Konsumsi Manis Berlebih, Waspada Diabetes Mengintai Gen Z

Jumat, 19 Juni 2026 Jumadi Dibaca 159 kali Kesehatan
Konsumsi Manis Berlebih, Waspada Diabetes Mengintai Gen Z
Salah satu pelajar (kiri), melakukan pemeriksaan cek darah di SMAN 2 Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Budaya generasi z yang sering mengonsumsi minuman cepat saji dengan kadar manis berlebih, dinilai rawan jadi pemicu timbulnya Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus. Hal tersebut saat ini menjadi fokus dari pendidik maupun pemerhati kesehatan, dengan mengupayakan pemeriksaan kesehatan rutin maupun pembatasan konsumsi.

Batang - Budaya generasi z yang sering mengonsumsi minuman cepat saji dengan kadar manis berlebih, dinilai rawan jadi pemicu timbulnya Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus. Hal tersebut saat ini menjadi fokus dari pendidik maupun pemerhati kesehatan, dengan mengupayakan pemeriksaan kesehatan rutin maupun pembatasan konsumsi.

Salah satu siswa, Yuni dan Rafael mengaku budaya nongkrong menjadi gaya hidup generasi z saat ini dan menjadi pemicu timbulnya PTM. Diakuinya, tiap bulan bisa meluangkan waktu beberapa kali untuk nongkrong sambil ngopi.

Yuni sendiri mengaku hanya lima kali dalam sebulan meluangkan waktu untuk ngopi bersama teman. Hal itu karena dikhawatirkan memicu munculnya penyakit seperti diabetes melitus dan tekanan darah tinggi yang kini rawan diderita remaja seusianya.

“Sempat ada rasa cemas, tapi untuk mencegah lebih dibanyakin konsumsi makanan buatan rumah aja, seperti sayuran,” katanya, saat ditemui di ruang kelas SMA Negeri 2 Batang, Kabupaten Batang, Jumat (19/6/2026).

Berbeda dengan Rafael yang rutin meluangkan waktu untuk ngopi bersama teman sebaya hingga puluhan kali dalam sebulan.

“Nggak ngitung sih seminggu berapa kali ngopi, tapi kalau sebulan bisa sampai 20 kali, buat ngumpul sambil ngopi bareng teman,” jelasnya.

Menanggapi pola hidup generasi z yang gemar minuman manis, petugas kesehatan Puskesmas Batang 3, Andre Prasetyo menyarankan pentingnya pengaturan konsumsi yang terukur.

“Kebiasaan gen z sekarang kan suka ngemil manis sama asin, sambil mager itu bisa memicu diabetes dan tekanan darah tinggi, makanya harus dikontrol,” tuturnya.

Sementara itu, Pembina Palang Merah Remaja, SMAN 2 Batang Ferawati mengimbau, agar anak didiknya dapat membatasi kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis. Hal tersebut penting demi menjaga kesehatan tubuh, mengingat sebagai pelajar memiliki banyak kegiatan pembelajaran di dalam maupun luar kelas.

“Kurangi kebiasaan nongkrongnya ya, yang biasanya begadang sampai malam, biasakan tidur tidak terlalu larut, seperti layaknya pelajar. Jadi pas di kelas pun bisa mengikuti pelajaran, biar tidak ngantuk,” tegasnya.

Terkait makanan dan minuman capat saji, tidak disarankan untuk dikonsumsi secara berlebihan karena kurang baik untuk kesehatan.

“Saran saya lebih baik mengonsumsi makanan buatan orang tua karena asupan gizinya pasti terukur,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
Batang - Suasana berbeda mewarnai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMA Negeri 1 Bandar. Salah satu kegiatan yang dinantikan adalah demo ekstrakurikuler, yang menampilkan berbagai organisasi dan kegiatan pengembangan diri.
17 Jul 2026 Jumadi 24
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Batang Kabupaten Batang terus membuktikan diri sebagai magnet investasi yang magnetis di Jawa Tengah. Berdasarkan hitungan mandiri sementara, realisasi investasi di Bumi Alas Roban pada Triwulan II tahun 2026 sukses menyentuh angka Rp2.316.314.589.523,00 (Rp2,3 triliun). Tak hanya membawa segar bagi roda perekonomian, capaian kuartal kedua ini juga berhasil menyerap 5.396 tenaga kerja lokal.
17 Jul 2026 Jumadi 13
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Batang - Pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi juga kemampuan peserta didik untuk menampilkan potensi dirinya. Di berbagai sekolah, guru sering menemukan siswa yang memperoleh nilai akademik baik, memahami materi pelajaran, bahkan mampu menjawab soal dengan benar, tetapi memilih diam ketika diminta menjelaskan hasil pekerjaannya di depan kelas.
17 Jul 2026 Jumadi 25
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersiap merombak total gaya belanja daerahnya. Langkah berani ini diambil demi menyembuhkan "penyakit" tahunan yang kerap melanda pengelolaan anggaran: menumpuknya proyek di akhir tahun yang berujung pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
16 Jul 2026 Jumadi 213
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi media untuk mendekatkan siswa baru dengan seluruh warga sekolah. Namun, memberikan peluang besar bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ekstrakurikuler, selain prestasi akademik.
16 Jul 2026 Jumadi 95
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Batang - Kawasan hutan di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kembali menunjukkan pentingnya peran sebagai habitat keanekaragaman hayati. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan burung Raja Udang Kalung Biru (Alcedo euryzonaAlcedo peninsulae), satwa endemik Indonesia yang berstatus dilindungi dan sangat terancam punah.
16 Jul 2026 Jumadi 180