Dua Dalang Cilik, Pelestari Seni Pedalangan Batang

Senin, 16 Agustus 2021 Jumadi Dibaca 2.250 kali Seni dan Budaya
Dua Dalang Cilik, Pelestari Seni Pedalangan Batang
Batang - Pelestarian terhadap seni pedalangan dan wayang kulit terus berpacu dengan arus modernisasi. Terbukti secara perlahan bibit-bibit dalang cilik Kabupaten Batang mulai terlahir sebagai pelestari seni pedalangan dari kalangan generasi muda.

Batang - Pelestarian terhadap seni pedalangan dan wayang kulit terus berpacu dengan arus modernisasi. Terbukti secara perlahan bibit-bibit dalang cilik Kabupaten Batang mulai terlahir sebagai pelestari seni pedalangan dari kalangan generasi muda.

Salah satunya Beta Ardana Putra. Remaja yang saat ini duduk di bangku kelas dua SMP Negeri 1 Wonotunggal sudah tertarik dengan wayang sejak kelas tiga Sekolah Dasar.

“Suatu kebanggaan bisa jadi dalang cilik. Alhamdulillah latihannya masih rutin tiap hari Jumat dan Sabtu selama tiga jam,” kata Beta saat dihubungi melalui gawai, Minggu (15/8/2021).

Dijelaskannya, latihan yang diintensifkan adalah fokus pada sabet (gerak wayang) yang membutuhkan trik dan teknik khusus. Tokoh wayang yang paling diidolakan yaitu Raden Janoko karena memiliki sifat kesatria.

“Saya sudah mulai mendalang sejak kelas tiga SD dan sampai sekarang masih ada yang memanggil pentas. Saya bercita-cita untuk menjadi seorang dalang terkenal supaya bisa melestarikan budaya Jawa,” kata remaja yang sangat mengidolakan dalang kondang Ki Manteb Sudarsono.

“Sebenarnya tokoh-tokoh pewayangan kita tidak kalah keren kok dengan super hero luar negeri, justru malah lebih menarik wayang. Ceritanya juga sangat menarik daripada dari luar, contohnya lakon Jarasanda Gugur, yang menceritakan tentang seorang raja yang penuh angkara murka,” jelasnya.

Bakatnya makin terasah berkat ketekunan dan dukungan dari ayahandanya Rasim. “Saya kenalkan Beta dengan tokoh-tokoh pewayangan, karena di rumah punya wayang kulit. Anak saya mengamati langsung, lama-lama dia kok senang dan tertarik,” katanya.

Di samping itu ada peran Ki Wiwit Sri Kuncoro yang selalu menggembleng Beta, hingga ia berhasil menyabet juara 1 Dalang Cilik Tingkat Nasional dan Juara Harapan 1 Tingkat Jawa Tengah.

Sementara Dalang Ki Wiwit Sri Kuncoro mengatakan, dalam mendalang itu butuh trik seperti cara sabet yang baik, sanggit (kreativitas dan olah rasa), ontowecono (menambahkan komentar) dan lainnya.

Ia memastikan, Beta masih bisa berkembang dengan maksimal. Maka kami berikan materi-materi supaya menjadi bekal, untuk menjadi dalang kondang yang melestarikan budaya adiluhung.

“Untuk jadi dalang kondang harus punya semangat tinggi, niat dan tekad. Mencintai budaya di masa sekarang itu, sudah jarang anak-anak yang mau belajar, tapi alhamdulillah masih ada generasi seperti Beta yang mau belajar mendalang, agar menjadi dalang yang mumpuni,” harapnya.

Bibit muda lainnya muncul dari Huda Erlangga. Ia mulai menyukai wayang karena kebiasaannya mendengarkan tembang-tembang Jawa dan menyaksikan pagelaran wayang kulit bersama kakeknya sejak usia dua tahun.

“Sekarang sudah jadi dalang cilik, rasanya bahagia,” ungkap Huda.

Sejak kecil ia sangat mengidolakan tokoh wayang Werkudara, karena memiliki karakter satria yang tangguh.

Kurniatun, ibunda dari Huda Erlangga mengungkapkan, sejak berusia dua tahun, putranya sangat menyukai wayang.

“Kalau ada pagelaran wayang kulit, pas ada nyadran desa, harus pegang wayangnya dulu baru mau pulang,” tuturnya.

Setelah menyadari potensi terpendam, sebagai orang tua sebisa mungkin mencari media untuk menyalurkan bakat anak, dengan menitipkan kepada dalang Ki Tulus Utomo.

Untuk mengasah bakatnya, Huda mendapat kesempatan menunjukkan kepiawaiannya dalam pementasan perdananya saat peringatan Malam 1 Suro 1443 Hijriyah di Aula Kantor Bupati Batang dengan lakon Dursasana Gugur. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 74
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 136
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 147
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 89
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 51
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 61