Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Batang Suyono
Tidak butuh waktu lama kepemimpinan Bupati Wihaji dan Wakilnya Suyono merealisasikan janji kampanyenya untuk memberikan santunan kematian. Pasalnya per 25 Oktober 2017 bagi masyarakat miskin yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan kematian sebesar Rp. 1juta.
“Bupati telah memperintahkan kepada kami untuk segara merealisasikan janji kampanye terkait dengan santunan kematian yang besaranya Rp. 1.juta. dan mulai 25 Oktober akan mendapatkan santunannya, namun karena kendala administrasi belum bisa di cairkan sekarang.” Kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Sugiatmo di kantornya Rabu, 1/11.
Ia juga mengatakan, pemerintah daerah telah menganggarkan santunan kematian di anggaran perubahan APBD 2017 yang nilai besaranya mencapai Rp. 2 milyar. Dari besaran uang tersebut di pereuntukan bagi 2000 orang miskin yang meninggal dunia.
“ Dianggaran perubahan APBD 2017 sudah dialokasikan Rp. 2 milyar bagi 2000 orang miskin yang meninggal dunia.” Kata Sugiatmo
Sugiatmo juga menjelaskan, untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait proses penerimaan santunan, pemerintah dalam waku dekat ini akan memberikan bimbingan teknis kepada aparatur desa untuk mempercepat realisasinya.
“ Kita akan undang perangkat desa untuk mengikuti bimbingan teknis, tata cara pelaporan santunan kematian melalui HP Android. Karena santunan ini akan tersistem dengan apilkasi E- Santunan Kematian.” Jelas Sugiatmo
Untuk sementara sambil menunggu launching sosialisasi E- Santunan Kematian, proses pelaporan kematian untuk sementara ini masih menggunkan sistem konfensional dengan menyertakan Foto kopi KTP, surat kematian dan kartu keluarga.
“ Dalam waktu dekat ini kita akan launching E- Santunan Kematian, sambil menunggu proses tersebut, ahli waris bisa memproses santunan secara manual dengan menyertakan Surat Kematian, KTP Dan KK.” Terang Sugiatmo
Kepala Bagian Humas Triossy Juniarto mengatakan, Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Suyono mengintruksikan kepada OPD yang mengampu santunan kematian untuk melakukan percepatan, Namun karena membutuhkan proses serta regulasi sehingga butuh waktu empat bulan setelah Bupati di lantik baru bisa di realisasikan.
“Butuh waktu untuk proses pendataan dan regulasi, karena menyangkut kemaslahatan umat agar program ini tepat sasaran.” Kata Kabag Humas
Triossy Juniarto juga menjelaskan bahwa visi misi Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono yang terangkum dalam lima prioritasnya untuk saat ini masih dalam tahap realisasi yaitu, Santunan Kematian, Tunjanga RT RW, Peningkatan Honor Guru Madin, Mobil Ambulan Desa dan Pengembangan Pariwisata.
“Santunan kematian mulai 25 Oktober 2017, Tunjangan RT/RW menunggu Peraturan Bupati di terbitkan, peningkatan honor guru madin akan direalisasikan dan di terimakan Tahun 2018 dan untuk Mobil Ambulance serta Pengembangan Wisata sudah mulai di laksankan.” Jelas Triossy Juniarto (Edo/Humas/McBatang)
Pecalungan Run 2026 diikuti 410 peserta, meningkat dari tahun sebelumnya, sekaligus menjadi sarana promosi wisata Curug Gombong dan pengembangan sport tourism Kabupaten Batang.
Rehabilitasi RTLH milik Ismail melalui program TMMD Kodim 0736Batang segera rampung sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas bangunan dan kenyamanan penerima manfaat.
MGMP Pendidikan Pancasila Kabupaten Batang menggelar LCC 4 Pilar Kebangsaan dan Orasi Kebangsaan dengan melibatkan 64 sekolah SMP. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman empat konsensus kebangsaan, menumbuhkan patriotisme, membentuk karakter pelajar, serta melatih keberanian dan kemampuan berorasi. Panitia juga menargetkan kegiatan tersebut dapat berkembang hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 2027.
MGMP Pendidikan Pancasila jenjang SMP Kabupaten Batang menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan dan Lomba Orasi sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, percaya diri, toleran, dan cinta tanah air.
Batik Rifaiyah Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium nasional dengan hadir di Mal Sarinah Jakarta setelah melewati proses kurasi dan seleksi ketat. Kehadiran ini menjadi peluang memperluas pemasaran produk kerajinan Batang sekaligus mendorong UMKM lokal meningkatkan mutu dan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.