Batang - Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, ternyata tak hanya berdampak pada perekonomian warga dan pelaku UMKM saja, namun sejumlah panti asuhan pun merasakan dampaknya, dengan berkurangnya santunan dari para donatur. Hal itu mengetuk hati anggota komunitas Kampung Hijrah untuk memberikan santunan bagi para yatim piatu.
Batang - Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, ternyata tak hanya berdampak pada
perekonomian warga dan pelaku UMKM saja, namun sejumlah panti asuhan pun
merasakan dampaknya, dengan berkurangnya santunan dari para donatur. Hal itu
mengetuk hati anggota komunitas Kampung Hijrah untuk memberikan santunan bagi
para yatim piatu.
Pembina Kampung Hijrah, KH. Hijroh Saputro menyampaikan,
Kampung Hijrah berinisiatif untuk memberikan santunan kepada yatim piatu, karena
di masa PPKM Level 4 dan Pandemi COVID-19 ini, tentu para pengurus tetap
membutuhkan donasi yang berkelanjutan.
“Kami memahami di saat pandemi ini mungkin donasi dari
para donatur sedikit berkurang, maka muncul inisiatif memberikan santunan, agar
pengurus panti asuhan sedikit tidak kerepotan. Kami memberikan santunan ke
Panti Asuhan Roudlatul Mahbubin dan Dharul Hadlonah berupa uang tunai dan
beras,†katanya usai memberikan santunan didampingi Direktur Umum Pudam Sendang
Kamulyan Siswandi Hambali, di Panti Asuhan Roudlatul Mahbubi, Kalipucang,
Kabupaten Batang, Selasa (3/8/2021).
Bantuan serupa juga akan diberikan ke sejumlah panti
asuhan di Kandeman, Tegalsari dan PMI Batang.
Pengurus Panti Asuhan Roudlatul Mahbubi, H. Maskihan
mengapresiasi bantuan yang diberikan, karena bermanfaat bagi warga panti
asuhan.
“Terima kasih atas santunan uang tunai dan beras
semoga membawa keberkahan, serta semua anggota Kampung Hijrah tetap memiliki
iman dan islam, rezeki yang bertambah, seluruh warga Batang dijauhkan dari COVID-19,â€
harapnya.
Ia mengakui, sejak pandemi dan diterapkannya PPKM
jumlah donasi sedikit mengalami penurunan.
“Itu bukan karena mereka tidak mau bersedekah,
tapi mengingat situasi dan kondisi saat ini yang dikhawatirkan mungkin terpapar
COVID-19,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)