Batang - Forum Komunikasi Mahasiswa Batang Indonesia (Forkombi) berupaya mengoptimalkan vaksinasi massal untuk para mahasiswa karena memiliki mobilitas yang cukup tinggi.
Batang - Forum Komunikasi Mahasiswa Batang Indonesia
(Forkombi) berupaya mengoptimalkan vaksinasi massal untuk para mahasiswa karena
memiliki mobilitas yang cukup tinggi.
Mayoritas pemuda Kabupaten Batang melanjutkan
pendidikan perguruan tinggi di luar daerah, sehingga vaksinasi yang diinisiasi
oleh Polsek Limpung Polres Batang membantu realisasi Kekebalan kelompok dengan
menyediakan 220 dosis.
Ketua Forkombi Muhamad Muntaha mengatakan, vaksinasi
massal khusus mahasiswa ini sangat dinantikan oleh seluruh mahasiswa di
Kabupaten Batang. Mengingat aktiviktas yang padat ditambah mobilitas yang
tinggi, maka vaksinasi menjadi salah satu cara meminimalkan penularan COVID-19.
“Selama ini memang Puskesmas memberikan pelayanan
vaksinasi COVID-19, namun belum maksimal mencakup kebutuhan masyarakat.
Demikian pula di kampus-kampus, sudah membuka layanan vaksinasi, tapi kuotanya
terbatas,†katanya saat dihubungi melalui WhattsApp, Senin (9/8/2021).
Ia mengharapkan, Kekebalan kelompok bisa tercapai
dan aktivitas berjalan normal kembali.
“Kami pun sudah sangat rindu kegiatan-kegiatan
seperti dulu, banyak agenda organisasi untuk pengabdian masyarakat yang
tertuda, akhirnya hasilnya kurang maksimal,†jelasnya.
Ia meminta ketika dibuka kembali vaksinasi untuk
mahasiswa, agar kuota perlu ditambah.
“Semoga bisa dikerjasamakan lagi dengan teman-teman,
supaya vaksinasi ini bisa menjangkau pemuda dan mahasiswa terutama yang
mobilitasnya tinggi,†harapnya.
Salah satu penerima vaksin, Syahrul Umam, Mahasiswa
UIN Walisongo Semarang, pasca
divaksinasi dirinya tidak mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Meski demikian, awalnya ia merasa sedikit khawatir, karena ada sebagian
rekan-rekan sesama mahasiswa mengalami damam.
“Alhamdulillah setelah divaksin hanya merasakan
sedikit nyeri di lengan, tidak ada efek samping yang berat,†ungkapnya.
Menurut dia, vaksinasi massal itu sangat positif,
namun realisasinya belum sepenuhnya diperuntukkan bagi mahasiswa, karena masih
dicampur dengan masyarakat umum.
“Semoga ke depan ada vaksinasi massal yang
benar-benar diberikan kepada mahasiswa. Sebab kami ingin kuliah tatap muka
dengan cepat, biar bisa masuk kuliah seperti biasa,†harapnya.
Menanggapi vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, ia
mendukung rencana itu.
“Vaksinasi untuk remaja sangat baik, karena untuk
menjaga imunitas. Kalaupun ada efek sampingnya, tidak akan terlalu berat,†ujar
dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)