Spesialisasi Produk, Tantangan Pelaku Ekraf Tetap Inovatif

Rabu, 30 Juni 2021 Jumadi Dibaca 1.677 kali Seni dan Budaya
Spesialisasi Produk, Tantangan Pelaku Ekraf Tetap Inovatif
Batang - Potensi tiap daerah yang beragam, membuat Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengajak para koordinator daerah (korda) untuk menjadikan sebuah tantangan agar para pelaku ekonomi kreatif tetap menghasilkan produk-produk unggulan yang inovatif dengan spesialisasi berbeda di tiap wilayah.

Batang - Potensi tiap daerah yang beragam, membuat Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengajak para koordinator daerah (korda) untuk menjadikan sebuah tantangan agar para pelaku ekonomi kreatif tetap menghasilkan produk-produk unggulan yang inovatif dengan spesialisasi berbeda di tiap wilayah.

Hal itu, sesuai arahan dari Bupati Batang Wihaji yang mengharapkan masing-masing daerah memiliki keistimewaan yang berbeda, sehingga tidak menimbulkan kesan meniru.

Ketua Komite Ekraf Batang Achmad Suroso mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan masing-masing korda, agar mengarahkan para pelaku Ekraf supaya memiliki produk yang tidak sama satu dengan lainnya.

“Kami sudah mengevaluasi supaya kreatif, namun tidak sama dengan yang lain. Misalnya seni kriya, di Subah sudah luar biasa, sehingga bisa mengangkat keunggulan Batang yang tidak dimiliki daerah lain,” katanya, saat ditemui di Aula Kantor Bupati, Kabupaten Batang, Selasa (29/6/2021).

Di bidang kuliner, Lanjut dia, akan pengemasan dan pengolahan yang berbeda, untuk menarik perhatian konsumen, sehingga mampu meningkatkan perekonomian Kabupaten Batang.

“Olahan menu hasil laut yang dibuat berbeda dengan yang lain, misalnya produk ikan yang diolah jadi pasta atau lainnya, Penjualannya pun tidak bertatap muka, tapi memanfaatkan media sosial,” tuturnya.

Ia memastikan, diikutsertakannya kaum muda dalam kepengurusan ini, menunjukkan bahwa mereka memiliki ide-ide cemerlang yang dapat dituangkan untuk membantu perekonomian Kabupaten Batang meningkat.

“Kami memilih kaum muda yang sudah ber-Ekraf, yakni memiliki potensi sebagai pengusaha. Contohnya Mas Bejo sudah berhasil dengan produk olahan kayu menjadi seni kriya, ada pula Gasta yang mempunyai kreativitas di bidang media sosial dan penjualan produk online,” tandasnya.

Pelaku seni kriya Bejo Prihatianto mengungkapkan, pelaku ekonomi kreatif di masa pandemi ini memang dituntut untuk menunjukkan kreativitasnya mengolah produk yang berbeda dan belum ada di pasaran, atau mengubah sesuatu yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru, supaya menarik daya beli konsumen.

“Di Kabupaten Batang sendiri limbah kayu sangat melimpah dan tidak terpakai. Nanti inovasi yang mau ditunjukkan, bisa lewat komunitas saya untuk menggelar pameran seni kriya, lukisan dan pertunjukan. Contoh produknya seperti kerajinan lukisan limbah kayu atau sandal kayu dan lainnya,” jelasnya.

Hasil karya kami sudah merambah sampai Malaysia dan Singapura. Sedangkan pamerannya masih di wilayah Yogyakarta dan Jakarta yang melibatkan even-even dari pemerintah.

“Selama pandemi terjadi sedikit penurunan pada beberapa produk kerajinan yang biasanya dipasarkan ke kota-kota besar. Ketika pandemi kota wisata sepi pengunjung, jadi pemgaruhnya terasa,” ungkapnya.

Untuk mengatasinya, akan mengkolaborasikan dengan teknologi informasi, yaitu menggelar pameran secara virtual. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 38
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 91
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 146
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 70
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 114
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 100