Bupati Bersama Pimpinan Pt. Pagilaran penekanan tombol sirine saat Ground breaking Pabrik Coklat diDesa Kencono Rejo Kecamatan Tulis Batang belum lama ini
Realisasi investasi Kabupaten Batang secara kumulatif selama 3 triwulan periode Januari – September 2017, menempati posisi ke dua di Jateng, yakni sebesar Rp.3.524,8 milyar, dengan 18 proyek yang melaporkan perkembangan investasinya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja ( DPMPTSP dan Naker ) Kabupaten Batang Sri Purwaningsih saat di temui di Kantornya Kamis, 2/11.
“Realisasi inevstasi Kabupaten Batang menempati urutan kedua di Jawa Tengah dengan 18 proyek dengan nilai investasinya mencapai Rp. 3.528,8 milyar, adapun posisi pertama Kabupaten Jepara yang mencapai Rp.12.079,1 milyar, dengan 149 proyek.” Kata Sri Purwaningsih
Ia juga menyampaikan bahwa capaian tersebut didasarkan pada data yang dirilis oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) RI pada akhir Oktober 2017 lalu. Realisasi tersebut merupakan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) selama periode Januari-September 2017.
“ Ini data resmi yang dirilis berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) 3 triwulan yang diterima BKPM dari perusahaan PMA danPMDN.” Jelas Sri Purwaningsih
Sementara itu, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) Triwulan III Kabupaten Batang (periode Juli-September 2017) menempati posisi ke 3 di Jawa Tengah. Nilai investasi Triwulan III 2017 merupakan realisasi investasi langsung yang dilakukan selama 3 bulan periode laporan (Juli-September 2017) berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima BKPM RI.
“Realisasi investasi PMA Triwulan III Kabupaten Batang mencapai angka Rp.651,2 milyar. Capaian ini berdasarkan LKPM Online yang masuk ke BKPM dari 3 PMA yang berdiri di Kabupaten Batang.” Katanya
Sedangkan untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), pada triwulan ke III 2017 realisasi investasi Kabupaten Batang hanya tercatat Rp.76 milyar. Realisasi ini berdasarkan LKPM Online dari 1 PMDN, yaitu PT Pagilaran, yang sedang dalam tahap konstruksi untuk bidang usaha industri kakao. Dengan capaian ini, Kabupaten Batang menempati posisi ke 12 dari 35 kabupaten/kota di Jateng untuk realisasi investasi PMDN triwulan III 2017.
Secara kumulatif (PMA + PMDN), realisasi investasi triwulan III tahun 2017 untuk Kabupaten Batang sebesar Rp.727, 2 milyar, dengan 4 perusahaan yang melaporkan perkembangan perusahaannya melalui LKPM Online.
“Capaian ini menempatkan Batang pada posisi ke 5 di Jateng,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, SH di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
Di sampaikan juga bahwa sebenarnya realisasi investasi di Kabupaten Batang bisa lebih tinggi lagi angka capaiannya, bila perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Batang menyampaikan laporan perkembangan investasinya melalui LKPM Online.
Kasi Pengawasan dan Pengendalian Penanaman Modal DPMPTSP dan Naker Kabupaten Batang mengatakan, jika perusahaan mengalami kendala ataupun kesulitan dalam pelaksanaan LKPM Online ini, DPMPTSP dan Naker Kabupaten Batang siap membantu, baik itu dalam pengajuan hak akses maupun dalam inputting LKPM tersebut.
“ Ke depan, petugas dari DPMPTSP dan Naker akan melakukan jemput bola ke perusahaan-perusahaan yang belum menyampaikan LKPM Online. Tapi juga bisa pihak perusahaan juga bisa datang ke kantor jika membutuhkan bantuan dalam pelaksanaan LKPM Online dan Kami siap memfasilitasi,” pungkasnya.
Ditambahkan juga oleh Kepala Bagian Humas Setda Batang Triossy Juniarto mengatakan, Pencapaian ini berkat kerjasama seluruh elemen masyarakat Kabupaten Batang yang mampu menciptakan iklim situasi inveastasi kondusif.
“Komonikasi yang di bangun pemerintahan Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono yang pro investasi dapat menciptakan situasi konudif. Ini saatnya Batang guyub rukun untuk membangun Batang yang lebih sejahtera.” Kata Kabg Humas. (Edo/Humas/McBatang)
Batang - Badan Narkotika Nasional BNN Kabupaten (BNNK) Batang terus berinovasi dalam menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba, dengan mengemas kunjungan berbasis jelajah ruang. Kegiatan ini menjadi pengembangan BNN dalam mengedukasi pelajar yang dibalut dalam program Motivasi Edukasi Generasi Antinarkoba (MEGA), dengan memberikan kesempatan siswa melihat langsung contoh alat peraga berkaitan dengan bahaya narkoba maupun metode pencegahannya.
Batang - Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang tengah bersiap mengambil peran besar dalam mendukung operasional Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Melalui usulan panjang yang akhirnya diakomodasi oleh pemerintah pusat, pasokan air bersih bagi masyarakat di wilayah penyangga kawasan industri tersebut kini mulai menemui titik terang.
Batang - Penerapan metode non-klasikal dalam program Batang Corporate University (Batang Corpu) diklaim mampu memangkas anggaran pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang hingga empat kali lipat dibandingkan metode konvensional. Langkah ini diambil sebagai solusi atas terbatasnya anggaran daerah yang selama ini membuat mayoritas ASN belum mendapatkan hak pengembangan kompetensi mereka secara maksimal.
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, menggagas program inovatif berjudul KETAN BUDAYA (Kolaborasi Pelestarian Budaya) dengan mengangkat Dolanan Anak atau Permainan Tradisional sebagai kurikulum pembelajaran Sekolah Dasar (SD).
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan bahwa seluruh ruang terbuka publik, fasilitas umum (fasum), dan fasilitas sosial (fasos) di Kabupaten Batang tidak boleh digunakan sebagai lokasi berjualan maupun diperjualbelikan sebagai lapak usaha. Penegasan tersebut disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan trotoar dan penataan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Alun-Alun Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (1862026).
Batang - Potensi ekonomi Kabupaten Batang tampaknya kian seksi di mata para pelaku usaha nasional. Deretan produk unggulan, pesona wisata yang apik, hingga grafik pertumbuhan ekonomi yang terus mendaki, sukses mencuri perhatian organisasi UKM IKM Nusantara. Mereka kini bersiap pasang badan untuk menjembatani produk-produk asli Batang agar bisa melenggang ke pasar yang jauh lebih luas.