KIPI Ringan, Anak Tak Perlu Panik Divaksinasi COVID-19

Selasa, 06 Juli 2021 Jumadi Dibaca 751 kali Kesehatan
KIPI Ringan, Anak Tak Perlu Panik Divaksinasi COVID-19
Batang - Vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12-17 tahun, tak perlu membuat panik, karena Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sangat ringan.

Batang - Vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12-17 tahun, tak perlu membuat panik, karena Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sangat ringan.

Dokter Spesialis Anak RS QIM Batang Evi Susanti mengemukakan, rencana vaksinasi tersebut mendapat dukungan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan para orang tua. Hal itu disebabkan, anak juga dapat menjadi sumber penularan Virus Corona.

“Saat ini memang mereka banyak berada di rumah, nanti kalau sudah tatap muka, apalagi yang berusia 12-17 tahun lebih sering beraktivitas, dibandingkan anak yang berusia di bawahnya, tentu lebih butuh divaksinasi,” tuturnya saat ditemui, di RS QIM Kabupaten Batang, Senin (5/7/2021).

Ia mengatakan, anak usia tersebut sudah bisa menyampaikan, andai kata KIPI terjadi.

“KIPI yang mungkin terjadi hanya timbul rasa nyeri di tempat suntikan saja dan tidak menimbulkan demam,” ungkapnya.

Sebelum vaksinasi, perlu dilakukan sejumlah persiapan, seperti kondisi fisik harus sehat.

“Apabila anak sedang mengalami demam, menderita komorbit seperti diabetes, darah tinggi, kanker, tidak boleh divaksinasi atau dikonsultasikan kepada dokternya. Pada saatnya nanti, setelah terkontrol akan diperbolehkan divaksinasi,” jelasnya.

Khusus bagi anak yang sudah terkena COVID-19, secara alamiah harus ditunggu selama tiga bulan dahulu, baru diperbolehkan vaksinasi.

“Ukuran dosisnya 1 vial bisa digunakan untuk 20 anak,” terangnya.

Ia menambahkan, varian Delta memang lebih mudah menyerang anak-anak, dibandingkan virus terdahulu.

“Kalau Delta penyebarannya lebih cepat. Gejalanya diawali batuk, pilek, tenggorokan sakit, hilangnya penciuman. Kalau kita buka masker 5-10 detik, jika ada yang positif dengan varian tersebut, bisa langsung tertular,” katanya.

Untuk meminimalkan penularan, pakailah masker dobel. Cara itu paling efektif dan efisien, murah serta mudah dijangkau.

Vaksinasi yang rencanakan akan diberikan untuk anak usia 12-17 tahun, mendapat tanggapan positif dari salah satu siswi Prihani, karena untuk memperkuat imunitas tubuh.

“Ya mau aja sih divaksinasi. Itu juga buat jaga imun biar tidak lemah, kalau sampai lemah mudah terkena Virus Corona,” tuturnya.

Selama vaksin itu belum ada, ia selalu berupaya mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas.

Tanggapan positif pun datang dari salah satu orang tua, Rohila Azmi mengutarakan, vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun dibutuhkan, karena demi kekebalan tubuhnya jika sudah diizinkan mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Kebanyakan orang tua pasti merasa cemas sama anaknya. Tapi kalau saya tidak khawatir, karena mantap anak harus divaksinasi COVID-19,” ungkapnya.

Menurutnya, vaksinasi harus digerakkan maksimal, karena penyebaran pandemi kian melonjak.

“Kalau nanti sudah divaksinasi, karena anak saya sudah kelas XII, protokol kesehatan harus tetap dijaga waktu PTM dizinkan,” tandasnya.

Sebelum divaksinasi, Lanjut dia, kondisi tubuh harus dijaga, dengan makan makanan bergizi. Untuk sementara jika memang tidak begitu penting, lebih baik tetap di rumah.

“Alhamdulillah anak saya tidak punya penyakit penyerta, Insyaallah bisa divaksinasi. Kalau nanti terjadi KIPI, langsung aja bawa ke Puskesmas biar diperiksa,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

 

Berita Lainnya

BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang
BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang
Batang - Badan Narkotika Nasional BNN Kabupaten (BNNK) Batang terus berinovasi dalam menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba, dengan mengemas kunjungan berbasis jelajah ruang. Kegiatan ini menjadi pengembangan BNN dalam mengedukasi pelajar yang dibalut dalam program Motivasi Edukasi Generasi Antinarkoba (MEGA), dengan memberikan kesempatan siswa melihat langsung contoh alat peraga berkaitan dengan bahaya narkoba maupun metode pencegahannya.
19 Jun 2026 Jumadi 53
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028 5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
Batang - Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang tengah bersiap mengambil peran besar dalam mendukung operasional Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Melalui usulan panjang yang akhirnya diakomodasi oleh pemerintah pusat, pasokan air bersih bagi masyarakat di wilayah penyangga kawasan industri tersebut kini mulai menemui titik terang.
19 Jun 2026 Jumadi 74
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
Batang - Penerapan metode non-klasikal dalam program Batang Corporate University (Batang Corpu) diklaim mampu memangkas anggaran pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang hingga empat kali lipat dibandingkan metode konvensional. Langkah ini diambil sebagai solusi atas terbatasnya anggaran daerah yang selama ini membuat mayoritas ASN belum mendapatkan hak pengembangan kompetensi mereka secara maksimal.
19 Jun 2026 Jumadi 63
Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan
Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, menggagas program inovatif berjudul KETAN BUDAYA (Kolaborasi Pelestarian Budaya) dengan mengangkat Dolanan Anak atau Permainan Tradisional sebagai kurikulum pembelajaran Sekolah Dasar (SD).
19 Jun 2026 Jumadi 68
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan bahwa seluruh ruang terbuka publik, fasilitas umum (fasum), dan fasilitas sosial (fasos) di Kabupaten Batang tidak boleh digunakan sebagai lokasi berjualan maupun diperjualbelikan sebagai lapak usaha. Penegasan tersebut disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan trotoar dan penataan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Alun-Alun Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (1862026).
18 Jun 2026 Jumadi 104
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Batang - Potensi ekonomi Kabupaten Batang tampaknya kian seksi di mata para pelaku usaha nasional. Deretan produk unggulan, pesona wisata yang apik, hingga grafik pertumbuhan ekonomi yang terus mendaki, sukses mencuri perhatian organisasi UKM IKM Nusantara. Mereka kini bersiap pasang badan untuk menjembatani produk-produk asli Batang agar bisa melenggang ke pasar yang jauh lebih luas.
18 Jun 2026 Jumadi 144