Mahasiswa KKN Undip jadikan Olahan dari Hasil Perikanan sebagai Ide Bisnis yang Menguntungkan di Mas

Jumat, 30 Juli 2021 Jumadi Dibaca 1.411 kali Ekonomi
Mahasiswa KKN Undip jadikan Olahan dari Hasil Perikanan sebagai Ide Bisnis yang Menguntungkan di Mas
Batang - Pandemi COVID-19 masih belum berakhir hingga saat ini, sehingga menjadikan masyarakat diharuskan untuk dapat menjaga kebutuhan gizi mereka, salah satu caranya yaitu dengan mengkonsumsi ikan. Ikan memiliki kandungan vitamin yang lengkap seperti vitamin A, B6, B9, B12, Vitamin D, vitamin E, protein, karbohidrat, omega 9 dan omega 3, yang dapat membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Batang - Pandemi COVID-19 masih belum berakhir hingga saat ini, sehingga menjadikan masyarakat diharuskan untuk dapat menjaga kebutuhan gizi mereka, salah satu caranya yaitu dengan mengkonsumsi ikan. Ikan memiliki kandungan vitamin yang lengkap seperti vitamin A, B6, B9, B12, Vitamin D, vitamin E, protein, karbohidrat, omega 9 dan omega 3, yang dapat membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), merupakan program nasional yang dirancang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan mulai tahun 2004 dengan tujuan untuk mengkampanyekan pentingnya makan ikan terutama untuk pertumbuhan dan kecerdasan otak. Mengkonsumsi ikan dimasa pandemi menjadi sangat penting, karena dapat membantu dalam menjaga imunitas tubuh mereka agar tidak mudah tertular virus dan membantu dalam mencegah terjadinya stunting pada anak-anak.

“ Sosialisasi GEMARIKAN perlu dilakukan mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki potensi perikanan yang cukup melimpah, sehingga harus dimanfaatkan dengan baik,” kata Mahasiswi Yulia Tri Widianingsih saat Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro (KKN Undip) 2021 Tim II di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jumat (30/7/2021).

Sosialisasi baru kita lakukan melalui WhatsApp dengan sasaran utama yaitu ibu-ibu PKK Desa Kalipucang Wetan RT 04/ RW 01. Dan kita akan terus sosialisasikan ke Masyarakat luas.

“Sosialisasi GEMARIKAN kepada masyarakat Desa Kalipucang Wetan dilakukan dengan memberikan penjelasan tentang betapa pentingnya manfaat untuk mengkonsumsi ikan terutama di masa pandemi, membantu dalam meningkatkan Angka Konsumsi Ikan (AKI) di Indonesia serta dapat dijadikan sebagai ide bisnis baru dimasa pandemi dengan dibungkus dengan kemasan yang menarik,” jelasnya.

Dijelaskannya, alternatif olahan hasil perikanan yang dilakukan yaitu tentang pembuatan sempol ikan dari daging nila. Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang terbilang mudah untuk dibudidayakan, selain itu harga ikan nila cukup murah namun jangan salah kandungan gizi yang ada di dalam daging ikan nila cukup tinggi yaitu seperti Omega 3 yang baik untuk kesehatan jantung, pembuluh darah dan imun.

Yulia menambahkan, Selain itu, ikan nila juga mengandung asam lemak Omega-6 yang mana bermanfaat untuk mengendalikan kadar kolesterol dan mempersiapkan sel otot untuk merespons insulin. Ikan nila juga kaya akan vitamin B12 yang penting untuk menjaga energi pada tubuh, vitamin D, protein yang tinggi, fosfor dan kalium, selain itu kandungan kadar lemak, kolesterol dan kalori ikan nila lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi atau ayam.

“Proses pembuatan sempol ikan nila terbilang mudah dan hanya memerlukan beberapa bahan saja yang dapat ditemukan disekitar. 250 gram daging ikan nila yang sudah di fillet dapat menghasilkan kurang lebih 20 tusuk sempol, yang dapat dijual dengan harga Rp 800 Rp 1.500 per tusuknya,” terangnya.

Tentunya untuk mencoba bisnis sempol dari olahan daging ikan nila harus terlebih dahulu melakukan riset pasar, seperti siapa saja target dari penjualan bisnis ini, apakah disekitar tempat tinggal sudah ada yang berjualan sempol, melakukan perhitungan yang matang mengingat bahwa setiap kegiatan bisnis bisa menguntungkan dan juga merugikan.

“Tujuan dari program ini kurang lebihnya yaitu untuk membantu masyarakat yang terkena dampak COVID-19 terutama bagi mereka yag tekena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sehingga dengan adanya inovasi bisnis dari olahan hasil perikanan ini dapat membantu masyrakat untuk berkreasi dan menghasilkan keuntungan di masa pandemic,” ujar dia.

Selain itu tujuan dari program ini sendiri yaitu untuk membuat masyarakat menjadi lebih gemar memakan ikan mengingat Indonesia kaya akan sumber daya ikan, serta membantu meningkatkan AKI di Indonesia. (MC Batang, Jateng/Khairul/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 16
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 89
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 97
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 50
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 13
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 15