Dua Dalang Cilik, Pelestari Seni Pedalangan Batang

Senin, 16 Agustus 2021 Jumadi Dibaca 2.332 kali Seni dan Budaya
Dua Dalang Cilik, Pelestari Seni Pedalangan Batang
Batang - Pelestarian terhadap seni pedalangan dan wayang kulit terus berpacu dengan arus modernisasi. Terbukti secara perlahan bibit-bibit dalang cilik Kabupaten Batang mulai terlahir sebagai pelestari seni pedalangan dari kalangan generasi muda.

Batang - Pelestarian terhadap seni pedalangan dan wayang kulit terus berpacu dengan arus modernisasi. Terbukti secara perlahan bibit-bibit dalang cilik Kabupaten Batang mulai terlahir sebagai pelestari seni pedalangan dari kalangan generasi muda.

Salah satunya Beta Ardana Putra. Remaja yang saat ini duduk di bangku kelas dua SMP Negeri 1 Wonotunggal sudah tertarik dengan wayang sejak kelas tiga Sekolah Dasar.

“Suatu kebanggaan bisa jadi dalang cilik. Alhamdulillah latihannya masih rutin tiap hari Jumat dan Sabtu selama tiga jam,” kata Beta saat dihubungi melalui gawai, Minggu (15/8/2021).

Dijelaskannya, latihan yang diintensifkan adalah fokus pada sabet (gerak wayang) yang membutuhkan trik dan teknik khusus. Tokoh wayang yang paling diidolakan yaitu Raden Janoko karena memiliki sifat kesatria.

“Saya sudah mulai mendalang sejak kelas tiga SD dan sampai sekarang masih ada yang memanggil pentas. Saya bercita-cita untuk menjadi seorang dalang terkenal supaya bisa melestarikan budaya Jawa,” kata remaja yang sangat mengidolakan dalang kondang Ki Manteb Sudarsono.

“Sebenarnya tokoh-tokoh pewayangan kita tidak kalah keren kok dengan super hero luar negeri, justru malah lebih menarik wayang. Ceritanya juga sangat menarik daripada dari luar, contohnya lakon Jarasanda Gugur, yang menceritakan tentang seorang raja yang penuh angkara murka,” jelasnya.

Bakatnya makin terasah berkat ketekunan dan dukungan dari ayahandanya Rasim. “Saya kenalkan Beta dengan tokoh-tokoh pewayangan, karena di rumah punya wayang kulit. Anak saya mengamati langsung, lama-lama dia kok senang dan tertarik,” katanya.

Di samping itu ada peran Ki Wiwit Sri Kuncoro yang selalu menggembleng Beta, hingga ia berhasil menyabet juara 1 Dalang Cilik Tingkat Nasional dan Juara Harapan 1 Tingkat Jawa Tengah.

Sementara Dalang Ki Wiwit Sri Kuncoro mengatakan, dalam mendalang itu butuh trik seperti cara sabet yang baik, sanggit (kreativitas dan olah rasa), ontowecono (menambahkan komentar) dan lainnya.

Ia memastikan, Beta masih bisa berkembang dengan maksimal. Maka kami berikan materi-materi supaya menjadi bekal, untuk menjadi dalang kondang yang melestarikan budaya adiluhung.

“Untuk jadi dalang kondang harus punya semangat tinggi, niat dan tekad. Mencintai budaya di masa sekarang itu, sudah jarang anak-anak yang mau belajar, tapi alhamdulillah masih ada generasi seperti Beta yang mau belajar mendalang, agar menjadi dalang yang mumpuni,” harapnya.

Bibit muda lainnya muncul dari Huda Erlangga. Ia mulai menyukai wayang karena kebiasaannya mendengarkan tembang-tembang Jawa dan menyaksikan pagelaran wayang kulit bersama kakeknya sejak usia dua tahun.

“Sekarang sudah jadi dalang cilik, rasanya bahagia,” ungkap Huda.

Sejak kecil ia sangat mengidolakan tokoh wayang Werkudara, karena memiliki karakter satria yang tangguh.

Kurniatun, ibunda dari Huda Erlangga mengungkapkan, sejak berusia dua tahun, putranya sangat menyukai wayang.

“Kalau ada pagelaran wayang kulit, pas ada nyadran desa, harus pegang wayangnya dulu baru mau pulang,” tuturnya.

Setelah menyadari potensi terpendam, sebagai orang tua sebisa mungkin mencari media untuk menyalurkan bakat anak, dengan menitipkan kepada dalang Ki Tulus Utomo.

Untuk mengasah bakatnya, Huda mendapat kesempatan menunjukkan kepiawaiannya dalam pementasan perdananya saat peringatan Malam 1 Suro 1443 Hijriyah di Aula Kantor Bupati Batang dengan lakon Dursasana Gugur. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 33
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 89
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 146
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 70
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 97
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 88