbal Latif mengatakan, selama
bertugas sebagai tim pemakaman jenazah Covid-19, Pak Ustaz ditunjuk untuk menyolatkan
jenazah dan mendoakan, selama dari pihak keluarga almarhum mengizinkan.
“Selain menjadi relawan, Ustaz Yasir juga mengajar
di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) di Desa Gringgingsari, Kecamatan
Wonotunggal. Tak hanya itu, beliau juga mengabdi sebagai penyuluh KUA non-PNS
di Kecamatan Wonotunggal dan mengajar ngaji Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)
dan Muallaf di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Rowobelang, Batangâ€, ungkapnya.
Menurut Iqbal, Pak Ustaz orangnya baik, bahkan
pernah diangkat di tingkat nasional sebagai penyuluh agama Islam.
“Beliau sudah mengharumkan nama Penyuluh Agama Islam
dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang,†ujar dia. (MC Batang,
Jateng/Khairul/Jumadi)