KIPI Ringan, Anak Tak Perlu Panik Divaksinasi COVID-19

Selasa, 06 Juli 2021 Jumadi Dibaca 764 kali Kesehatan
KIPI Ringan, Anak Tak Perlu Panik Divaksinasi COVID-19
Batang - Vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12-17 tahun, tak perlu membuat panik, karena Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sangat ringan.

Batang - Vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12-17 tahun, tak perlu membuat panik, karena Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sangat ringan.

Dokter Spesialis Anak RS QIM Batang Evi Susanti mengemukakan, rencana vaksinasi tersebut mendapat dukungan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan para orang tua. Hal itu disebabkan, anak juga dapat menjadi sumber penularan Virus Corona.

“Saat ini memang mereka banyak berada di rumah, nanti kalau sudah tatap muka, apalagi yang berusia 12-17 tahun lebih sering beraktivitas, dibandingkan anak yang berusia di bawahnya, tentu lebih butuh divaksinasi,” tuturnya saat ditemui, di RS QIM Kabupaten Batang, Senin (5/7/2021).

Ia mengatakan, anak usia tersebut sudah bisa menyampaikan, andai kata KIPI terjadi.

“KIPI yang mungkin terjadi hanya timbul rasa nyeri di tempat suntikan saja dan tidak menimbulkan demam,” ungkapnya.

Sebelum vaksinasi, perlu dilakukan sejumlah persiapan, seperti kondisi fisik harus sehat.

“Apabila anak sedang mengalami demam, menderita komorbit seperti diabetes, darah tinggi, kanker, tidak boleh divaksinasi atau dikonsultasikan kepada dokternya. Pada saatnya nanti, setelah terkontrol akan diperbolehkan divaksinasi,” jelasnya.

Khusus bagi anak yang sudah terkena COVID-19, secara alamiah harus ditunggu selama tiga bulan dahulu, baru diperbolehkan vaksinasi.

“Ukuran dosisnya 1 vial bisa digunakan untuk 20 anak,” terangnya.

Ia menambahkan, varian Delta memang lebih mudah menyerang anak-anak, dibandingkan virus terdahulu.

“Kalau Delta penyebarannya lebih cepat. Gejalanya diawali batuk, pilek, tenggorokan sakit, hilangnya penciuman. Kalau kita buka masker 5-10 detik, jika ada yang positif dengan varian tersebut, bisa langsung tertular,” katanya.

Untuk meminimalkan penularan, pakailah masker dobel. Cara itu paling efektif dan efisien, murah serta mudah dijangkau.

Vaksinasi yang rencanakan akan diberikan untuk anak usia 12-17 tahun, mendapat tanggapan positif dari salah satu siswi Prihani, karena untuk memperkuat imunitas tubuh.

“Ya mau aja sih divaksinasi. Itu juga buat jaga imun biar tidak lemah, kalau sampai lemah mudah terkena Virus Corona,” tuturnya.

Selama vaksin itu belum ada, ia selalu berupaya mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas.

Tanggapan positif pun datang dari salah satu orang tua, Rohila Azmi mengutarakan, vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun dibutuhkan, karena demi kekebalan tubuhnya jika sudah diizinkan mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Kebanyakan orang tua pasti merasa cemas sama anaknya. Tapi kalau saya tidak khawatir, karena mantap anak harus divaksinasi COVID-19,” ungkapnya.

Menurutnya, vaksinasi harus digerakkan maksimal, karena penyebaran pandemi kian melonjak.

“Kalau nanti sudah divaksinasi, karena anak saya sudah kelas XII, protokol kesehatan harus tetap dijaga waktu PTM dizinkan,” tandasnya.

Sebelum divaksinasi, Lanjut dia, kondisi tubuh harus dijaga, dengan makan makanan bergizi. Untuk sementara jika memang tidak begitu penting, lebih baik tetap di rumah.

