Spesialisasi Produk, Tantangan Pelaku Ekraf Tetap Inovatif

Rabu, 30 Juni 2021 Jumadi Dibaca 1.658 kali Seni dan Budaya
Spesialisasi Produk, Tantangan Pelaku Ekraf Tetap Inovatif
Batang - Potensi tiap daerah yang beragam, membuat Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengajak para koordinator daerah (korda) untuk menjadikan sebuah tantangan agar para pelaku ekonomi kreatif tetap menghasilkan produk-produk unggulan yang inovatif dengan spesialisasi berbeda di tiap wilayah.

Batang - Potensi tiap daerah yang beragam, membuat Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengajak para koordinator daerah (korda) untuk menjadikan sebuah tantangan agar para pelaku ekonomi kreatif tetap menghasilkan produk-produk unggulan yang inovatif dengan spesialisasi berbeda di tiap wilayah.

Hal itu, sesuai arahan dari Bupati Batang Wihaji yang mengharapkan masing-masing daerah memiliki keistimewaan yang berbeda, sehingga tidak menimbulkan kesan meniru.

Ketua Komite Ekraf Batang Achmad Suroso mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan masing-masing korda, agar mengarahkan para pelaku Ekraf supaya memiliki produk yang tidak sama satu dengan lainnya.

“Kami sudah mengevaluasi supaya kreatif, namun tidak sama dengan yang lain. Misalnya seni kriya, di Subah sudah luar biasa, sehingga bisa mengangkat keunggulan Batang yang tidak dimiliki daerah lain,” katanya, saat ditemui di Aula Kantor Bupati, Kabupaten Batang, Selasa (29/6/2021).

Di bidang kuliner, Lanjut dia, akan pengemasan dan pengolahan yang berbeda, untuk menarik perhatian konsumen, sehingga mampu meningkatkan perekonomian Kabupaten Batang.

“Olahan menu hasil laut yang dibuat berbeda dengan yang lain, misalnya produk ikan yang diolah jadi pasta atau lainnya, Penjualannya pun tidak bertatap muka, tapi memanfaatkan media sosial,” tuturnya.

Ia memastikan, diikutsertakannya kaum muda dalam kepengurusan ini, menunjukkan bahwa mereka memiliki ide-ide cemerlang yang dapat dituangkan untuk membantu perekonomian Kabupaten Batang meningkat.

“Kami memilih kaum muda yang sudah ber-Ekraf, yakni memiliki potensi sebagai pengusaha. Contohnya Mas Bejo sudah berhasil dengan produk olahan kayu menjadi seni kriya, ada pula Gasta yang mempunyai kreativitas di bidang media sosial dan penjualan produk online,” tandasnya.

Pelaku seni kriya Bejo Prihatianto mengungkapkan, pelaku ekonomi kreatif di masa pandemi ini memang dituntut untuk menunjukkan kreativitasnya mengolah produk yang berbeda dan belum ada di pasaran, atau mengubah sesuatu yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru, supaya menarik daya beli konsumen.

“Di Kabupaten Batang sendiri limbah kayu sangat melimpah dan tidak terpakai. Nanti inovasi yang mau ditunjukkan, bisa lewat komunitas saya untuk menggelar pameran seni kriya, lukisan dan pertunjukan. Contoh produknya seperti kerajinan lukisan limbah kayu atau sandal kayu dan lainnya,” jelasnya.

Hasil karya kami sudah merambah sampai Malaysia dan Singapura. Sedangkan pamerannya masih di wilayah Yogyakarta dan Jakarta yang melibatkan even-even dari pemerintah.

“Selama pandemi terjadi sedikit penurunan pada beberapa produk kerajinan yang biasanya dipasarkan ke kota-kota besar. Ketika pandemi kota wisata sepi pengunjung, jadi pemgaruhnya terasa,” ungkapnya.

Untuk mengatasinya, akan mengkolaborasikan dengan teknologi informasi, yaitu menggelar pameran secara virtual. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 99
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 138
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 149
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 92
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 55
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 68