“Alhamdulillah anak saya tidak punya penyakit penyerta, Insyaallah bisa divaksinasi. Kalau nanti terjadi KIPI, langsung aja bawa ke Puskesmas biar diperiksa,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

 

Berita Lainnya

DPRD Cup Digelar Sukses, PBSI Batang Siap Jadikan Agenda Tahunan DPRD Cup Digelar Sukses, PBSI Batang Siap Jadikan Agenda Tahunan
DPRD Cup Digelar Sukses, PBSI Batang Siap Jadikan Agenda Tahunan
Batang - Kejuaraan Bulu Tangkis DPRD Cup Batang 2026, yang digelar khusus bagi pebulu tangkis pemula akhirnya sukses menuai pujian dari banyak pihak berkat semangat para atlet. Melihat kesuksesan dan antusias peserta, Pengkab PBSI Batang akan menjadikan DPRD Cup sebagai even kejuaraan tahunan yang diharapkan menjadi ajang tolok ukur kemampuan atlet sebelum bertanding ke tingkat provinsi maupun nasional.
09 Okt 2026 Jumadi 156
Dispaperta Batang Waspadai Brucellosis pada Sapi Perah, Peternak Diminta Kenali Gejalanya Dispaperta Batang Waspadai Brucellosis pada Sapi Perah, Peternak Diminta Kenali Gejalanya
Dispaperta Batang Waspadai Brucellosis pada Sapi Perah, Peternak Diminta Kenali Gejalanya
Batang Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang, mengimbau peternak sapi perah untuk mewaspadai penyakit brucellosis yang dapat menyebabkan keguguran pada ternak dan berpotensi menular kepada manusia. Penyakit tersebut menjadi perhatian karena dapat berdampak pada produktivitas ternak, termasuk produksi susu. Brucellosis merupakan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
09 Okt 2026 Jumadi 157
DPUPR Batang Targetkan Pembangunan Jembatan dan Infrastruktur Rampung Pertengahan Desember 2026 DPUPR Batang Targetkan Pembangunan Jembatan dan Infrastruktur Rampung Pertengahan Desember 2026
DPUPR Batang Targetkan Pembangunan Jembatan dan Infrastruktur Rampung Pertengahan Desember 2026
Batang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang terus mempercepat pembangunan jembatan dan infrastruktur daerah. Sejumlah proyek yang dibiayai melalui anggaran perubahan ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2026.
09 Okt 2026 Jumadi 125
DPRD Batang Beri Sejumlah Catatan untuk Perubahan APBD 2026 DPRD Batang Beri Sejumlah Catatan untuk Perubahan APBD 2026
DPRD Batang Beri Sejumlah Catatan untuk Perubahan APBD 2026
Batang DPRD Kabupaten Batang memberikan sejumlah catatan dan evaluasi terhadap Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026.  Catatan tersebut mencakup penataan kegiatan aspirasi DPRD, pemenuhan belanja wajib, pengelolaan aset kendaraan dinas, hingga klaim biaya penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
09 Okt 2026 Jumadi 130
Alun-alun Batang Bakal Padat, Petugas Siapkan Skema Parkir dan Jalur Alternatif Alun-alun Batang Bakal Padat, Petugas Siapkan Skema Parkir dan Jalur Alternatif
Alun-alun Batang Bakal Padat, Petugas Siapkan Skema Parkir dan Jalur Alternatif
Batang - Kawasan Alun-alun Batang diprediksi bakal disesaki ribuan pengunjung menyusul gelaran acara besar yang berlangsung akhir pekan ini. Menanggapi potensi lonjakan massa tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang bergerak cepat menyusun rekayasa lalu lintas sekaligus menyiapkan kantong parkir demi menjaga arus kendaraan tetap terkendali.
09 Okt 2026 Jumadi 156
Dinkes Batang Umumkan Hasil Uji Laboratorium Kasus Keracunan MBG di Bawang Dinkes Batang Umumkan Hasil Uji Laboratorium Kasus Keracunan MBG di Bawang
Dinkes Batang Umumkan Hasil Uji Laboratorium Kasus Keracunan MBG di Bawang
Batang Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium terkait kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Jumat (9102026).
09 Okt 2026 Jumadi 476